Herpes simpleks yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus Herpes simplex (HSV) tipe 2 atau tipe 1 dan bersifat rekuren/berulang. Infeksi akibat kedua tipe HSV bersifat seumur hidup, virus berdiam di jaringan saraf,yaitu di ganglia dorsalis.
Apa itu sindrom Stevens Johnson
Sindrom Stevens Johnson merupakan kumpulan gejala yang mengenai kulit, selaput lender di orifisium, dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai berat. Dapat menyebabkan kematian, dan termasuk kasus gawat darurat medik di bagian kulit. Kelainan berupa kemerahan pada kulit, lepuh dengan perdarahan di bawah kulit.
Gejala Sindrom Stevens Johnson
Pengidap sindrom stevens johnson biasanya akan mengalami gejala awal, seperti demam, nyeri tubuh, mata yang terasa panas, merasa tidak nyaman, hingga alami kesulitan menelan. Banyak yang mengatakan gejala awal sindrom stevens johnson hampir mirip dengan penyakit flu, tetapi sindrom ini akan menyebabkan gejala lanjutan, seperti sakit kepala, hingga batuk dengan dahak maupun cairan nanah.
Gejala lanjutan akan terjadi pada bagian kulit yang menyebabkan bintik kemerahan yang menyebar dan menyatu membentuk ruam. Kondisi ruam akan terasa gatal dan nyeri serta dapat berubah menjadi luka lepuh. Luka lepuh dapat muncul pada bagian hidung, mata, mulut, serta kelamin. Tentunya luka lepuh akan terasa nyeri dan menyebabkan pengelupasan kulit.
Jika terjadi perdarahan dibawah kulit dan menyeluruh sering menyebabkan kematian. Kelainan di mukosa lubang hidung, lubang anus, lubang kelamin berupa lepuh yang dapat pecah sehingga terjadi erosi dan terbentuk krusta kehitaman.
PENYEBABNYA
Sindrom Stevens-Johnson memang satu kelainan yang jarang terjadi dan sering tidak terduga. Pemicu yang paling sering adalah konsumsi obat-obatan tertentu dan juga infeksi.Beberapa obat tersebut antara lain obat pereda nyeri (paracetamol, acetaminophen, ibuprofen, naproxen, atau piroxicam), obat asam urat (allopurinol), obat antibiotik (penisilin, tetrasiklin), obat anti kejang dan untuk penyakit mental (antikonvulsan dan antipsikoti). Selain itu bisa disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, jamur, parasite), neoplasma, pasca vaksinasi, radiasi dan makanan. Kelainan pada mata 80 % kasus dan dapat terjadi perdarahan. Selain itu dapat tejadi nefritis, gangguan pada ginjal.
Gambar








Apa itu cradle cap atau Dermatitis Seboroik pada Bayi ?
Cradle cap merupakan salah satu bentuk dermatitis seboroik pada bayi. Dermatitis seboroik merupakan gangguan kulit yang menyebabkan kulit menjadi bersisik dan kemerahan. Apabila terjadi pada kulit kepala maka akan menyebabkan ketombe pada orang dewasa dan pada bayi disebut cradle cap.
Hal ini lazim terjadi pada bayi usia 2 minggu hingga 12 bulan, dan akan berangsur angsur menghilang sendiri setelah usia tersebut. cradle cap tidak menular dan tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan kerontokan pada rambut bayi bunda.
Berikut ini adalah gejala yang umumnya ditunjukkan akibat dermatitis seboroik pada bayi :
- Terdapat sisik putih kekuningan yang mudah mengelupas pada kulit di bagian tubuh bayi yang berminyak, misalnya belakang telinga, sisi hidung, dan terutama kepala.Lapisan berminyak kekuningan yang melapisi kulit kepala bayi dan sulit dilepaskan.
- Muncul bintik atau ruam kemerahan di sekitar alis, dahi, hidung, leher, telinga, sekitar popok , ketiak dan dada.
- Muncul gejala semacam ruam popok pada lipatan di pangkal paha bayi karena tidak mengganti popok bayi secara rutin.
- Muncul rasa gatal dikulit kepala, terlihat dari reaksi bayi menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal.
- Kulit bayi yang terdampak juga bisa mengeluarkan cairan dan berbau.
- Kerak mungkin juga bernanah, pada kasus yang parah.
Kondisi kerak yang bernanah menandakan kulit sudah terinfeksi sebagai komplikasi. Gejala dermatitis seboroik pada bayi dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.
Penyebab cradle cap
Cradle cap disebabkan oleh beberapa hal:
A. Kelenjar sebaceous yang terlalu aktif pada bayi.
Kelenjar sebaceous merupakan kelenjar minyak yang normal berada pada kulit kepala dan tubuh bayi. Kelenjar sebaceous yang terlalu aktif pada bayi bisa disebabkan oleh hormon ibu selama dalam kandungan yang masih menetap kadarnya pada bayi beberapa saat setelah dilahirkan. Hormon tersebut menyebabkan peningkatan produksi kelenjar sebacous pada bayi sehingga menyebabkan terbentuknya lapisan bersisik pada kulit kepala bayi.
B. Infeksi jamur malassezia.
Infeksi jamur malassezia pada kulit kepala bayi lazim terjadi pada bayi yang tinggal di area dengan lingkungan bersuhu panas dan lembab, serta produksi minyak serta keringat berlebih. Beberapa ahli mengaitkan pertumbuhan jamur malassezia dengan kadar hormon dan kekebalan tubuh.
C. Konsumsi antibiotik.
Ibu yang mengkonsumsi antibiotik sebelum melahirkan dapat menyebabkan matinya flora bakteri normal pada kulit bayi. Pada kulit manusia termasuk juga pada kulit bayi bunda terdapat bakteri normal yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kulit dan menjaga kulit dari infeksi bakteri patogen atau bakteri jahat maupun infeksi jamur. Apabila flora normal bakteri baik mati, maka kulit akan kehilangan daya imunitasnya terhadap bakteri jahat maupun jamur.
D. Kebersihan kulit kepala bayi yang kurang terjaga.
Beberapa mitos seperti tidak memandikan bayi sebelum berusia 40 hari saat sore hari terutama apabila bunda tinggal di lingkungan bersuhu panas dan lembab serta tidak berpendingin ruangan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan keringat dan minyak pada kulit kepala bayi sehingga menyebabkan tersumbatnya kelenjar minyak dan menyebabkan cradle cap.
E. Adanya riwayat dermatitis dalam keluarga.
Penelitian menunjukkan pada bayi yang mengalami cradle cap biasanya memiliki anggota keluarga lain yang memiliki riwayat dermatitis.
F. Penggunaan produk yang berlebihan dan tidak tepat
Mengoleskan minyak kelapa maupun minyak zaitun pada kulit kepala bayi memang baik untuk pertumbuhan rambut bayi anda. Namun perlu diingat, penggunaan yang berlebihan dapat mengakibatkan terbentuknya sumbatan pada kelenjar sebaceous di kulit kepala bayi sehingga menyebabkan terbentuknya kerak kepala.
Sisir untuk Cradle Cap

Gambar Cradle Cap





Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Lokasi Praktek
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

Apa itu jamur di kulit atau tinea dermatophytes ?
Jamur dapat menyebabkan infeksi di berbagai bagian tubuh, dan yang paling sering adalah di kulit. Infeksi jamur di kulit, atau secara medis disebut Tinea, umumnya dialami oleh orang-orang yang mudah berkeringat, tinggal di cuaca yang lembab, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Apa itu psoriasis ?
Psoriasis yaitu penyakit kronis, tidak menular, ditandai dengan pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.Akibatnya , sel kulit yang baru akan terus menumpuk dipermukaan sehingga membentuk bercak yang tebal berwarna merah dan bersisik. Psoriasi termasuk penyakit autoimun, yang penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi dikaitkan dengan genetik.
Apa saja penyakit pada kuku ?
Permasahan pada kuku sering dianggap sepele. Ternyata kelainan pada kuku adalah indicator penting pada beberapa jenis penyakit. Kuku dapat menunjukan tingkat Kesehatan seseorang. Banyak kondisi Kesehatan yang berdampak pada kuku, sehingga ketidak normalan pada kuku tidak boleh diabaikan.
Apa itu luka bakar ?
Luka bakar adalah sebuah kondisi ditandai dengan kerusakan kulit yang parah yang menyebabkan sel-sel kulit yang terkena mati, akan terasa sensasi terbakar saat mengalami hal ini.Sebagian besar orang bisa sembuh dengan cepat setelah merasakan luka.
Apa itu empetigo ?
Impetigo adalah infeksi kulit menular yang banyak dialami oleh bayi dan anak-anak. Infeksi ini ditandai dengan kemunculan bercak merah dan lepuh pada kulit, terutama di bagian wajah, tangan, dan kaki.
Apa itu Stretch Mark ?
Stretch marks, atau juga dikenal dengan istilah striae, merupakan kondisi pada kulit di mana muncul garis-garis beruntai pada kulit. Stretch marks dapat terjadi pada kulit di bagian perut, payudara, pinggul, bokong, atau paha. Seiring berjalannya waktu, garis dapat tampak semakin samar.


























