BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

Apa itu kulit gatal pada orang tua atau Pruritus Senilis ?

Pruritus atau gatal adalah sensasi tidak menyenangkan yang berhubungan dengan keinginan untuk menggaruk dan menurunkan kualitas hidup, 78 % pada lanjut usia.

Tipe Pruritus :

  • Neurogenik dan Sistemik
    • Terjadi gangguan organ diluar kulit.
    • Transmisis system saraf pusat.
    • Pada penyakit sistemik yaituL gagal ginjal kronik, gangguan pada hepar.
  • Psikogenik
    • Terjadi gangguan psikologis dan psikiatrik.
  • Neuropatik
    • Terjadi kerusakan seuron sensorik sentral/perifir.
    • Disertai paraestesi dan hipestesi.
  • Pruritoseptif
    • Terjadi kerusakan kulit/peradangan.
    • perubahan strutur kulit terkait usia.
    • Ada allergen.

Klasifikasi

  • Pruritus Akut
    • Terdapat kelainan kulit akut misalnya : scabies, urtikaria, insect bite/gigitan binatang.
  • Pruritus Kronik
    • Pruritus pada kulit dengan radang.
    • Pruritus pada kulit normal.
    • Pruritus dengan kulit garukan.
  • Pruritus pada Lansia
    • Pruritus kronis pada pasien dengan usia lebih 65 tahun, pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki.

Perbedaan struktur kulit

Terjadiya  pruritus pada lansia

  • Disfungsi sawar kulit
    • Pada penuaan terjadi xerosis/kulit kering.
    • Fungsi proteksi kulit terganggu.
  • Reaksi Imunologik
    • Imunosenescence , terjadi gangguan system imun, reaksi alergi meningkat.
    • Imbalance system imun.
  • Neuropati sentral dan perifir
    • Polineuropati pada kencing manis, kompresi saraf.
  • Gangguan Dermatologik
    • Xerosis kutis/kulit kering dan pecah-pecah.
    • Dermatitis kontak, dermatitis seboroik.
  • Kelainan sistemik
    • Gagal ginjal kronis.
    • Penyakit hati kronis, terjadi peningkatan bilirubin.
    • Gangguan hematologi, polisitemia vera, anemia.
    • Limfoma Hodgkin.
  • Gangguan Psikogenik
    • Depresi, cemas berlebihan.

Gambar Pruritus Senilis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Penyakit Lepuh atau Dermatosis Vesikobulosa Kronik ?

Penyakit Lepuh/Dermatosis Vesikobulosa kronik yaitu Penyakit kronik pada kulit yang manifestasi kliniknya ditandai terutama oleh vesikel dan bula (lepuh). Termasuk golongan ini

1. Pemfigus

2. Pemfigoid herpetiformis

3. Dermatitis herpetiformis

4. Chronic Bullous Disease of Childhood

5. Pemfigoid Sikatrisial

6. Herpes gestations

7. Epidermollisis bulosa (Kongenital).

Berlanjut di ilmiah selanjutnya …

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu HIPERHIDROSIS ?

Berkeringat adalah proses fisiologis normal yang membantu tubuh untuk mengatur suhu. Saat kita kepanasan atau berolahraga, keringat langsung menguap dari kulit dan memiliki efek mendinginkan. Kita juga mungkin berkeringat ketika cemas atau berada dalam situasi yang membuat kita gugup. Namun, untuk sekitar 3% orang yang menderita hiperhidrosis, berkeringat bisa terjadi terus menerus, keluarnya keringat jauh melebihi batas norma

Area tubuh yang paling umum terkena hiperhidrosis adalah tangan, kaki, ketiak, wajah, dan kepala. Bahkan, beberapa penderita hiperhidrosis bisa berkeringat di seluruh tubuh, bukan hanya di beberapa bagian tubuh. Orang dengan hiperhidrosis sering berkeringat dalam situasi di mana orang lain tidak berkeringat, ketika cuaca dingin misalnya. misalnya ketika cuaca dingin. Kulit pada orang dengan hiperhidrosis juga lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu, akibat terus menerus basah oleh keringat. Selain itu, seseorang yang menderita hiperhidrosis akan lebih sering mengalami infeksi kulit pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Meski penyebab pasti hiperhidrosis belum diketahui, kondisi ini dipercaya terjadi akibat kelenjar-kelenjar keringat bekerja terlalu aktif. Meski begitu, tidak semua orang yang memiliki masalah keringat berlebih bisa dikatakan menderita hiperhidrosis. Pada faktanya, hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis ini.

Penderita hiperhidrosis bisa memproduksi hingga lima kali lebih banyak keringat dibandingkan jumlah yang diperlukan tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami keringat berlebih pada sekujur tubuh sebagai akibat kondisi medis atau jenis obat tertentu. Kondisi ini disebut hiperhidrosis sekunder. Di sisi lain, ada pula yang disebut sebagai kondisi hiperhidrosis primer.

Penyebab Hiperhidrosis/Keringat Berlebih

Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer adalah kondisi keringat berlebih yang umumnya muncul di ketiak, tangan, kaki, dan dahi. Kondisi ini tidak disebabkan oleh penyakit tertentu. Sebagian besar penderita hiperhidrosis primer sudah mendapatkan masalah keringat berlebih sejak usia anak-anak atau remaja. Penyebab hiperhidrosis primer adalah sistem saraf yang mendorong kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Tetapi kemungkinan besarnya terjadi karena peningkatan aktivitas saraf simpatis atau bisa juga karena penyebaran kelenjar ekrin dalam tubuh yang tidak normal.

Jenis ini terjadi pada area tubuh yang sangat spesifik dan biasanya lebih merata, baik bagian tubuh di sebelah kiri dan sebelah kanan sama-sama terdampak. Area yang sering berkeringat adalah tangan, kaki, ketiak, serta wajah atau kepala.

Hiperhidrosis primer kerap dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja, kebanyakan diawali dengan keluarnya keringat berlebih pada telapak tangan dan kaki.

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami keringat berlebih sedikitnya satu kali seminggu. Namun, gejalanya jarang terjadi ketika mereka tidur di malam hari.

Penderita hiperhidrosis primer akan berkeringat meskipun cuaca tidak panas dan tidak melakukan aktivitas apapun. Atau dengan kata lain, penderita hiperhidrosis primer memang telah memiliki masalah keringat berlebih sebagai bawaan kondisi tubuh.

Hiperhidrosis Sekunder

Selain hiperhidrosis primer, penyebab keringat berlebih lainnya adalah hiperhidrosis sekunder. Jika hiperhidrosis primer terjadi tanpa adanya latar belakang kondisi medis, hiperhidrosis sekunder justru muncul sebagai akibat dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hiperhidrosis sekunder misalnya diabetes, gagal jantung, gangguan tiroid, dan obesitas. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat psikiatri, tekanan darah, antibiotik, dan suplemen tertentu juga dapat menjadi faktor penyebab hiperhidrosis sekunder. Untuk mengatasi keringat berlebih akibat hiperhidrosis sekunder, penderitanya harus mencari tahu lebih dulu kondisi medis yang menyebabkan ia mengalami keringat berlebih ini.

Pada jenis sekunder, keringat yang keluar berlebihan disebabkan oleh kondisi lain yang dimiliki para penderitanya. Jenis ini terbagi lagi atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Hipohidrosis emosional, dipicu oleh perasaan takut dan cemas. Umumnya menyerang ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Hipohidrosis lokal, disebabkan oleh kerusakan saraf simpatis yang terjadi karena cedera dari kecelakaan atau bawaan lahir.
  • Hiperhidrosis general, muncul karena gangguan saraf otonom (saraf tepi) atau adanya penyakit lain seperti diabetes insipidus, penyakit jantung, Parkinson, efek menopause dan efek obat-obatan.

Selain penyebab, yang membedakan jenis sekunder dan jenis primer adalah waktu kemuncul annya. Mereka yang mengalami jenis sekunder sering berkeringat malam hari saat tidur. Keja diannya juga baru dimulai pada saat seseorang telah dewasa

Apakah hyperhidrosis berbahaya

Pada dasarnya hiperhidrosis tidak mengancam jiwa seseorang dan tidak menyebabkan kompli kasi lainnya. Akan tetapi, individu yang mengalami hiperhidrosis sering kali merasa cemas dan tidak nyaman akan kondisinya sehingga mereka lebih menghindari kontak dengan orang lain maupun mengendalikan kondisinya meskipun dapat dikendalikan.Hal tersebut mengakibatkan orang-orang dengan kondisi ini akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka jarang ber partisipasi dalam kegiatan sosial terutama yang menyangkut aktivitas fisik seperti olahraga karena takut akan berkeringat.

Gejala Hiperhidrosis

Berbagai gejala hiperhidrosis, antara lain:

  • Keringat terlihat jelas.
  • Keluar keringat saat udara tidak panas.
  • Keluar keringat bukan sehabis berolahraga berat.
  • Sulit membuka pintu atau memegang pena karena tangan basah oleh keringat.
  • Kulit menjadi lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu akibat terus menerus basah oleh keringat
  • Infeksi pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Komplikasi Hiperhidrosis

Berbagai komplikasi hiperhidrosis, antara lain:

  • Infeksi akibat kulit sering mengeluarkan banyak keringat.
  • Perasaan malu, karena baju atau tangan yang basah, sehingga mengganggu aktivitas.

Bau badan yang dapat memengaruhi aktivitas sosial dan performa saat bekerja.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Keputihan atau Fluor Albus Akibat Infeksi Bakterial Vaginosis

Bakterial vaginosis atau disingkat BV merupakan penyakit keradangan vagina (vaginitis atau vulvovaginitis).Penyakit lain termasuk dalam katagori vaginitis adalah trichomoniasis, candidiasis. Infeksi yang terjadi ketika terlalu banyak bakteri tertentu yang mengubah keseimbangan pH dan populasi bakteri di vagina.

BV tidak ditularkan secara seksual namun dikatagorikan sebagai IMS (Infeksi Menular Seksual) karena dapat meningkatkan penularan IMS yang lain, seperti gonorrhea, sifilis, HIV dll. BV juga berkaitan dengan kelahiran bayi premature dan berat badan lahir rendah jika BV terjadi pada saat kehamilan.

Vaginosis bakterial (VB) adalah suatu penyakit dengan gejala keputihan yang paling sering ditemukan pada wanita di usia reproduksi. Angka kejadian VB di dunia sangat bervariasi yaitu diantara 11.1-60.8%. Di wilayah Asia termasuk Indonesia, angka kejadian VB ditemukan 7.5-22%. Data nasional dari CDC menunjukkan bahwa prevalensi bakterial vaginosis adalah 29%, atau sekitar 21 juta, pada wanita usia produktif (14-49 tahun). Angka ini mewakili 1/3 dari seluruh wanita dewasa di Amerika Serikat.

VB lebih sering disebut vaginosis daripada vaginitis karena hanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan flora normal vagina daripada suatu infeksi spesifik. Pada VB terjadi perubahan komposisi ekosistem vagina sehingga terjadi gangguan keseimbangan flora normal pada vagina. Pada VB organisme komensal (bakteri jahat) meningkat jumlahnya dan menekan jumlah bakteri baik pada vagina sehingga tidak mampu melawan infeksi.

VB bukanlah suatu infeksi dengan penyebab monobakteri yang spesifik, tetapi beberapa bakteri anaerob, mikroaerofilik dan organisme yang tergantung pada CO2 seperti Prevotella spp, Mobiluncus spp, Gardnella vaginalis dan Mycoplasma hominis yang menggantikan Lactobacillus spp. sebagai bakteri baik sehingga menyebabkan peningkatan pH vagina. Penyebab pasti terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam vagina belum diketahui secara pasti. Namun beberapa penelitian menemukan hubungan perilaku seksual seperti pasangan seksual yang banyak, wanita pekerja seksual, lesbian, tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dengan angka kejadian dan kekambuhan VB.  Faktor risiko lain yang juga dikatakan berhubungan antara lain penggunaan alat kontasepsi dalam Rahim (AKRD), etnis hispanik dan kulit hitam, penggunaan antibiotik jangka panjang, merokok, douching vagina, sosio-ekonomi rendah, diet, stress dan adanya riwayat infeksi menular seksual sebelumnya. Meskipun hubungan seksual mungkin memfasilitasi penularan, namun VB bukan termasuk penyakit menular seksual tetapi dikategorikan sebagai salah satu infeksi endogen saluran reproduksi wanita.

Tanda dan Gejala Klinis

Sekitar 50-70% pasien VB tidak menunjukan gejala dan keluhan atau disebut asimptomatik. Bila ada keluhan, umumnya berupa keputihan abnormal (terutama setelah melakukan hubungan seksual), berwarna putih keabuan, dan berbau yg khas yaitu bau amis. Keluhan lain yang sering ada yaitu  rasa gatal, perih, dan rasa terbakar walaupun relatif lebih ringan jika dibandingkan gejala vaginitis lain yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau Candidia albicans.  Sedangkan untuk keluhan nyeri abdomen, nyeri atau rasa tidak nyaman atau panas saat buang air kecil jarang terjadi. Selain keluhan subjektif yang ditemukan melalui wawancara terhadap pasien, pada pemeriksaan fisik oleh dokter akan ditemukan  keputihan berwarna putih keabu – abuan yang homogen, tipis, kekentalan rendah atau normal, berbau amis, jarang berbusa. Pemeriksaan cairan pH vagina berkisar antara 4,5 – 5,5. Pada VB tidak ditemukan gejala inflamasi pada vagina dan vulva, namun BV dapat timbul bersama infeksi saluran reproduksi yang lain seperti trikomoniasis dan servitis sehingga gejala yang ditimbulkan tidak lagi spesifik.

Diagnosis VB dapat ditegakan melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan penunjang. Salah satu kriteria yang paling popular digunakan di berbagai fasilitas kesehatan dalam penegakan diagnosa VB adalah kriteria Amsel. Kriteria ini umum digunakan karena sederhana, mudah, murah, cepat, dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Kriteria Amsel tersebut antara lain terdapat keputihan vagina yang homogen, tipis, berwarna putih keabuan, melekat pada dinding vagina dan abnormal; terdapat clue cells pada sediaan basah (>20% total epitel vagina yang tampak pada pemeriksaan mikroskopis dengan cairan fisiologis dan pembesaran 100 kali); tes amin yang positif yaitu, timbul bau amis pada keputihan yang ditetesi larutan KOH 10% (Whiff test); dan pH vagina > 4,5 dengan menggunakan kertas lakmus.

Komplikasi Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Tetapi jika dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi serius, yaitu:

-Kelahiran prematur
Wanita hamil yang menderita vaginosis bakterialis memiliki risiko melahirkan prematur dan infeksi setelah proses persalinan.

-Penyakit radang panggul
Radang Panggul (PID) merupakan jenis penyakit peradangan pada rahim dan saluran indung telur yang dapat menurunkan tingkat kesuburan.

-Infeksi menular seksual
Vaginosis bakterialis meningkatkan risiko wanita terkena penyakit menular seksual, seperti virus herpes simplex, chlamydia, dan HIV.

-Infeksi setelah operasi
Vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko wanita mengalami infeksi pascaoperasi daerah panggul, seperti histerektomi atau operasi caesar.

Pencegahan Vaginosis Bakterialis

Langkah utama untuk mencegah vaginosis bakterialis adalah menjaga keseimbangan bakteri di dalam vagina. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan bakteri tersebut antara lain:

Tidak membersihkan vagina dengan semprotan air

Menyiram atau membersihkan vagina dengan semprotan air dapat menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi. Jika bakteri ini hilang, risiko terkena vaginosis bakterialis akan meningkat.

Menurunkan risiko iritasi pada vagina

Risiko iritasi pada vagina dapat diturunkan dengan cara:

  • Hindari penggunaan sabun dengan kandungan pewangi untuk membersihkan bagian luar vagina.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun, dan jangan mencuci celana dalam menggunakan sabun cuci dengan kandungan kimia keras.
  • Gunakan pembalut tanpa kandungan pewangi.

Mencegah infeksi menular seksual

Penting untuk selalu melakukan hubungan seksual secara aman, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan, atau dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Virus Moluskum Kontagiosum pada kulit ?

Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang umum terjadi pada anak-anak. Infeksi kulit ini berupa papul (benjolan licin dan sewarna kulit), tidak nyeri, dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu setahun.

Penyakit ini mudah menular, namun hanya menyerang kulit dan tidak menyerang organ-organ dalam tubuh. Cara penularan yang biasa terjadi adalah lewat kontak langsung maupun kontak dengan benda lain yang terkontaminasi.

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh pox virus. Kondisi ini menimbulkan tanda berupa tonjolan berwarna putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit infeksi menular seksual (IMS), terjadinya melalui hubungan seksual.

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genital. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Tanda benjolan ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Terkadang, bintik ini bisa memerah dan meradang, ditambah dengan rasa gatal. Sebainya  tidak boleh menggaruk bintil karena nantinya dapat pecah dan membuat virus menyebar ke area kulit di sekitarnya.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.Dapat ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian paling tinggi di negara tropis. Walaupun biasanya terjadi pada anak-anak, penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya menyerang kulit di wajah, punggung, kaki, dan tangan, sedangkan pada orang dewasa juga dapat menyerang daerah genital (kemaluan). Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang padat, kurang higienis, dan kurang mampu.

Bila papul digaruk, virus ini dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Daerah lipatan kulit yang lembab, seperti ketiak, dapat mempercepat penyebaran virus.

Gejala tanda-tanda berikut ini:

  • Munculnya papul, yaitu benjolan licin dan sewarna kulit
  • Ukuran papul umumnya kecil, namun cukup bervariasi –biasanya antara 2–6 milimeter
  • Tidak gatal
  • Papul mudah menyebar ke area kulit lainnya
  • Bila pecah, akan keluar cairan putih kekuningan dari dalam papul
  • Karakteristiknya memiliki lekukan kecil (umbilikasi) atau titik di bagian atas dekat pusat.
  • Bisa menjadi merah dan mengalami peradangan.
  • Jika digarukan atau digosokan, yang mana ini dapat menyebarkan virus ke kulit di dekatnya.
  • Biasanya muncul di wajah, leher, ketiak, lengah, dan bagian atas tangan pada anak-anak.
  • Mungkin juga muncul di kelamin, perut bagian bawah, dan bagian dalam paha pada orang dewasa bila infeksi ditularkan secara seksual.

Faktor Resiko

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus yang juga dapat menyebabkan kutil.Virus dapat menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian, mainan atau benda lain. Juga peralatan olah raga yang telah disentuh kulit telanjang yang sudah terinfeksi virus.Visus tetap berada diperalatan termasuk barang tikar, sarung tangan bisbol, helm. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang  pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, virus ini dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuhnya.

Kelompok yang lebih mungkin untuk terinfeksi.

  • Anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perawatan kanker atau transplantasi organ.
  • Orang yang berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti gulat atau sepak bola, yang sering melakukan kontak dari kulit ke kulit.
  • Orang dengan dermatitis atopik, merupakan bentuk umum eksem yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Prurigo Nodularis ?

Prurigo adalah benjolan atau bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong. Benjolan ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal, terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal. Prurigo istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi gatal yang sulit hilang. Biasanya, kondisi ini dimulai dengan munculnya rasa gatal yang sangat mengganggu di permukaan kulit. Hal ini memicu keinginan untuk menggaruk terus-menerus dan berujung pada munculnya luka lecet pada kulit hingga infeksi.

Apa penyebab prurigo?

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit. Saat Anda menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Infeksi luka jadi makin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Penyebab prurigo dapat diawali dengan:

1. Gigitan serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Ia tidak sadar saat menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan infeksi yang parah.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Menurut British Association of Dermatology, sekitar 80 persen orang yang terkena prurigo ternyata juga menderita asma, demam, eksim atau gangguan kesehatan lainnya.

4.Penyakit lain memiliki resiko tinggi menjadi prurigo nodularis yaitu :
– dermatitis atopic
– dermatitis kontak
– Diabetes tipe 2
– Hepatitis C
– End stage kidney
– HIV yang tidak diobati
– Limfoma, Hodgkins
– Kecemasan , psikosis dan depresi

Prurigo Nodularis sering pada :

a.umur 50 tahun biasanya antara 51 – 65 tahun
b.Pada kulit hitam jika mempunyai dermatitis atopic
c.Menderita penyakit yang lama sembuh
d. 30 % kasus disebabkan defisiensi nutrisi, gangguan liver dan gangguan ginjal
e.Bisa juga disebabkan pada penyakit tiroid, penyakit neurologis, hiperkalsemia.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Keputihan atau Flour Albus akibat Trichomonas Vaginalis

Trikomoniasis atau trichomoniasis adalah penyakit menular seksual (IMS) yang menimbulkan gejala tidak nyaman berupa rasa gatal , perih dan keluar cairan berbau  amis dari vagina.Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria kebanyakan yang terkena penyakit ini biasanya tidak akan mengalami gejala apa pun.

Infeksi ini biasanya tidak bersifat fatal. Namun, trikomoniasis berisiko memicu beberapa komplikasi, seperti ketidak suburan pada wanita dan tersumbatnya uretra pada pria.Selain itu, penyakit ini juga berpotensi mengakibatkan komplikasi pada ibu hamil.

Gejala trikomoniasis

Mendeteksi tanda dan gejala trikomoniasis kadang cukup sulit. Ini karena sekitar 70% orang dengan penyakit ini tidak mengalami gejala sama sekali.Jika gejala muncul, artinya penyakit ini sudah mengakibatkan iritasi dan peradangan yang tergolong sedang hingga parah.

Gejala trichomoniasis juga bisa datang dan pergi sewaktu-waktu.

Pada wanita, trikomoniasis dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • keputihan yang sangat banyak berbau amis
  • Bau tidak sedap pada vagina.
  • Cairan vagina berwarna hijau atau kekuningan dan memiliki tekstur berbuih.
  • Rasa gatal, bengkak, atau panas pada vagina.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sakit saat buang air kecil.

Sementara itu, dibandingkan dengan wanita, pria dengan penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, ketika terjadi, gejala trikomoniasis pada pria meliputi:

  • iritasi di dalam penis
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Rasa sakit atau panas terbakar saat ejakulasi.
  • Rasa gatal atau iritasi di penis.
  • Keluar cairan dari penis.

Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dengan nama Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat ditemukan di mana saja dan sifatnya sangat mudah menular. Parasit Trichomonas vaginalis sering kali ditularkan selama berhubungan seksual dari orang yang terinfeksi ke orang lain yang sehat. Pada wanita, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis adalah:

  • Vulva
  • Vagina
  • Serviks (leher rahim)
  • Uretra (saluran kencing)

Sementara pada pria, parasit paling sering menginfeksi bagian dalam penis atau uretra. Selama berhubungan seksual, parasit bisa menyebar ketika penis bersentuhan dengan vagina. Selain alat reproduksi, trikomoniasis juga berisiko menginfeksi bagian tubuh lain, seperti tangan, mulut, atau anus. Namun penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui bersentuhan, berpelukan, atau berciuman. Masa inkubasi atau perkembangan penyakit sejak parasit masuk ke dalam tubuh sampai gejala muncul belum dapat ditetapkan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 5-28 hari.

Faktor risiko trikomoniasis

Seperti dijelaskan sebelumnya, trikomoniasis bisa menginfeksi baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa faktor yang berperan dalam penularan penyakit ini. Berikut adalah berbagai faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami trikomoniasis:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Pernah terkena trikomoniasis sebelumnya.
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya.
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti  terbebas dari penyakit ini. Faktor tersebut yang paling umum terjadi, tetapi  sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk informasi selengkapnya.

Komplikasi trikomoniasis

Meski penyakit ini bisa diatasi dengan pengobatan, tidak menutup kemungkinan trikomoniasis dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain yang lebih serius. Berikut adalah beberapa komplikasi kesehatan yang bisa terjadi akibat infeksi parasit Trichomonas vaginalis yang tidak ditangani dengan tepat:

1.Komplikasi kehamilan

Wanita hamil yang terkena trikomoniasis mungkin akan mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Melahirkan sebelum waktunya atau prematur.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Menularkan infeksi tersebut pada bayi saat melahirkan.
  • Trikomoniasis juga membuat wanita lebih rentan terkena HIV.

2.Colpitis macularis

Colpitis macularis atau yang juga diketahui dengan nama strawberry cervix adalah kondisi saat terjadi peradangan dan muncul bintik-bintik merah di dalam leher rahim.Kondisi ini ditemukan pada hampir 50% pasien wanita yang terkena trikomoniasis.

3.Epididimitis

Komplikasi lain dari penyakit ini adalah epididimitis, yaitu peradangan pada saluran epididimis. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma pada pria.

4.HIV/AIDS

Trikomoniasis juga menyebabkan Anda 2-3 kali lebih rentan untuk terkena penyakit menular seksual lainnya, terutama HIV/AIDS.

Gambaran Trichomonas  Vaginalis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease / HFMD

Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan berbagai jenis virus. Penyakit ini kerap terjadi pada anak-anak usia 5–10 tahun. Walaupun lebih sering menyerang anak-anak, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.Dengan gejala berupa sakit pada mulut serta bercak merah  di tangan dan kaki. Penyakit ini tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Namun, dalam kasus langka, flu Singapura pada anak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis dan bahkan kematian.

Penyakit tangan, kaki, mulut (HMFD) ini paling sering terjadi pada bayi dan balita. Namun, anak yang lebih dewasa dan bahkan orang dewasa juga masih bisa terinfeksi.

Gejala flu Singapura yang mungkin muncul pada anak, antara lain:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Lesi yang menyakitkan, merah, seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
  • Nyeri perut
  • Batuk
  • Bercak  merah, tanpa gatal tapi kadang disertai lepuh, pada telapak tangan, telapak kaki, dan pantat

Periode dari infeksi awal hingga masa inkubasi adalah tiga hingga enam hari. Demam sering kali merupakan gejala pertama flu singapura pada anak. Lalu, diikuti sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, atau rasa tidak enak badan.Satu hingga dua hari setelah muncul demam, mulai akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan.Bercak merah pada tangan dan kaki, atau bokong dapat terjadi dalam satu atau dua hari. Flu Singapura bisa dikenali dari urutan kemunculan gejalanya. Biasanya, gejala pertama yang muncul adalah demam dan sakit tenggorokan, lalu 1–2 hari setelahnya akan muncul sariawan, ruam, dan lepuh.

Penyebab paling umum flu Singapura pada orang dewasa maupun anak adalah virus coxsackievirus A16.Terkadang, Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lainnya juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.Virus ini bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh di dalam hidung dan tenggorokan.

Lalu, perlu diketahui apabila virus bisa menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menyentuh cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.Flu Singapura menular melalui:

  • Air liur
  • Cairan dari lepuhan
  • Tetesan pernapasan disemprotkan ke udara setelah batuk atau bersin.

Hand, foot, and mouth disease ini paling umum terjadi pada anak-anak karena seringnya pergantian popok dan toilet training.Pada masa ini, anak sering kali meletakkan tangan mereka di mulut sehingga tidak higienis.Flu Singapura pada anak paling menular pada minggu pertama. Meski begitu, virus bisa tetap berada di tubuh selama berminggu-minggu setelah tanda dan gejala hilang.Artinya, ada kemungkinan anak Anda masih bisa menu larkan penyakit ini ke orang lain.Beberapa orang, khususnya orang dewasa, dapat terkena virus ini tanpa menunjukkan tanda dan gejala penyakit.Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu Singapura tidak berhubungan dengan foot and mouth disease, yang merupakan penyakit virus menular dari hewan ternak.Anda tidak akan tertular flu Singapura dari hewan peliharaan atau hewan lain, begitu juga sebaliknya.

Virus penyebab flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Oleh sebab itu, kontak dengan cairan atau tinja penderita dapat menyebabkan seseorang tertular flu Singapura, seperti:

  • Berbagi alat makan atau minum dengan penderita
  • Tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi)
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu

Flu Singapura dapat menyerang siapa saja, namun lebih banyak dialami oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun, terutama anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak.

Terdapat beberapa faktor yang membuat Anda berisiko terserang flu Singapura, yaitu:

  • Usia. Balita lebih rentan terhadap kondisi ini.
  • Kebersihan diri yang buruk. Ini akan memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.
  • Sering berada di tempat umum.

Flu Singapura adalah penyakit menular, sehingga jika Anda kontak dengan banyak orang dalam waktu yang lama, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi.Meski begitu, tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang penyakit ini.

Komplikasi paling umum dari flu Singapura baik pada orang dewasa maupun anak adalah  dehidrasi.Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan luka pada mulut dan tenggorokan, sehingga membuat anak dan pasien lainnya susah dan sakit saat menelan.Pastikan anak Anda mendapat asupan cairan yang cukup selama terserang flu Singapura. Jika dehidrasi parah, cairan intravena (IV) atau infus mungkin diperlukan.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Keputihan atau Fluor Albus akibat Infeksi Candida Albicans/Jamur

Keputihan (leukorea/fluor albus/vaginal discharge) adalah semua pengeluaran cairan dari alat genitalia yang tidak berupa darah. Keputihan bukanlah penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. Penyebab utama keputihan harus dicari dengan anamnesa, pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan laboratorium.

Klasifikasi keputihan dibagi atas :
a. Keputihan fisiologis Berupa cairan jernih, tidak berbau dan tidak gatal, mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang.
b. Keputihan patologis Cairan eksudat yang berwarna, mengandung banyak leukosit, jumlahnya berlebihan, berbau tidak sedap, terasa gatal atau panas, sehingga seringkali menyebabkan luka akibat garukan di daerah mulut vagina.

Keputihan patologis terjadi disebabkan oleh:

Infeksi Tubuh akan memberikan reaksi terhadap mikroorganisme yang masuk ini dengan serangkaian reaksi radang. Penyebab infeksi yakni: 1) Jamur Candida albicans adalah jamur paling sering menyebabkan keputihan. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan infeksi jamur Candida sp. seperti pemakaian obat antibiotika atau kortikosteroid yang lama, kehamilan, kontrasepsi hormonal, penyakit diabetes mellitus, penurunan kekebalan tubuh karena penyakit kronis, selalu memakai pakaian dalam ketat dan dari bahan yang sukar menyerap keringat.

Kandidiasis vulvovaginalis

Definisi Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) adalah infeksi primer atau sekunder yang bersifat lokal pada area vagina oleh genus Candida, terutama Candida albicans (C. albicans). Manifestasi klinisnya sangat bervariasi dari akut, subakut dan kronis ke episodik. Proses patologis yang timbul juga bervariasi dari iritasi dan inflamasi sampai supurasi akut, kronis atau reaksi granulomatosis. Karena C. albicans merupakan spesies endogen, maka penyakitnya merupakan infeksi oportunistik.Ini merupakan mikosis sistemik yang umum, di mana Candida sp membentuk koloni di permukaan mukosa vagina semua perempuan selama atau segera setelah lahir, sehingga risiko infeksi endogen senantiasa ada. KVV adalah kondisi sangat umum yang mengenai hingga 75% wanita, setidaknya satu kali selama hidup mereka.

Perkembangan penyakit karena spesies Candida bergantung pada interaksi kompleks antara organisme yang patogen dengan mekanisme pertahanan tubuh pejamu. Infeksi kandida merupakan infeksi oportunistik yang dimungkinkan karena menurunnya pertahanan tubuh pejamu.Faktor-faktor predisposisi yang dihubungkan dengan meningkatnya insidens kolonisasi dan infeksi kandida pada vagina adalah:

a. Faktor mekanis: trauma (luka bakar, abrasi), oklusi lokal, lembab dan/atau maserasi, bebat tertutup atau pakaian, kegemukan.

b. Faktor nutrisi: avitaminosis, defisiensi besi, defisiensi folat, vitamin B12, malnutrisi generalis.

c. Perubahan fisiologis: umur ekstrim (sangat muda/sangat tua), kehamilan (terutama trimester terakhir), menstruasi, kontrasepsi hormonal (estrogen).

d. Penyakit sistemik: penyakit endokrin (diabetes melitus, penyakit cushing, hipoadrenalisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme), uremia, keganasan terutama hematologi (leukimia akut, agranulositosis), timoma, imunodefisiensi (sindroma AID).

e. Penyebab iatrogenik: pemasangan kateter, dan pemberian IV, radiasi sinar-X (xerostomia), obat-obatan (oral, parenteral, topikal, aerosol), antara lain: kortikosteroid, antibiotik spetrum luas, metronidazol, trankuilaiser, kolkhisin, fenilbutason, histamine 2-blocker. Faktor penting lainya adalah perbedaan virulensi di antara spesies Candida yang menentukan kemampuan untuk menginvasi epitel. Mekanisme invasi masih tidak jelas, tetapi mungkin menyangkut kerja enzim keratolitik, fosfolipase atau enzim proteolitik galur spesifik. Pseudohifa dapat menembus intraselular ke dalam korneosit. Terlihat ruang terang di sekitar Candida, menandakan suatu proses lisis jaringan kulit epitel yang sedang berlangsung. Bentuk hifa maupun ragi (yeast) keduanya dapat menembus jaringan pejamu dan menunjukkan virulensi yang potensial serta berperan pada infeksi manusia. Bentuk hifa mempercepat kemampuan Candida invasi jaringan.

Gejala Keluhan

a. sangat gatal atau pedih disertai keluar cairan yang putih mirip krim susu/keju, kuning tebal, tetapi dapat cair seperti air atau tebal homogen. Lesi bervariasi, dari reaksi eksema ringan dengan eritema minimal sampai proses berat dengan pustul, eksoriasi dan ulkus, serta dapat meluas mengenai perineum, vulva, dan pada wanita tidak hamil biasanya keluhan dimulai seminggu sebelum menstruasi. Gatal sering lebih berat bila tidur atau sesudah mandi air hangat. Umumnya didapati disuria dan dispareunia superfisial. Discharge keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur, seperti Candida sp., adalah cairan berwarn putih berbusa, dengan pH – Kandidiasis vulvovaginalis tidak sering atau sporadis, atau – Kandidiasis vulvovaginalis ringan sampai sedang, atau – Disebabkan oleh C. albicans, atau – Perempuan non imunokompromais/imunokompeten
b. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) sulit (complicated) – Kandidiasis vaginali rekurens, yaitu pasien yang terkena gejala simptomatik kandidiasis vulvovaginalis 4 kali atau lebih dalam setahun oleh karena berbagai faktor predisposisi, atau – Kandidiasis vulvovaginalis berat (eritema luas, edema, eksoriasi dan terbentuk fisura), atau – Kandidiasis non-albicans, atau – Perempuan dengan diabetes tidak terkontrol atau keadaan imunosupresif (mendapat kortikosteroid jangka lama, pasien HIV/AIDS) atau yang hamil.

c. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) kronis Relatif sering terjadi dengan khas rasa gatal, sering dengan eksaserbasi siklus premenstrual. Nyeri vulva terutama dispareunia dapat yang utama pada sindroma ini. Anamnesis yang tepat paling penting dalam mendiagnosis KVV kronis. Berhubungan dengan serangan berulang kandidiasis akut, menjadi semakin sering sebelum gejala berat dan kronis. Serangan biasanya didahului dengan pemberian antibiotika, tetapi dapat juga udara panas, perjalanan jauh, senggama, dan memakai baju ketat serta pasien yang mendapat terapi sulih hormon estrogen. Begitu menjadi kronis, biasanya dirasakan gatal dan pedih. Kambuh pada 7 hari sebelum menstruasi dan membaik pada permulaan menstruasi. Pemeriksaan khas tampak sangat eritema dan meradang pada vulva termasuk labia minor, siklus interlabia, introitus dan vagina. Sering tidak selalu ada keputihan yang seperti krim, juga dapat tampak normal atau agak meradang.

Gambar

Normal

Candida

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

 

READ MORE

Apa itu penyakit lupus ?

Penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi secara berlebih. Pada keadaan normal, antibodi berfungsi unuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing yang dapat menyebabkan penyakit. Pada orang yang mengalami penyakit lupus (Odapus), antibodi yang dimilikinya justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Sehingga, odapus mudah mengalami penyakit infeksi dan peradangan – akibat sel sehat diserang oleh antibodi.

Apa saja tipe penyakit lupus ?

Ada beberapa jenis penyakit lupus yang ada, yaitu:

  • Systemic lupus erthematosus (SLE), merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis penyakit ini menyerang berbagai jaringan seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
  • Discoid lupus erthematosus, adalah jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menyebabkan ruam-ruam.
  • Neonatal lupus adalah penyakit lupus yang menyerang bayi baru lahir. Penyakit ini dialami oleh bayi yang dilahirkan ibu yang memiliki kelainan antibodi.
  • Lupus akibat obat-obatan, gangguan ini biasanya hanya dialami dalam waktu yang singkat saja. Jadi beberapa obat-obatan mungkin saja menimbulkan efek samping yang gejalanya mirip lupus. Kondisi pasien akan membaik kalau penggunaan obat dihentikan.
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, merupakan lupus yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

Penyakit lupus termasuk peyakit yang jarang terjadi. Meski belum diketahui angka yang pasti, namun di Indonesia sendiri, orang yang mengalami penyakit ini ada sekitar 12.700 jiwa pada tahun 2012. Kejadian penyakit ini kemudian meningkat menjadi 13.300 pada tahun 2013. Sebagian besar orang yang memiliki penyakit lupus adalah wanita. Dilaporkan bahwa sebanyak 90% kasus penyakit lupus yang terjadi dialami oleh wanita. Kebanyakan kasus lupus terdeteksi pada pasien yang berusia 15-45 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Gejala penyakit lupus

Lupus adalah penyakit yang dikenal sebagai ‘penyakit 1000 wajah’. Sebutan ini muncul akibat penyakit kronis ini menimbulkan gejala dan tanda yang hampir mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga, penyakit ini cenderung sulit untuk dideteksi dini. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang biasanya dialami oleh odapus, menurut American College of Rheumatology:

  • Nyeri sendi
  • Sendi bengkak
  • Mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh berhari-hari hingga berbulan-bulan.
  • Di dalam urin terdapat darah atau bahkan protein (protein uria)
  • Terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit
  • Rambut rontok
  • Demam
  • Kejang-kejang
  • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru

Bila Anda mengalami setidaknya 4 gejala dan tanda tersebut, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit kronis yang diakibatkan oleh gangguan di dalam tubuh, sehingga sudah pasti bukan virus atau bakteri penyebab utamanya. Faktanya, para ahli belum mengetahui dengan pasti apa penyebab lupus. Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan hal ini. Namun, beberapa teori menyatakan bahwa penyakit lupus disebabkan karena adanya interaksi gen, hormon, dan lingkungan.

1.Faktor Genetik

Para peneliti dari John Hopkins Center, pertama kali tertarik oleh faktor penyebab penyakit lupus, dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Nyatanya, keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga, dapat meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain. Selain itu, anggota keluarga penderita lupus, ketika melakukan tes medis, cenderung positif hasilnya.
Lalu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti juga orang tersebut dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti yakin kalau penyebab penyakit lupus ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk. Tapi sayangnya, mereka masih belum bisa menentukan faktor mana yang paling kuat menyebabkan seseorang menderita lupus.

2.Hormonal

Nyatanya, wanita 9 kali lebih berisiko terkena lupus dibandingkan pria. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki, di mana keduanya jelas berbeda. Tubuh wanita menghasilkan dan menggunakan hormon estrogen yang lebih banyak, sementara tubuh laki-laki bergantung pada hormon yang disebut androgen.
Estrogen dikenal sebagai hormon “immuno-enhancing“, yang berarti bahwa wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat daripada pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, dan mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

3.Lingkungan

Selain itu, beberapa faktor lingkungan telah dikaitkan menjadi penyebab penyakit lupus. Para peneliti telah menghubungkan antara lupus dan berbagai racun lingkungan, contohnya seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri. Herpes zoster Virus (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus.

Komplikasi Penyakit Lupus

  • Lupus adalah penyakit yang mengganggu sistem kekebalan, sehingga banyak sistem atau jaringan tubuh lain yang mengalami gangguan. Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada odapus, yaitu:
  • Gangguan pada darah, seperti anemia
  • Gangguan ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah
  • Gangguan ingatan
  • Mengalami perubahan perilaku, seperti sering berhalusinasi
  • Kejang
  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Masalah pada paru-paru, contohnya peradangan pada selaput paru-paru dan pneumonia
  • Mudah terserang berbagai penyakit infeksi
  • Kanker

Gambaran Penyakit Lupus

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu Kondiloma Lata akibat Penyakit Sifilis ?

Kondilomata lata, juga dikenal sebagai kondiloma latum, mengacu pada manifestasi kulit yang jinak dan tanpa rasa sakit dari sifilis sekunder. Mereka adalah pertumbuhan berwarna kulit atau hipopigmentasi yang ditandai dengan lesi abu-abu hingga putih, biasanya terletak di area genital atau di sekitar mulut. Kondiloma lata dilaporkan pada sekitar 9% hingga 44% individu yang menderita sifilis.

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum yang disebabkan oleh bakteri spirochete, Treponema pallidum. Ini dapat menyebabkan beberapa lesi kulit, termasuk lesi datar dan terangkat (yaitu, erupsi makula dan papular, masing-masing) pada tubuh, telapak tangan, atau mulut. Selama sifilis primer, yang biasanya terjadi dalam waktu tiga minggu setelah terpapar Treponema pallidum, lesi kulit pertama akan muncul sebagian besar sebagai papula tanpa rasa sakit (yaitu, benjolan yang menonjol dengan diameter hingga 1 cm). Mereka biasanya muncul di tempat di mana bakteri awalnya masuk ke dalam tubuh dan, kemudian, menghasilkan chancre klasik (yaitu, ulkus tanpa rasa sakit 1-2 cm). Sifilis sekunder, yang biasanya dimulai dua hingga delapan minggu setelah lesi pertama, ditandai dengan munculnya ruam. Gejala umum lain dari sifilis sekunder, selain kondilomata lata, adalah tidak adanya rambut dari area tubuh (yaitu, alopecia). Ini dapat terjadi bercak, luas, di banyak bagian tubuh, termasuk alis, janggut, dan kulit kepala. Paling umum, individu dengan sifilis sekunder dengan hanya rambut rontok dan tidak ada tanda-tanda kondiloma lata.

Sifilis sekunder diketahui telah memberikan manifestasi kulit yang bervariasi dari ruam di selaput lender dan perubahan pada rambut/kuku.Manifestasi umum sifilis sekunder berupa ruam (75-100 %), limfadenopati (50-80 %), dan lesi mucocutaneous seperti mucous patch dan kondiloma lata (40-50 %).

Kondisi seperti kondilomata lata termasuk kutil kelamin dari infeksi human papillomavirus (HPV) serta karsinoma sel skuamosa. Presentasi klinisnya mungkin menyerupai manifestasi kulit sifilis sekunder.

Seperti apa bentuk kondiloma lata ?

Kondiloma lata biasanya merupakan pertumbuhan kulit yang halus, lembut, dan rata yang dapat bervariasi dalam bentuk dan ukuran. Warnanya bisa berkisar dari merah muda hingga abu-abu. Mereka biasanya berkembang di daerah yang hangat dan lembab, seperti alat kelamin (misalnya, penis, labia), anus, atau mulut. Biasanya, mereka ditemukan di daerah yang dekat dengan chancre primer, seperti kelompok di sekitar anus, terutama setelah seseorang melakukan hubungan seks anal. Ini mungkin mencerminkan penyebaran langsung organisme dari ulkus primer ke jaringan terdekat. Lebih jarang, mereka juga dapat berkembang di ketiak, telapak tangan, wajah, umbilikus, dan di antara jari-jari kaki. Pada individu dengan sistem kekebalan yang terganggu (misalnya, orang dengan HIV/AIDS, transplantasi organ, yang menjalani kemoterapi), kondiloma lata dapat berkembang biak menjadi kelompok besar.

Apa penyebab kondiloma lata ?

Kondiloma lata merupakan ciri sifilis sekunder. Sifilis sekunder mengacu pada periode dua hingga delapan minggu setelah munculnya lesi sifilis primer. Selama fase sekunder, infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh, dan individu yang terinfeksi sangat menular.

Bagaimana kondiloma lata didiagnosis dan diobati ?

Awalnya, untuk mendiagnosis kondiloma lata, profesional kesehatan mungkin bertanya tentang riwayat seksual individu dan episode penyakit menular seksual sebelumnya. Pada kebanyakan kasus, kondiloma lata dapat dengan mudah diidentifikasi dan didiagnosis melalui pemeriksaan fisik pada area genital. Pemeriksaan lesi dengan pembesaran (yaitu, kolposkop: digunakan untuk memeriksa lesi serviks, vagina, atau vulva) mungkin juga diperlukan untuk evaluasi yang lebih rinci.

Seringkali, diagnosis dapat dikonfirmasi dengan tes diagnostik tambahan, termasuk tes serologis (yaitu, tes darah yang mendeteksi adanya antibodi terhadap Treponema pallidum). Biopsi diperlukan untuk membedakan kondiloma sifilis dari lesi yang diinduksi HPV (misalnya kutil kelamin). Visualisasi banyak spirochetes dengan immunostaining (yaitu, proses selektif mengidentifikasi protein dalam sel) juga dapat mengkonfirmasi diagnosis condylomata lata.

Apa fakta terpenting yang perlu diketahui tentang kondiloma lata?

Kondiloma lata mengacu pada lesi jinak, tidak nyeri, seperti kutil yang berhubungan dengan sifilis sekunder. Mereka sebagian besar adalah pertumbuhan berwarna kulit yang berkembang di daerah yang hangat dan lembab, seperti mulut, alat kelamin, atau anus. Biasanya, kondiloma lata halus, lunak, rata, dan dapat bervariasi dalam bentuk dan ukuran. Diagnosis dapat dicapai melalui tinjauan riwayat medis dan pemeriksaan fisik pada area genital. Bila perlu, pengujian serologis lebih lanjut atau bahkan biopsi dapat dilakukan.

Keluhan yang tiba-tiba menghilang pada sifilis bukan merupakan tanda sembuh melainkan tanda penyakit memasuki masa laten yang bisa berlangsung bertahun-tahun yang saat kambuh kembali menjadi stadium 3 yang mengenai berbagai organ mulai dari mata, gigi, kulit, jantung, ginjal, sampai otak.

Gambaran Kondiloma Lata

\

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Ulcus Durum Akibat Penyakit Sifilis

Stadium dini T. pallidum masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi atau selaput lendir, biasanya melalui senggama. Kuman tersebut membiak, jaringan bereaksi dengan membentuk infiltrat yang terdiri atas sel-sel limfosit dan sel- sel plasma, terutama di perivaskular, pembuluh-pembuluh darah kecil berproliferasi di kelilingi oleh T. pallidum dan sel-sel radang. Treponema tersebut terletak di antara endotelium kapiler dan jaringan perivaskular di sekitarnya. Enarteritis pembuluh darah kecil menyebabkan perubahan hipertrofik endotelium yang menimbulkan obliterasi lumen (enarteritis obliterans).

Kehilangan pendarahan akan menyebabkan erosi, pada pemeriksaan klinis tampak sebagai S1. Sebelum S1 terlihat, kuman telah mencapai kelenjar getah bening regional secara limfogen dan membiak. Pada saat itu terjadi pula penjalaran hematogen dan menyebar ke semua jaringan di badan, tetapi manifestasinya akan tampak kemudian. Multiplikasi ini diikuti oleh reaksi jaringan sebagai SII, yang terjadi enam sampai delapan minggu sesudah S1. S1 akan sembuh perlahan-lahan karena kuman di tempat tersebut jumlahnya berkurang, kemudian terbentuklah fibroblas-fibroblas dan akhirnya sembuh berupa sikatriks. SII juga mengalami regresi perlahan-lahan dan lalu menghilang.

Pada tahap primer, luka yang tidak menimbulkan rasa sakit akan muncul di tempat saat pertama kali bakteri masuk ke dalam tubuh.Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu sejak awal bakteri masuk dengan jangka waktu berkisar antara 10-90 hari.Jika berada di tahap primer ini, Anda dapat dengan mudah menularkan bakteri penyebab penyakit sifilis kepada orang lain.

Berikut gejala yang ditimbulkan akibat sifilis (sipilis) tahap primer:

  • Pada pria, luka ini sering muncul di daerah kelamin, biasanya (tapi tidak selalu) pada penis. Luka ini sering menimbulkan rasa sakit.
  • Pada wanita, luka dapat berkembang pada bagian luar alat kelamin atau di bagian dalam vagina, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit (chancre).
  • Perkembangan  kelenjar getah bening dapat terjadi di daerah sekitar luka.
  • Luka dapat terjadi di bagian tubuh lain selain kelamin.
  • Luka biasanya satu  tetapi bisa lebih dari satu.
  • Benruk luka bulat atau lonjong, ukuran beberpa mm sampai 2 cm, tepi ulkus teratur, batas tegas dengan tanpa radang, permukaan ulkus bersih, berwarna merah, isi ulkus berupa cairan serous, tidak nyeri tekan.

Luka biasanya berlangsung selama 3-6 minggu dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Akan tetapi, luka mungkin akan meninggalkan bekas tipis.Meskipun luka telah sembuh, bukan berarti sipilis juga menghilang. Anda masih bisa menularkan sipilis pada orang lain selama ada di kondisi ini.

Gambaran Ulkus Durum akibat penyakit Sifilis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE
Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...