BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

Apa itu Sifilis Kongenital ?

Definisi
Sifilis kongenital adalah penyakit sifilis yang diderita bayi dengan manifestasi klinis sifilis kongenital; atau ditemukannya Treponema pallidum pada lesi, plasenta, tali pusat atau otopsi jaringan; atau bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita sifilis yang belum mendapat pengobatan atau telah mendapat pengobatan namun tidak adekuat sebelum atau selama kehamilan, atau ibu yang telah mendapat terapi penisilin tetapi tidak menunjukkan respons serologi; atau ditemukannya salah satu dari hal berikut, yaitu pemeriksaan radiologi tulang panjang dan/atau cairan serebrospinal yang sesuai gambaran sifilis kongenital.

Epidemiologi
Sejak tahun 1980, di Amerika Serikat terdapat peningkatan yang pesat jumlah kasus sifilis primer dan sekunder dan mencapai puncaknya pada tahun 1990 yaitu 20,3 kasus per 100 000 populasi. Namun kemudian terjadi penurunan jumlah kasus sifilis primer dan sekunder mencapai 3,2 kasus per 100.000 populasi pada tahun 1997. Faktor risiko yang berhubungan dengan sifilis maternal adalah usia muda, sosial ekonomi rendah, kurangnya pemeriksaan selama kehamilan yang adekuat, pernah menderita penyakit menular seksual, perilaku seksual tinggi, dan pemakai obat narkotika. Transmisi transplasental lebih sering terjadi pada ibu hamil yang menderita sifillis primer atau sekunder dibandingkan dengan yang menderita sifilis laten.

Etiologi
Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum. Treponema berasal dari bahasa Yunani yang berarti benang yang terpuntir. Panjang mikro-organisme ini 5-20 mm dan diameternya 0,092-0,5 mm.

Manifestasi Klinis
Plasenta dari bayi yang menderita sifilis kongenital dapat mengalami plasentomegali yang didefinisikan oleh Hoddick dkk sebagai penebalan plasenta yang melebihi + 2 SD ( deviasi standar) disesuaikan dengan usia kehamilan.12 Kematian janin atau perinatal terjadi pada 40% bayi yang terinfeksi.8 Persalinan preterm dan pertumbuhan janin terhambat juga telah dilaporkan.6 Pada bayi yang tetap hidup, manifestasi klinis dibagi dalam stadium dini dan stadium lanjut.

Stadium dini terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan, sedangkan stadium lanjut terjadi setelah usia dua tahun. Kurang lebih dua pertiga bayi tidak menunjukkan gejala klinis saat dilahirkan, tetapi jika tidak diobati gejala akan muncul dalam beberapa minggu atau bulan. Manifestasi klinis bervariasi dan dapat mengenai beberapa organ. Organ yang sering terkena adalah hati dan limpa berupa pem besaran (hepatosplenomegali), ikterik yang menetap dan peningkatan enzim hati.Limfadenopati bersifat difus dan sembuh dengan sendirinya. Kelainan kulit dapat berupa eritematosa makulopapular atau lesi bula diikuti oleh deskuamasi pada telapak tangan dan kaki. Dapat pula ditemukan lesi kondiloma yang khas pada membran mukosa dan rinitis.

Bila terdapat osteokondritis, akan terasa nyeri yang dapat menyebabkan bayi menjadi sensitif dan tidak mau menggerakkan tungkainya (pseudoparalisis Parrot). Kelainan susunan saraf pusat, gagal tumbuh, korioretinits, nefritis, dan sindrom nefrotik dapat juga ditemukan. Manifestasi klinis yang mengenai ginjal dapat berupa hipertensi, hematuria, proteinuria, hipoproteinemia dan hiperkolesterolemia. Hal ini diakibatkan oleh deposit kompleks imun di glomerulus. Gambaran klinis yang jarang dapat berupa gastroenteritis, peritonitis, pankreatitis, pneumonia, kelainan mata (glaukoma dan korioretinitis), hidrops, dan masa pada testis. Manifestasi lanjut merupakan akibat inflamasi kronis pada tulang, gigi, dan susunan saraf pusat.

Perubahan tulang akibat periostitis yang menetap atau berulang dan berhubungan dengan penebalan tulang dapat berupa frontal boosing, penebalan sternoklavikula yang unilateral atau bilateral, bagian tengah tibia yang melengkung ke depan (Saber shins), dan ska pula skapoid. Kelainan hidung berupa saddle nose akibat rinitis yang menghancurkan tulang seki tarnya. Manifestasi stadium lanjut dapat berupa keratitis interstitialis yang unilateral atau bilateral dengan gejala fotofobi dan lakrimasi, diikuti opaksifikasi kornea yang mengakibatkan kebutaan pada beberapa minggu sampai dengan beberapa bulan.

Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit sifilis adalah neurosifilis. Neurosifilis terjadi pada kurang lebih 60% bayi yang menderita sifilis kongenital. Hal ini ditandai dengan uji VDRL dari bahan CSS (+), pleositosis, dan peningkatan protein.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu penyakit SIFILIS ?

Definisi Sifilis adalah penyakit infeksi yang dapat digolongkan Penyakit Menular Seksual (PMS), yang disebabkan oleh Treponema palidium, yang bersifat kronis dan bekerja secara sistemik.

Epidemiologi

Asal penyakit tidak jelas. Sebelumnya belum dikenal di Eropa. Pada tahun 1494 terjadi epidemi di Napoli. Pada abad ke-18 baru diketahui bahwa penularan sifilis melelui hubungan seksual. Pada abad ke-15 terjadi wabah di Eropa. Sesudah tahun 1860, morbilitas sifilis menurun cepat. Selama perang dunia II, kejadian sifilis meningkat dan puncaknya pada tahun 1946, kemudian menurun setelah itu. Pada tahun 2011, sejumlah 360 kasus untuk sifilis  kongenital yaitu anak atau bayi yang mendapatkan sifilis dari ibunya. Sifilis diderita oleh waria 25%, pekerja seks langsung 10%, pria yang berhubungan seks sesama pria 10%, pekerja seks tidak langsung 3%, dan narapidana 3%. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia).

Penyebab  Sifilis 

Treponema Pallidum .Bentuk spiral; panjang mikron dan lebar 0,1- 0,2 mikron.Gerakan berotasi undulasi sisi ke sisi. Mati pada kekeringan, panas, antiseptik ringan, hidup beberapa lama di luar tubuh. Sifilis  dapat menular melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis dan kontak kulit dengan lesi yang mengandung T. Pallidum.

Tahapan penyakit sifilis

1. Sifilis primer

Seseorang dengan sifilis primer umumnya mengalami luka di tempat infeksi awal.Luka ini biasanya terdapat di sekitar alat kelamin, sekitar anus, atau mu lut.Luka ini biasanya berbentuk bulat dan dinamakan chancre. Gejala sifilis akan  muncul 2-4 hari setelah infeksi terjadi, termasuk chancre, yaitu saat bakteri masuk ke dalam tubuh.Sifilis jenis ini sering terasa pada alat kelamin, tetapi juga bisa dili hat di mulut atau rektum jika kedua bagian tersebut terlibat dalam aktivitas seksu al.Umumnya, gejala sifilis akan muncul  dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-5 minggu.

2. Sifilis sekunder

Dalam beberapa minggu setelah penyembuhan chancre yang asli, Anda mung kin akan mengalami ruam yang di sekujur tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.Ruam ini biasanya tidak gatal dan dapat disertai dengan munculnya  kutil di mulut atau area kelamin Anda.Beberapa orang dengan sifilis sekunder juga me ngalami rambut rontok, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, hingga pembengkak an kelenjar getah bening.Seperti tahap pertama (primer), gejala-gejala di atas dapat hilang dengan sendiri nya.Namun,  Mayo Clinic menyebut tanda dan gejala ini da pat datang berkali-kali dan hilang selama satu tahun.Beberapa penderita yang su dah berada pada stadium dua atau tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala penyakit sifilis.

3. Sifilis laten

Sifilis laten terjadi di antara tahap kedua (sekunder) dan tahap ketiga (tersier). Pada tahap  laten, Anda tidak mengalami gejala apa pun dari penyakit sifilis ini.Tahap laten ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.Tanda dan gejala mungkin tidak akan pernah kembali lagi atau justru berkembang menjadi tahap keempat, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis tersier

Sekitar 15-30% orang yang terinfeksi sifilis tetapi tidak diobati kemungkinan berisiko mengalami komplikasi yang dikenal dengan nama sifilis tersier.Tahap ke-4 dari gejala sifilis muncul 10-40 tahun setelah infeksi awal.Dalam tahap ini, sifilis akan merusak otak, saraf, mata, jantung, aliran darah, hati, tulang, dan otot.

Komplikasi sifilis

Jika tidak diobati, sifilis bisa merusak kesehatan tubuh Anda, bahkan dapat me ningkatkan risiko terinfeksi HIV.Sementara itu, bagi para perempuan, sifilis bisa menyebabkan komplikasi  kehamilan.Pengobatan sifilis bisa membantu mencegah kerusakan pada tubuh di kemudian hari.Namun, pengobatan penyakit sifilis terse but tidak dapat memperbaiki atau mengembalikan kerusakan yang telah terjadi.

Komplikasi yang mungkin terjadi pada orang dengan sifilis adalah sebagai berikut:

1. Benjolan kecil atau tumor

Benjolan kecil atau tumor yang disebut gumma dapat berkembang pada kulit, tu lang, hati, atau organ lain pada tahap akhir sifilis. Gumma biasanya hilang setelah perawatan dengan obat.

2. Masalah saraf

Sipilis dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf Anda, termasuk:

  •  Sakit kepala
  •  Stroke
  •  Meningitis
  • Kehilangan pendengaran
  • Masalah kelihatan, termasuk kebutaan
  • Demensia
  • Disfungsi seksual pada pria (impotensi)
  • Inkontinensia kandung kemih

3. Masalah kardiovaskular

Masalah akibat sipilis ini mungkin termasuk penonjolan (aneurisma) dan radang aorta.Aorta adalah arteri utama pada tubuh. Sifilis juga dapat merusak katup jantung.

4. Infeksi HIV

Orang dewasa dengan sipilis yang ditularkan secara seksual diperkirakan memiliki 2-5 kali lipat risiko tertular HIV.Luka sifilis dapat berdarah dengan mudah sehingga memungkinkan virus HIV masuk ke dalam aliran darah Anda selama melakukan aktivitas seksual.Jika seseorang dengan HIV juga memiliki sifilis, penyebaran virus akan meningkat, sekalipun mereka minum obat HIV.

5. Komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi

Jika sedang hamil, Anda mungkin akan menurunkan sifilis pada bayi Anda yang belum lahir.Sifilis bawaan meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, atau kematian bayi setelah beberapa hari setelah lahir.

Tes pada pasangan seksual Anda, seperti:

  • Sifilis primer: pasangan sejak tiga bulan lalu.
  • Sifilis sekunder: pasangan sejak enam bulan lalu.
  • Sifilis laten: pasangan sejak tahun lalu (karena mungkin ada chancre yang tidak terdeteksi sebelumnya).

Gambar  gejala Sifilis

Fase Primer

Fase Sekunder

Fase Laten/asimtomatik

Jika pengobatan masih belum tuntas atau tidak dilakukan sama sekali, maka akan masuk ke dalam tahap laten ini. Ini adalah tahapan setelah seseorang terinfeksi dan ruam pada tahap se kunder hilang. Pengidap tidak akan merasakan gejala apa pun dalam beberapa waktu (tahap laten). Bisa saja gejala bertahan hingga satu tahun atau bahkan 5-20 tahun gejala sifilis hi lang. Hal ini terjadi sekitar 1 tahun setelah timbul sifilis sekunder. Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama se kali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun.

Fase Tersier

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Skrofuloderma ?

Skrofuloderma adalah penyakit tuberkulosis pada kulit. Penyakit ini disebut juga dengan nama tuberculosis colliquativa cutis.

READ MORE

Apa itu TBC Kulit atau TBC Kutis ?

TBC kulit ialah infeksi di kulit oleh kuman mikobakteria. Penyakit ini cenderung meningkat pada pasien AIDS, Adanya M.tuberculosis yang resisten, peningkatan terapi imunosupresif dan peningkatan human migration.

Jenis TBC Kutis :

1.Eksogen, manifestasi klinis :

  • TB Chancre
  • TB Kutis Verukosa
  • Lupus Vulgaris

2. Endogen, manifestasi Klinis :

  • TB Orifisialis
  • Skrofuloderma
  • TB Kutis Gumosa
  • TB Kutis Miliaris

Epidemiologis

Di Negara Barat yang sering ditemukan Lupus vulgaris, sedang di daerah tropis (Indonesia) sering ditemukan Skrofuloderma dan Tuberkulosis kutis verukosa.

Gambaran Klinis TBC Kutis

Tuberkulosis Chancre

Skrofuloderma

Tuberkulosis Kutis Verukosa

Tuberkulosis Kutis Gumosa

Tuberkulosis Kutis Orifisialis

Lupus  Vulgaris

Tuberkulosis Papulo Nekrotika

Liken  Sklofulosorum

Eritema  Nodosum

Eritema  Induratum  Bazin

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Tips Cara Merawat Vagina Saat Menstruasi

Tips cara merawat vagina saat menstruasi :

  • Rajin Ganti Pembalut.
    • Jika sedang mens harus sering ganti pembalut, apalagi ada darah kental harus langsung diganti, jangan sampai menempel, karena darah merupakan media baik untuk tumbuh bakteri.Ganti pembalut minimal tiap 6 jam Darah merupakan media baik untuk tumbuhnya bakteri, oleh karena itu pada saat menstruasi, jika ada darah kental pada pembalut maka segera gantilah pembalut nya.3
  • Ganti Pakaian Dalam.
    • Ganti Pakaian dalam minim 2x/hari, berbahan katun, hindari poliester atau nilon untuk menjaga kelembaban, pakailah pakian dalam yang mudah menyerap keri ngat. Apalagi di Indonesia iklimnya panas, jika sudah merasa terlalu lembab, seba iknya kita langsung mengganti celana.
  • Hindari celana ketat dan berbahan tebal.

    • Celana ketat dan tebal akan mengganggu sirkulasi udara disekitar vagina, sehing ga terganggu kelembabannya dan memudahkan tumbuhnya jamur. Jika sudah dirumah pakailah baju yang longgar sehingga sirkulasi udara ditubuh menjadi lebih baik.

  • Bersihkan vagina dan anus dengan air
    • Bersihkan vagina dan anus dengan air bersihkan dari depan ke belakang dan keringkan dengan handuk atau tisu tanpa pengharum .Setelah membersihkan vagina dan anus, pakailah handuk yang bersih.Hindarilah pemakaian handuk bekas orang lain, supaya tidak terkena infeksi
  • Hindari sabun dengan parfum.
    • Hindari sabun dengan parfum, spray, parfum. Parfum dalam sabun bersifat iritasi dan akan merubah pH vagina.
  • Cukur bulu di kemaluan
    • Rambut pubis yang tebal akan meyerap air, bilaslah lebih banyak dengan air, usai buang air kecil. Hal inilah yang membuat kondisi vagina lembab damemungkinkan bakteri mudah menempel. Bulunya dicukur atau diwaxing, pastikan pisaunya tajam, bersih, tidak berkarat, tidak digunakan bergantian dengan orang lain. Jika akan diwaxing, pastikan bahan yang digunakan tidak membuat alergi, apalagi se tiap orang punya sensitivitas berbeda-beda. Jika mempunyai dana cukup, bisa dilakukan dengan laser hair removal yang dikerjakan oleh dokter.
  • Simpanlah pembalut dengan tertutup ditempat yang bersih.
    • Simpanlah pembalut dengan tertutup ditempat yang bersih. Sering para wanita melupakan cara menaruh pembalut sembarangan, sehingga mudah terkena debu
  • Saat menjemur dan menyimpan celana dalam, supaya ditempat yang bersih
    • Cara menjemur celana dalam, jemurlah celana dalam dengan posisi bagian dalam tetap berada didalam sehingga tidak terkontak dengan bahan lain, dan jemurlah ditempat yang bersih.

Tips cara merawat vagina yang benar

Untuk menjaga kebersihan dan kelembaban vagina maka perlu dilakukan:

  1. Cuci vagina dengan air biasa/hangat dengan tangan yang bersih dari depan ke belakang. Setelah buang air kecil, gunakanlah air bersih/air hangat yang mengalir dari depan ke belakang, supaya kuman dari anus tidak pindah ke vagina.
  2. Jika buang air besar, maka bersihkan bagian depan kemudian baru kebelakang. Setelah buang air besar, maka bersihkan dulu bagian depan, baru kebelakang bagian dibagian anus, sampai tidak ada sisa kotoran.
  3. Jangan memakai sabun pewangi, sabun busa karena akan merubah pH vagina. Keinginan wanita selalu harum, tetapi akibat parfum yang terdapat pada sabun, akan menyebabkan iritasi vagina dan dapat menyebabkan perubahan pH vagina dengan akibatnya bakteri Lactobasillus akan mati dan diganti bakteri patogen yang menyebabkan keputihan .Klau ingin harum cukup semprot parfum di paha bagian dalam.
  4. Keringkan kulit sekitar vagina dengan handuk atau tisu lembut tanpa pengharum, Jika sekitar vagina tidak kering maka kulit sekitarnya akan lembab, hal ini akan memudahkan tumbuhnya jamur.
  5. Jangan ditambah bedak, deodoran atau pewangi disekitar vagina. Bedak meru pakan media yang baik untuk tumbuhnya jamur, jadi hindarilah pemakian bedak, juga deodorant atau pewangi. Kalau memakai pewangi pakailah di paha bagian dalam, tetapi perhatikan jika timbul rasa gatal dan kulit berwarna merah, maka hentikanlah karena akan menyebabkan kulit berwarna coklat atau hitam (hiperpigmentasi post inflamasi).
  6. Hindari mandi dalam posisi duduk karena meningkatkan infeksi di kemaluan dan saluran kemih, Pada keadaan mandi duduk, maka air akan tergenang disekitar kemaluan, dan akan memudah bakteri untuk masuk keliang vagina.

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu psoriasis pada anak ?

Psoriasis yaitu penyakit kronis, tidak menular, ditandai dengan pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.Akibatnya , sel kulit yang baru akan terus menumpuk dipermukaan sehingga membentuk bercak yang tebal berwarna merah dan bersisik.

READ MORE

Apa itu Hidradenitis Suppurativa ?

Hidradenitis Supurativa adalah peradangan kulit kronis yang ditandai oleh adanya komedo  dan satu atau lebih merah, benjolan lembut (lesi). Lesi sering membesar, membuka dan mengeluarkan nanah.

READ MORE

Apa itu Ulkus Cruris atau Ulkus pada Tungkai ?

Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir atau hilangnya jaringan Epidermis sampai dermis atau lebih dalam berbentuk bulat atau tidak teratur, mempunyai tepi, dinding, dasar dan isi dengan ukuran bervariasi. Kematian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit, berbau.

READ MORE

Apa itu ruam popok pada orang dewasa ?

Ruam popok atau Diaper rash pada orang dewasa, dimana kulit tertutup popok mengalami peradangan dan inflamasi sekitar bokong, kelamin, sekitar anus dan perut atas. Biasanya popok yang berisi urin atau faeces bersentuhan dengan kulit terus menerus dalam jangka waktu yang lama sehingga lembab dan mudah terinfeksi bakteri dan jamur.Ruam popok pada orang dewasa. ini adalah fenomena inflamasi yang terjadi karena perkembangan infeksi bakteri atau jamur.

Ruam popok paling sering terjadi di mana kelembaban terus-menerus dibuat, atau di mana kulit bergesekan dengan pakaian. Orang dewasa mengalami sensasi terbakar dan gatal, ketidaknyamanan. Dan jika infeksi sekunder ditambahkan ke ini, peradangan meningkat.

Orang dewasa dapat menderita fenomena yang tidak menyenangkan karena sejumlah alasan:

  • Hyperhidrosis/keringat berlebihan, ketika seseorang menderita peningkatan pemisahan keringat;
  • Kelebihan berat badan – dengan latar belakang ini mungkin ada sekresi kelenjar sebaceous yang berlebihan;
  • Inkontinensia urin/ngompol;faeces/kotoran manusia;
  • Kebersihan yang tidak tepat atau tidak memadai;
  • Kekebalan melemah;
  • Diabetes;
  • Jika Anda alergi terhadap makanan atau formulasi apa pun yang Anda gunakan saat mandi.

Ruam popok seorang wanita dapat berkembang jika dia memakai pembalut tidak hanya selama menstruasi, tetapi setiap hari. Dan wanita dewasa mengalami ruam popok di area selangkangan jika memilih pakaian dalam atau pakaian berbahan sintetis.

Apa alasan lain yang dapat menyebabkan munculnya ruam popok? Ini adalah infeksi virus dapat memicu iritasi kulit, seperti diare, wasir.

Tentu saja, alasan paling jelas mengapa ruam popok terjadi pada orang dewasa, yang membutuhkan perawatan yang tepat, adalah jika pasien berbaring untuk waktu yang lama. Situasi ini disebabkan, misalnya, oleh stroke atau ketika orang dewasa menerima trauma mekanis.

Iritasi pada lipatan kulit terjadi jika tubuh dalam keadaan kepanasan untuk waktu yang lama dan tidak ada ventilasi, yaitu ventilasi dangkal. Prosesnya cukup sederhana untuk dijelaskan. Untuk mendinginkan tubuh, tubuh perlu memproduksi keringat. Misalnya, ini adalah bagaimana ruam popok muncul pada orang dewasa di selangkangan: bakteri dan jamur mulai berkembang biak dengan intensitas tinggi pada kulit yang basah. Kulit menjadi merah dan teriritasi.

Bagaimana kulit di bokong, lebih tepatnya, di sebelahnya, menjadi iritasi? Ini biasanya terjadi pada orang tua jika ia menderita inkontinensia urin/faeces. Ruam popok seperti itu masih bisa terjadi dengan retakan di rektum atau wasir.

Gejala ruam popok pada lansia

Gejala ruam popok pada lansia tidak berbeda dari bayi. Berikut kondisi yang dapat timbul sebagai gejala ruam popok pada orang tua:

  • Kulit yang berwarna merah muda, kering, dan gatal ringan.
  • Kulit merah, iritasi, terluka, bengkak, atau terlihat seperti bekas luka bakar pada kasus serius.
  • Kerusakan jaringan kulit.
  • Rasa panas seperti terbakar.
  • Gatal-gatal

Ruam popok orang tua  bisa muncul pada beberapa bagian tubuh, seperti dae rah bokong, paha, atau bagian kelamin hingga bagian pinggul.Pada kasus ruam po pok yang disebabkan oleh infeksi jamur, muncul juga gejala yang meliputi kulit me rah padam yang membengkak dan benjolan kecil berwarna merah yang menjalar di luar dari bagian gatal utama hingga ke lipatan kulit.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

 

READ MORE

Apa itu Ulkus Genital atau Borok pada Kelamin ?

Ulkus genital merupakan salah satu gejala pada infeksi menular seksual (IMS) yang selama perjalanan penyakitnya ditemukan borok pada kelamin baik pada pria maupun Wanita.

READ MORE

Apa itu Dermatitis Popok ?

Dermatitis popok/ napkin dermatitis/ diaper dermatitis yaitu :

Dermatitis akut yang terjadi di daerah genitokrural sesuai dengan tempat kontak popok (bagian cembung) terutama dijumpai pada bayi akibat memakai popok.

READ MORE

Apa itu acne atau jerawat ?

Jerawat adalah penyakit peradangan kronis pada folikel pilisebasea ditandai dengan adanya lesi polimorpik berupa  komedo, papul, pustule, nodus dan kista ditempat predileksi. Kadang terdapat rasa gatal ringan. Jerawat yang sembuh meninggalkan bekas berupa bercak kehitaman atau putih atau jaringan parut.

Kriteria Diagnostik

Klinis dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, terutama mengenai usia remaja, namun dapat juga terjadi pada usia prepubertas (neonates, bayi,anak) atau pasca pubertas (dewasa).

Lokasi yang sering : wajah, leher, bahu, lengan atas, dada dan punggung. Meski jerawat dapat timbul di daerah kulit lain yang mengandung kelenjar sebasea misalnya pada bokong dan paha.

Jenis Jerawat : 

  • Acne Conglobata
  • Occupational Acne
  • Cosmetic Acne
  • Drug-Induced Acne
  • Infantile Acne
  • Late Onset Acne
  • Acne Excoriee
  • Acne Fulminans
  • Post-Facial Massage Acne

Gradasi keparahan jerawat menurut Lehman  ringan, sedang dan berat

  • jerawat ringan : komedo < 20 atau lesi meradang < 15 , total lesi < 30
  • Jerawat sedang : komedo 20-100 atau lesi radang 15-50, total lesi 30-150
  • Jerawat berat : kista >5 atau komedo >100 atau lesi meradang >50, atau total lesi > 125

Penyebab Jerawat :

  • Genetik.
  • Hormonal.
  • Faktor bakteri.
  • Riwayat keluarga dengan jerawat.

UNIT  Pilosebaseus

Open Comedo

Close Comedo

Jenis – jenis jerawat atau Acne beserta gambarnya :

Conglobata Acne

Drug-Induced Acne

Cosmetic Acne

Infantile Acne

Acne Excoriee 

Acne Fulminans

Post-Facial Massage Acne

Acne Nodulo Cystic

Late Onset Acne

Acne Akibat Kerja

Varian Acne atau Jerawat

Eidermal Growth Factor Receptor Inhibitor Associated Eruption

Penyakit yang menyerupai jerawat

Bentuk Sikatrik akibat perawatan  Jerawat yang tidak benar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

 

READ MORE
Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...