Dermatitis popok/ napkin dermatitis/ diaper dermatitis yaitu :
Dermatitis akut yang terjadi di daerah genitokrural sesuai dengan tempat kontak popok (bagian cembung) terutama dijumpai pada bayi akibat memakai popok.
Kriteria klinis :
- Riwayat perjalanan penyakit: kontak lama dengan popok basah (urin/feses).
- Lokasi: bokong, area perianal, genital, paha bagian dalam dan daerah pinggang, sesuai dengan area kontak popok.
- Pada anak frekuensi tertinggi pada usia 9-12 bulan dan 12-24 bulan.
- Bercak kemerahan, berbatas agak tegas (bentuk mengikuti bentuk popok yang berkontak, mons pubis, skrotum pinggang dan perut bagian bawah), disertai papul, vesikel, pustul, erosi, maserasi ringan dan eskoriasi.
- Pada stadium lanjut gambaran klinis lebih berat, dapat menjadi erosi, nodul, infiltrat dan ulserasi.
- Cara penggunaan popok dimulai dari jenis popok yang biasa digunakan, frekuensi penggantian popok sehari-harinya, penggunaan krim atau salep pada popok dan cara membersihkan area yang menggunakan popok.
- Tanda-tanda infeksi sekunder seperti demam, atau keluarnya pus dari ruam
- Riwayat alergi atau atopi di keluarga untuk kemungkinan atopi dermatitis sebagai etiologi dari terjadinya diaper rash.
- Bila terinfeksi jamur kandida (biasanya harus dipikirkan bila sudah lebih dari 3 hari) tampak plak keme rahan (merah cerah), lesi lebih basah disertai maserasi, berbatas tegas, didaerah tepi lesi terdapat pa pul, pustul, kadang terdapat lesi satelit.
Penyebab ruam popok (diaper rash) :
dapat berupa satu kausa spesifik maupun gabungan dari berbagai penyebab. Namun, kebanyakan ruam popok disebabkan oleh dermatitis kontak iritan. Beberapa hal berikut ini dapat menyebabkan ruam popok :
- Hidrasi kulit secara berlebihan yang menyebabkan maserasi.
- Iritiasi kulit yang disebabkan paparan terus menerus dari urin dan feses.
- Diare, yaitu peningkatan frekuensi buang air besar.
- Efek samping dari antibiotik oral yang biasa memicu timbulnya infeksi jamur kandida.
- Gesekan kulit oleh popok secara terus menerus.
Reaksi alergi yang dapat timbul akibat popok atau sabun, pelembap kulit, atau bahkan tissue pembersih bokong setiap pergantian popok
Penyebab ruam popok, perlu diingat bahwa kulit infant berbeda dengan orang dewa sa. Secara histologis, kulit infant memiliki keratinosit yang lebih kecil, struktur mikrorelief lebih tebal, stratum korneum yang lebih tipis, proliferasi sel lebih besar, dan serat kola gen tersusun secara berbeda. Pada kulit infant, konsentrasi dari produk proteolisis filag grin, atau juga dikenal dengan natural moisturization factor (NMF), lebih rendah. Koloni sasi flora normal juga berbeda dengan dewasa, dimana pada infant yang terbanyak ad alah Firmicutes. Semua hal ini akan menyebabkan kulit infant lebih rentan bila menga lami pergeseran homeostasis sedikit saja, misalnya jika terjadi hidrasi yang meningkat atau pH kulit menjadi basa.
Komplikasi
Komplikasi berupa ulkus dapat timbul karena maserasi dan abrasi kulit akibat gesekan popok secara terus menerus.
Perubahan pH
Situasi asam merupakan kondisi yang ideal pada kulit daerah inguinal dan bokong dalam menjaga flora normal sebagai proteksi untuk melawan bakteri dan jamur patogen. Nilai normal pH pada kulit adalah antara 4,5 dan 5,5. Namun, paparan feses dan urin akan meningkatkan pH kulit menjadi basa. Feses meningkatkan pH melalui enzim lipase dan protease, sedangkan urine meningkatkan pH melalui hidrolisis urea oleh urease.





Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Lokasi Praktek
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan


