Ulkus genital merupakan salah satu gejala pada infeksi menular seksual (IMS) yang selama perjalanan penyakitnya ditemukan borok pada kelamin baik pada pria maupun Wanita. Penye babnya bisa karena sifilis, ulkus mole akibat bakteri gram negative Haemophilus ducreyi, herpes simpleks genitalis, Limfogranuloma venereum (LGV), dan Granuloma Inguinale Donovanosis.

Gejala yang tampak pada penderita

1. Borok karena Sifilis/ Ulkus Durum

Penyakit disebabkan oleh Treponema pallidum , keluhan luka di genital, anus ataupun rongga mulut.Biasanya dengan keluhan demam, lemah. Bagian luka berwarna merah, tidak nyeri, per mukaan bersih. Riwayat, berganti-ganti pasangan, berhubungan seksu al dengan penderita luka yang sama. Secara global, terdapat 10,6 juta kasus sifilis pada tahun 2008 dan terus terjadi pe ningkatan. Peningkatan terbesar pada usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun, penularan sifilis meningkat pada laki lebih besar dari perempuan.

2. Ulkus Molle/ Chancroid

Penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, disebabkan oleh Haemophilus ducreyi. Gejala yang khas berupa ulkus nekrotik, nyeri pada luka, sering diserta nanah dan pembesaran kelen jar lipatan paha. Dasar boroknya kotor, bergaung,warna abu kekuningan, mudah berdarah, tepinya jelas. Tersebar di daerah tropic dan subtropic. Frekwensi pada perempuan lebih banyak. Penularan lewat kontak seksual. Pencegahannya menggunakan kondom Ketika melakukan seksual, tidak berganti pasangan.

3. Ulkus Genital akibat Herpes Simplex

Infeksi pada genital akibat infeksi Virus Herpes Simplex, dengan gejala lepuh berkelompok, berdinding tipis, mudah pecah dengan dasar kemerahan. Penderita juga mengeluh demam, nyeri otot. Didaerah lesi setelah terbentuk lepuh, kemudian pecah dengan dasar dangkal dan kemerahan. Keluar duh tubuh vagina maupun uretra. Bersifat rekurens/berulang.

4. Ulkus Genital akibat LGV/Limfogranuloma Venereum

Merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia Trachomatis serovar L1,L2,L3. Manifestasinya akut dan kronis dan bervariasi. Nama lainnya tropical bubo. Limfo granuloma Venereum mengenai pembuluh limfe dan kelenjar limfe daerah genital, lipatan paha, anus dan rectum. Penularan terjadi mela lui kontak langsung dengan secret infeksius melalui berbagai macam hubungan seksual baik oral, genital maupun anal. LGV dapat terjadi bersama dengan infeksi menular seksual lain, seperti HIV. Penyakit ini bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria berusia 15–40 tahun yang aktif secara seksual atau melakukan hubungan seksual sesama jenis.

LGV bisa terjadi pada siapa saja. Namun, orang-orang dengan kondisi berikut dinilai lebih rentan mengalaminya:

  • Berjenis kelamin pria, terutama yang melakukan hubungan seksual sesama jenis.
  • Berusia 15–40 tahun dan aktif secara seksual.
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  • Berhubungan seksual tanpa alat pengaman, seperti kondom.
  • Berhubungan seksual lewat anal (anus) atau secara oral (mulut).
  • Menggunakan alat yang dipakai di area kelamin atau dubur secara bergantian, seperti enema (alat untuk memasukkan obat lewat dubur).

Tanda dan gejala dari LGV dapat berawal dari beberapa hari hingga satu bulan setelah berkontak dengan bakteri. Tanda dan gejala tersebut mencakup:

  • Keluarnya cairan limfe dari kulit, yang berasal dari kelenjar limfe di selangkangan
  • Nyeri saat buang air besar
  • Luka kecil yang tidak nyeri pada genitalia pria atau wanita
  • Pembengkakan dan kemerahan pada kulit di area selangkangan
  • Pembengkakan labia pada wanita
  • Pembengkakan kelenjar limfe selangkangan pada satu atau dua sisi
  • Keluarnya darah atau nanah dari rectum

5. Limfoma Inguinale/Donovanosis

Granuloma inguinale bisa ditandai dengan munculnya benjolan merah berukur an kecil yang tidak terasa nyeri di area kelamin. Benjolan ini membesar secara perlahan, kemudian pecah dan membentuk luka. Jika dibiarkan tanpa pengobat an, luka ini dapat menjadi jaringan parut permanen. Borok tanpa rasa nyeri.Granuloma Inguinale atau Donovanosis disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyakit ini terjadi pada orang berusia umur antara 20-40 tahun yang aktif secara seksual. Perkembangan penyakit ini lambat, biasanya sekitar 17 hari setelah bakteri masuk kedalam tubuh hingga menimbulkan gejala dan diperlukan hingga 12 minggu sampai terdapat luka di kulit yang nyata. Tidak ditemukan gejala demam pada penyakit ini. Granuloma Inguinale sulit untuk dideteksi pada tahap awal. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella granu lomatis yang hidup di dalam sel. Cara penularan terutama terjadi melalui kontak seksual, tapi diduga bakteri ini memiliki kemampuan menular yang rendah jadi diperlukan paparan berulang untuk terjadi nya penyakit ini. Tidak terdapat pembesaran limfe. Baru dicurigai Granuloma Inguinale apabila timbul luka (ulkus).

Pencegahan Granuloma Inguinale

Penyakit Granuloma Inguinale merupakan salah satu penyakit yang menular lewat hubungan intim, maka dari itu melakukan hubungan seks yang aman merupakan upaya pencegahan yang dapat dilaku kan, seperti penggunaan kondom, tidak berganti-ganti pasangan seksual, tidak melakukan hubungan intim dengan pekerja seks komersial.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena infeksi ini, meliuti

  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman, seperti tidak memakai kondom, memiliki banyak pasangan seks.
  • Homoseksual, melakukan hubungan seks pria dengan pria memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibanding dengan heteroseksual.

 

 

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan