Luka bakar adalah sebuah kondisi ditandai dengan kerusakan kulit yang parah yang menyebabkan sel-sel kulit yang terkena mati, akan terasa sensasi terbakar saat mengalami hal ini.Sebagian besar orang bisa sembuh dengan cepat setelah merasakan luka. Namun pada beberapa kasus, luka akibat paparan panas ini harus ditangani dengan serius untuk mencegah komplikasi dan kematian.
Klasifikasi Luka Bakar
Assessment luka bakar dilakukan berdasarkan :
- Penyebab : termal (api, suhu panas), elektris, zat kimia.
- Kedalaman luka dan kerusakan jaringan.
- Luas luka bakar dibandingkan dengan luas permukaan tubuh
- Lokasi
- Umur pasien
- Faktor komorbid
MENILAI KEDALAMAN LUKA BAKAR
Kedalaman luka akar berhubungan dengan jumlah energi panas yang dihantarkan dan ketebalan kulit. Berdasarkan tingkat kerusakan jaringan, luka bakar diklasifikasikan menjadi 2 kelompok besar :
1. Luka bakar partial (partial thickness burns) :
- Superficial — Luka bakar hanya meliputi epidermis, tidak sampai ke dermis. Misalnya luka bakar akibat sengatan matahari. Sering disebut luka bakar epidermal/ luka bakar derajat I.
- Superficial dermal — Luka bakar derajat II (superfisial). Luka bakar meluas sampai ke lapisan atas dermis. Sering terjadi pembentukan bula.
- Deep dermal — Luka bakar derajat II (deep). Luka bakar meluas sampai ke lapisan bawah dermis, tetapi belum sampai seluruh ketebalan dermis.
2. Luka bakar yang meliputi seluruh ketebalan kulit (full thickness burns): luka bakar derajat III.
Menilai kedalaman luka bakar sering tidak dapat dilakukan dengan mudah. Dari penyebabnya bisa diperkirakan kedalaman luka bakar : luka bakar karena kilatan api (flash burn) sering superfisial (derajat I), sementara luka bakar karena kobaran api (flame burn) bisa derajat II atau III.
Terdapat 4 elemen yang harus dinilai, yaitu :
- Perdarahan — Luka ditusuk perlahan dengan jarum ukuran 21. Adanya perdarahan menunjukkan bahwa bahwa luka bakar superfisial atau superfisial dermal (derajat I atau derajat II superfisial). Bila dengan tusukan yang lebih dalam terjadi perdarahan terlambat (delayed bleeding) menunjukkan luka bakar derajat II deep atau deep dermal, sementara bila tidak terlihat perdarahan menunjukkan luka bakar derajat III (full thickness).
- Sensasi — Luka ditusuk perlahan dengan jarum ukuran 21. Bila terasa nyeri berarti luka bakar derajat I atau derajat II superfisial, masih terasanya sensasi tapi tidak nyeri menunjukkan luka bakar derajat II (deep), bila tidak ada sensasi sama sekali menunjukkan luka bakar derajat III. Akan tetapi tes ini sering kurang akurat karena adanya oedema akan menumpulkan sensasi.
- Penampilan luka dan memucat bila ditekan (blanching)—Menilai kedalaman luka bakar sering sulit untuk dilakukan karena luka tertutup partikel produk kebakaran, kotoran atau bula. Bula kadang harus dipecah untuk menilai dasar luka di bawahnya. Pengisian kembali kapiler (capillary refill) dinilai dengan menekan luka menggunakan cotton bud steril.
- Luka kemerahan, lembab, memucat bila ditekan tapi kembali memerah dengan cepat berarti luka bakar derajat I.
- Luka berwarna pucat, kering, memucat bila ditekan dan kembali memerah perlahan menunjukkan luka bakar derajat II (superficial).
- Luka bakar dengan bercak-bercak merah cerah, tidak memucat bila ditekan menunjukkan luka bakar derajat II (deep), karena darah terjebak dalam kapiler yang mengalami kerusakan.
- Luka bakar kering, berwarna seperti kulit, mengkilat dan keras mengindikasikan luka bakar derajat III (full thickness). Pada luka bakar yang luas, penampilan luka bakar derajat III sering terlihat seperti kulit yang normal.
Sebagian besar luka bakar merupakan kombinasi luka dengan berbagai derajat kedalaman. Meski penting untuk menentukan penatalaksanaan (luka bakar superficial akan sembuh spontan sementara luka bakar yang lebih dalam memerlukan intervensi bedah), estimasi kedalaman luka tidak mempengaruhi penghitungan kebutuhan resusitasi cairan. Oleh karena itu, pada keadaan akut estimasi kedalaman luka tidak mendesak untuk dilakukan.Luka bakar merupakan luka dinamis, kedalaman luka juga dipengaruhi oleh efektifitas resusitasi.
Klasifikasi derajat luka bakar berdasarkan kedalaman luka dan kerusakan jaringan ditampilkan pada tabel 8. Sangat penting untuk membedakan luka bakar luka bakar derajat II (superficial) dengan luka bakar derajat II (deep) dan derajat III.

MENILAI LUAS LUKA BAKAR
Estimasi luas luka bakar dilakukan dengan asumsi bahwa luas permukaan palmar pasien dalam keadaan jari-jari rapat dianggap sebagai 1% luas permukaan tubuh (gambar 33).Pada orang dewasa, estimasi luas luka bakar ditentukan dengan rule of 9.Saat melakukan estimasi luas luka bakar, penting untuk diketahui bahwa area eritematous tidak dihitung.





Pengobatan Luka bakar




Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Lokasi Praktek
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan


