Penyakit Peyronie atau Peyronie’s disease adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut (plak) yang terbentuk di dalam penis. Salah satu gejala dari penyakit Peyronie ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan kondisi ini masih bisa berhubungan seks, tapi mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan.

Apabila tisu parut berserabut, juga dikenali sebagai plak, berkembang di bawah per mukaan zakar, menyebabkan ia bengkok atau melengkung. Kelengkungan ini me nyebabkan kesakitan, dan dalam beberapa keadaan, disfungsi erektil. sedikit leng kungan yang jelas, merumitkan atau bahkan menghalang persetubuhan. Gejala tam bahan termasuk penyempitan atau “leher botol” batang dan kehadiran tisu padat. Penyakit Peyronie adalah pembentukan plak (segmen jaringan parut datar) di bawah kulit penis. Plak – plak ini dapat menyebabkan penis menekuk ke atas bawah kiri kanan saat ereksi. Plak sering bisa diraba pada kulit, dan juga bisa menimbulkan nyeri.

Penyebeb Penyakit Peyronie kemungkinan disebabkan oleh cedera ringan pada penis. Jenis kerusakan ini paling sering disebabkan selama berhubungan seks (se perti membengkokkan penis selama penetrasi atau tekanan dari tulang kemaluan pasangan), meskipun hal ini juga dapat disebabkan oleh olahraga atau kecelakaan. Cedera pada tunica albuginea dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut (fi brosis). Jaringan parut ini kemudian membentuk plak dan menyebabkan penyakit Peyronie.
Tidak semua pria yang menderita trauma ringan pada penis akan terkena penya kit Peyronie. Sebagian besar peneliti percaya bahwa faktor genetik atau lingkungan berperan dalam menyebabkan penyakit Peyronie. Pria dengan gangguan jaringan ikat tertentu (seperti kontraktur Dupuytren atau tympanosklerosis) dan pria yang memiliki anggota keluarga dekat dengan riwayat menderita penyakit Peyronie memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkannya. Masalah kesehatan tertentu, seperti gula, darah tinggi, penggunaan tembakau, atau trauma pelvis di masa lalu, juga dapat menyebabkan masalah penyembuhan luka, dan dapat membantu menye babkan penyakit Peyronie.

Penyakit Peyronie sering dibagi menjadi 2 tahap yaitu fase akut dan fase kronis. Selama kedua fase, penis yang bengkok / melengkung dapat menyebabkan masalah saat berhubungan seks. Anda mungkin juga mengalami DE.
- Fase Akut:Fase akut berlangsung selama 6 hingga 18 bulan. Selama waktu ini, plak terbentuk di penis, pembengkokan / melengkungnya penis semakin membu ruk, dan Anda mungkin merasa sakit ketika penis anda menjadi keras.
- Fase Kronis:Fase kronis adalah ketika plak berhenti tumbuh dan penis tidak mene kuk lebih jauh. Jika ada rasa sakit dengan ereksi selama fase akut, pada fase kronis rasa sakit umumnya akan berkurang.

Disfungsi ereksi (DE) adalah suatu kondisi dimana seorang pria mengalami ke sulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan seksualitas untuk pria dari segala usia. Salah satu bentuk DE yang jarang ditemui adalah penyakit Peyronie, Penyakit Peyronie menghasilkan lengkungan di penis yang bisa membuat ereksi terasa sakit.
Walaupun demikian, perlu diingat bahwa lengkungan pada penis yang meleng kung saat ereksi tidak selalu mengindikasikan suatu masalah, pria yang memiliki penyakit Peyronie mungkin mengalami kesulitan berhubungan seks. Hal inilah yang sering menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan.
Apa tanda-tanda yang dapat Anda amati jika Anda menderita penyakit ini?
Penyakit Peyronie paling umum terjadi pada pria paruh baya (40-70 tahun), teta pi dapat terjadi pada pria muda berusia 20an. Penelitian menunjukkan 8 hingga 10% pria dengan penyakit Peyronie berusia di bawah 40 tahun.
Sebagian besar pria muda dengan penyakit Peyronie memiliki gejala ereksi yang menyakitkan. Mereka sering membutuhkan bantuan medis karena penyakit ini merupakan kondisi akut yang membuat seseorang akan segera pergi ke dokter. Kurang dari 21% pasien yang diteliti memiliki riwayat disfungsi ereksi.
Gejala penyakit Peyronie biasanya merupakan kombinasi dari satu atau lebih gejala sebagai berikut:
- Bengkokan yang tidak biasa dari batang penis (baik ketika lembek atau tegak atau keduanya)
- Nyeri saat ereksi dan / atau saat berhubungan seks
- Penis memendek
- Bekas luka atau plak teraba di lekukan abnormal atau sudut penis
- Indentasi dari batang penis di tempat plak atau jaringan parut
- Disfungsi ereksi
- Kecemasan / stres
- Ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual
Pengobatan Penyakit Peyronie
Pada kasus penyakit Peyronie yang perlu diobati, dokter dapat melakukan terapi, pemberian obat-obatan, atau operasi. Berikut adalah penjelasannya:
1.Terapi traksi penis
Terapi traksi penis bertujuan untuk meregangkan penis menggunakan alat mekanis yang dapat dioperasikan sendiri oleh pasien. Terapi ini bisa memperbaiki ukuran, kelengkungan, dan bentuk penis. Tergantung pada jenis alat yang digunakan, terapi traksi penis bisa dilakukan selama 30 menit hingga 3–8 jam per hari.
Pada fase akut, terapi ini terbukti dapat memulihkan panjang penis. Sementara pa da fase kronis, terapi traksi penis bisa digunakan bersama metode pengobatan lain, atau setelah prosedur bedah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
2.Terapi gelombang kejut
Terapi lain yang bisa digunakan untuk menangani penyakit Peyronie adalah radio terapi dan terapi gelombang kejut (shockwave therapy) yang dikenal dengan ESWT . Prosedur ini dapat meningkatkan aliran darah ke penis sehingga diharap kan dapat membantu melunakkan plak yang sudah terbentuk.
3.Obat-obatan
Belum ada obat minum yang diketahui efektif untuk menyembuhkan penyakit Peyronie. Namun, obat-obatan seperti ibuprofen atau asam mefenamat dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada penyakit Peyronie akut.
4.Operasi
Operasi dilakukan pada penyakit Peyronie yang parah, misalnya yang sampai mem buat pasien tidak bisa berhubungan intim. Prosedur ini biasanya dilakukan pada pa sien yang sudah menderita penyakit ini lebih dari 9 bulan. Sebelum operasi, harus dipastikan bahwa penis tidak mengalami pertambahan kelengkungan setidaknya dalam 3 bulan.
Komplikasi Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie dapat menimbulkan beberapa komplikasi berikut jika tidak ditangani dengan baik:
- Tidak mampu berhubungan intim
- Sulit mendapatkan keturunan
- Impotensi
- Stres, gangguan kecemasan, atau depresi, akibat masalah pada hubungan seksual atau tampilan penis
- Penis memendek secara permanen
- Nyeri di penis yang berkepanjangan
Pencegahan Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie bisa dicegah dengan menghindari terjadinya cedera pada penis. Upaya yang bisa dilakukan antara lain:
- Melakukan foreplay sebelum berhubungan intim agar vagina terlumasi dengan baik dan tidak terjadi cedera pada penis
- Menggunakan pelumas pada penis saat berhubungan intim jika vagina kering
- Berhati-hati saat melakukan posisi seks yang dapat meningkatkan risiko cedera penis atau penis patah , misalnya woman on top
- Menggunakan celana pelindung jika sering bersepeda atau melakukan aktivitas lain yang banyak memberikan gesekan atau tekanan pada penis
- Minum obat setelah berkonsultasi dengan dokter jika menderita disfungsi ereksi
Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
https://maps.app.goo.gl/iTpsRxajSCFDfmFx9
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00



Kerja sama dengan


