BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

About:

Recent Posts by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

Apa itu Platelet Rich Plasma ( PRP ) ?

PRP ( Platelet Rich Plasma ) merupakan metode pengobatan mutakhir yang memanfaatkan plasma darah yang kaya akan faktor pertumbuhan (“growth factors”) dari darah kita sendiri untuk penyembuhan berbagai masalah pada tubuh. PRP ditemukan pertama kali pada tahun 1970-an dan digunakan pertama kali pada pembedahan jantung pada tahun 1987. Sejak saat itu PRP telah berkembang dan dipakai untuk mengobati berbagai cedera akibat olahraga. Atlet terkenal seperti Tiger Woods, Donovan Bailey (pemenang olimpiade), Alex Rodriguez, Tracy McGrady, Cliff Lee dan Fred Couples telah menggunakan pengobatan dengan metode ini.

Penggunaan PRP kini telah makin meluas di bidang kedokteran lainnya, misalnya untuk terapi pada kebotakan (alopesia androgenetik), peremajaan kulit, penyembuhan luka, perbaikan lubang-lubang bekas jerawat serta menghaluskan stretch marks (garis-garis pada kulit akibat kehamilan, atau peningkatan berat badan).

Data klinis dan riset yang ada menunjukkan bahwa penggunaan terapi ini sangat aman, memiliki resiko minimal akan terjadinya efek samping, alergi, maupun reaksi penolakan karena diambil dari darah pasien sendiri (autologus).  Proses tindakan tergolong hampir tidak menyakitkan, tidak membutuhkan “down time”, dan efektif untuk perbaikan jangka panjang.

Platelet-rich plasma merupakan volume plasma dengan konsentrasi trombosit yang lebih tinggi dari rata-rata dalam darah perifer. Banyak studi dan eksperimen praklinis hingga klinis yang telah melaporkan efektivitas PRP untuk memperbaiki penyakit musculoskeletal, salah satunya osteoarthritis dan luka kronis seperti ulkus diabetikum.

Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah terapi yang menggunakan platelet yang secara fisio logis dapat mengobati luka untuk penatalaksanaan pada sendi yang terserang osteo artritis (OA). PRP bekerja dengan cara mempengaruhi sitokin-sitokin di dalam sendi sehingga dapat mencapai kondisi homeostasis pada sendi, merangsang proses remodelling, meningkatkan kapasitas sintetik kondrosit dan produksi matriks, menghambat apoptosis kondrosit dan menurunkan inflamasi.

Beberapa manfaat PRP di bidang anti-aging dan kosmetik :

1. Mengurangi Kerontokan Rambut dan Kebotakan

Kerontokan dan kebotakan yang dipengaruhi faktor hormonal seringkali membutuhkan terapi dengan obat-obatan oral maupun topikal. Namun perlu diwaspadai kemungkinan adanya efek samping akibat penggunaan obat jangka panjang. Oleh karena itu PRP merupakan pilihan terapi yang lebih aman, minimal efek samping dan memberikan hasil jangka panjang. Setelah melakukan tindakan prp ini, maka folikel rambut akan lebih kuat, sirkulasi kulit kepala lebih baik sehingga petumbuhan rambut akan lebih baik.

2. Penyembuhan Luka

Luka yang berat seperti luka bakar, atau ulkus diabetes merupakan jenis luka yang cukup sulit disembuhkan dan biasanya memberikan hasil yang kurang memuaskan. Dengan PRP sel-sel akan dipacu oleh faktor pertumbuhan untuk diperbaiki lebih cepat sehingga hasilnya akan lebih memuaskan.

3. Peremajaan Kulit

Kulit yang telah mulai berkerut, atau kendur membutuhkan stimulasi perbaikan sel dan perangsangan kolagen serta elastin. Terapi PRP akan mengembalikan kehalusan, kekenyalan kulit dan mengencangkan kulit. Untuk sebagian daerah yang mulai cekung, prp juga dapat dipakai sebagai “natural filler” untuk mengisi kekosongan volume setempat.

4. Perbaikan Skar dan Stretch Marks

Skar atau lubang-lubang bekas jerawat serta stretch marks  memerlukan tindakan khusus untuk diperbaiki. Dengan adanya terapi PRP maka perbaikan yang dicapai akan lebih optimal dengan resiko efek samping yang minimal.

5. Therapi osteoarthritis, cedera otot dan tendon

Gambar

Acne Scar

Stretch Mark

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Kelainan Kulit Kepala dan Rambut pada Manusia

Pasien mungkin datang dengan masalah kulit yang mereka yakini terbatas pada kulit kepala.

Gejala kulit kepala yang paling umum adalah:

  • Gatal
  • Nyeri
  • Sisik
  • Pustula atau nanah

Gatal mungkin terkait dengan sebagian besar kondisi kulit di kulit kepala. Nyeri lebih jarang terjadi.

Pattern balding

Male pattern balding

Female pattern balding

Severe female pattern balding

Erosive pustular dermatosis

Dissecting cellulitis

Folliculitis decalvans

Folliculitis keloidalis nuchae

Scalp folliculitis

Head lice/Kutu

Discoid lupus erythematosus of scalp

Atopic dermatitis of scalp

Seborrhoeic dermatitis of scalp

Scalp psoriasis

Tinea capitis

Pityriasis amiantacea

Tufted folliculitis due to folliculitis decalvans

Woolly hair naevus

Uncombable spun glass hair

Loose anagen hair syndrome

Trichorrhexis nodosa

Beaded hair or monilethrix

Traction alopecia

Frizzy hair of unknown cause

Scarring alopecia

Traumatic forms of alopecia

 

Telogen effluvium

Alopecia areata

Anagen hair loss

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Kelainan Kulit Pada Penderita Kencing Manis ( Diabetes Mellitus )

Perubahan kulit pada pasien Diabetes Mellitus atau di singkat DM  dapat terjadi sebelum diagnosis DM ditegak kan dan relevan dengan penyakit DM. Ataupun manifestasi kulit yang terjadi da lam perjalanan penyakit DM yang berhubungan dengan komplikasi DM atau oleh karena efek samping dari terapi anti di abetes. Beberapa kondisi kulit pada pasien DM adalah akibat langsung perubah an metabolik se perti hiperglikemia dan hiper lipidemia. Kerusakan pro gresif vaskular, neurologis, atau sistem kekebalan tubuh juga berkontri busi secara signifikan terhadap manifestasi kulit.

Klasifikasikannya sebagai berikut:

I. Manifestasi dermatologis yang berhubungan dengan DM tetapi tidak spesifik pada DM yaitu :

  • Necrobiosis lipoidica, dermopati diabetik, acanthosis nigricans dan bula diabetik, skleredema diabetikorum.

II. Lesi kulit yang berhubungan dengan komplikasi diabetes:

  • diabetic foot, infeksi kulit yang berhubungan dengan diabetes, xantomatosis dan xantelasma.

III. Kondisi kulit yang berhungan dengan pengobatan diabetes.

IV. Kondisi lain yang sering terjadi pada DM yaitu vitiligo, liken planus, Disseminated Granuloma Annulare.

I. Manifestasi dermatologis

1. Necrobiosis Lipoidica (NL)

Secara klinis ditandai dengan makula atau plak berwarna kuning kecoklatan di re gio pretibial anterior, berbatas tegas dan tidak nyeri, dengan atrofi epidermal dan bagian tepi lesi ada peninggian dan eritema. Lesi NL yang fase awal berupa papul atau nodul yang menyerupai sarkoid atau granuloma anulare.

Pada fase lanjut, lesi papul atau nodul menjadi datar dan bagian tengan berwarna kuning serta atrofi dan terlihat ada telangiektasis. Selain tulang kering, lokasi predileksi lain termasuk per gelangan kaki, betis, paha, dan kaki. Sebagian besar lesi NL asimtomatik, dengan perjalanan penyakit yang lambat, dan 20% dari kasus akan mengalami remisi spontan. Akan tetapi Sebanyak 13%-35% dapat mengalami komplikasi ulserasi.

2. Dermopati diabetes

Secara klinis ditandai dengan lesi atropi atau scar-like macula berwarna merah ke coklatan dengan ukuran < 1 cm di area pretibial, dan asimtomatis. Lesi akan mem baik dalam 1-2 tahun dengan masih meninggalkan atropi dan hipopigmentasi. Ti dak ada terapi yang efektif untuk dermopati diabetes. DM yang terkontrol dan der mopati diabetes tidak berkorelasi.

3. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans (AN) merupakan manifestasi dermatologis pada DM yang paling mudah dikenal dan kebanyakan kasus berhubungan dengan obesitas dan resisten insulin tipe A dan pada beberapa kasus berhubungan dengan peningkat an produksi androgen. Prevalensi Acanthosis nigricans bervariasi pada berbagai ras, lebih tinggi pada ras Afrika-Amerika yaitu 13% dan Hispanik 5%.

4. Bula Diabetik

Bula diabetik atau bulosis diabetikorum adalah manifestasi kulit yang jarang pada DM, hanya terjadi sekitar 0,2%-0,5% dari pasien. Bula yang muncul secara spon tan di area ekstremitas bawah dan tidak ada riwayat trauma atau infeksi sebelum nya. Bula diabetik berdinding tegang dengan ukuran 0,5-3 cm tanpa inflamasi di kulit sekitarnya yang terjadi secara akut dan tidak nyeri. Bula diabetic mempunyai karakteristik rekuren yang terutama terjadi pada DM usia lanjut.

5. Skleredema diabetikorum

Sklerederma diabetikorum (SD) mengenai 2,5%-14% pasien DM, yang sebagian besar adalalah DM tipe 2. Kasus SD belum pernah dilaporkan pada anak-anak. Se cara klinis ditandai dengan ditandai dengan penebalan dan kekakuan dari jaringan subkutan, terdapat indurasi simetris yang diawali di area punggung atas dan leher tanpa nyeri.

Lesi bisa meluas ke wajah, bahu, dada dan perut. Kulit tampak seperti kayu dengan gambaran seperti kulit jeruk (peau d’orange). Pada daerah lesi terjadi penurunan sensasi terhadap nyeri dan sentuhan halus dan terdapat keterbatasan dari pergerakan ekstremitas atas dan leher.

II. Lesi kulit yang berhubungan dengan komplikasi diabetes

1. Diabetic foot 

Pada DM dapat terjadi komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang, de ngan risiko terjadinya ulkus diabetes 15-25%. Diagnosis awal adanya resiko tinggi diabetic foot dan ketepatan penanganan akan mencegah terjadinya ulkus dan me ningkatkan kwalitas hidup pasien. Diabetic foot adalah lesi pada kaki yang patolo gis sebagai dampak langsung dari DM atau merupakan komplikasi dari DM.

Terjadinya masalah kaki dipengaruhi oleh “diabetic triad” yaitu neuropati, vaskulopati (iskemia) dan imunopati (infeksi).

2. Eruptive Xanthomas

Manifestasi klinis dari xantomatosis berupa papul-papul merah kekuningan yang berukuran 1 sampai 4 mm berlokasi pada bokong atau permukaan ekstensor pada ektremitas. Lesi ini sering berkelompok dan membentuk plak.

3. Infeksi kulit yang berhubungan dengan diabetes

Infeksi kulit terjadi pada 20-50% pasien DM dan prevalensinya lebih tinggi pada pasien DM yang tidak terkontrol dan DM tipe 2. Gula darah yang tidak terkontrol.

3.1. Infeksi jamur

Infeksi kandida bisa sebagai indikator awal dari DM yang belum terdiagnosis. In feksi Mukokutaneus oleh karena spesies Candida seperti thrush, ceilitis angular, ba lanopostitis kandida, vulvovaginitis dan paronikia begitu juga kandidiasis intertri ginosa merupakan infeksi jamur yang sering terjadi pada pasien DM.6 Infeksi der matofita yaitu tinea pedis dan onikomikosis merupakan salah satu infeksi yang signifikan terjadi pada DM.

3.2. Infeksi bakteri 

Pada pasien-pasien DM infeksi kulit sering terjadi dengan keadaan yang lebih berat dan risiko komplikasi yang lebih besar. Staphylococcus aureus dan Streptococcus hemolyticus group A sebagai bakteri yang paling sering sebagai penyebab infeksi kulit pada pasien DM. Impetigo, folikulitis, furunkulosis, karbunkel, ektima, selu litis dan erisipelas adalah diagnosis pioderma yang umum pada pasien DM. Isolat Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

III. Kondisi kulit yang berhungan dengan pengobatan diabetes 

Reaksi kulit yang terjadi akibat obat anti diabetik (OAD) termasuk makula eritema, urtikaria dan eritema multiforme. Pasien yang mengkonsumsi tolbutamid dan klor propamid dapat terjadi fotosensitivitas.

IV. Kondisi lain yang sering terjadi pada DM

1. Granuloma Annulare diseminata

Merupakan salah satu penyakit kulit yang jarang, ditandai dengan papul berukuran 1-2 mm atau nodul. Papulae dapat bergabung membentuk plak anular dengan central clearing dan bagian tepi yang meninggi.

2. Vitiligo

Merupakan salah satu penyakit autoimun ditandai dengan makula depigmentasi, terjadi hingga 10 kali lebih sering pada pasien DM daripada populasi normal.

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu IKTIOSIS ?

Iktiosis adalah sekelompok kelainan kulit genetic disebabkan kelainan korni fikasi yang secara klinis dan etiologi heterogen. Dapat timbul sejak lahir atau se telah lahir, dapat terbatas hanya pada kulit atau merupakan bagian dari kelainan multi sistem. Iktiosis diklasifikasikan berdasar disertai atau tidaknya sindrom.

Beberapa jenis iktiosis Dengan mutasi genetik adalah :

1. Iktiosis Vulgaris

-tidak dijumpai saat lahir, biasanya timbul dalam tahun pertama kehidupan

-sisik putih keabuan yang luas terutama bagian luar lengan dan kaki juga tubuh

-sisik melekat di bagian tengah

-sering dengan keratosis folikularis

2. X-linked Ichthyosis

Gambaran klinis

-merupakan iktiosis ke 2 terbanyak

-saat lahir sisik halus, mulai usia 2-6 bulan tampak tebal, warna coklat gelap sampai kuning kecoklatan menutupi badan, leher, anggota gerak

-jarang terjadi kelainan mata

3. Congenital Ichthyosiform Erythroderma

Gambaran klinis

-Ichthyosiform erythroderma (CIE) kongenital dapat muncul pada periode baru la hir sebagai bayi collodion (lebih ringan dibandingkan dengan ichthyosis lamellar) dengan ektropion dan eklabium. Saat membran collodion terlepas, pasien menga lami eritema difus dan sisik halus seperti tepung dan terkadang penebalan telapak tangan dan telapak kaki. Eritema cenderung membaik seiring bertambah nya usia. Hipohidrosis dan intoleransi panas mungkin ekstrim. Pemeriksaan fisik menunjuk kan eritema difus dengan sisik putih halus, meskipun kaki ekstensor mungkin me miliki sisik coklat besar seperti piring. Ada variabel palmoplantar keratoderma, scarring alopecia, kontraktur jari, dan ektropion. Perawakan pendek terjadi dalam bentuk yang parah.

4. iktiosis Harlequein

Gambaran klinis

Iktiosis Harlequin (IH) merupakan kelompok iktiosis kongenital autosomal resesif yang sangat jarang terjadi, dengan prevalensi 1 kasus setiap 300.000 orang. IH me miliki manifestasi klinis tipikal, dilahirkan dengan hiperkeratosis masif yang dise babkan pewarisan gen autosomal resesif mutasi gen adenosine triphosphate (ATP) – binding cassette sub-family A member 12 (ABCA12) yang terlibat dalam sekresi granula lamelar, serta transport seramid dan lipid epidermal. Kemungkinan hidup pasien IH meningkat seiring perbaikan fasilitas perawatan neonatus dan terapi. Prin sip utama perawatan pasien IH adalah mengupayakan deskuamasi, terapi suportif, dan penanganan kecacatan fisik yang mengancam vitalitas organ. Konseling gene tik dan pemeriksaan diagnostik prenatal perlu untuk deteksi dini pada keluarga yang memiliki riwayat IH. Bayi IH sering dilahirkan prematur (rata usia kehamilan 35 minggu) atau bahkan lahir mati, dan risiko kematian sangat tinggi di usia bebe rapa hari hingga minggu awal kehidupan akibat gagal napas atau sepsis.

5. Epidermolitik hyperkeratosis

Gambaran klinis

-sejak lahir tedapat erosi kulit, kulit terkelupas luas dan kemerahan

-kemudian lepuh berkurang dan tampak hyperkeratosis berat

-terdapat kelainan batang rambut dan rambut rontok

-bisa terjadi sepsis dan ketidak seimbangan cairan dan elektrolit

6. Iktiosis lamellar

Gambaran klinis

-sebagian besar bayi saat lahir terbungkus membrane kolodion denga kemerahan yang kemudian menjadu sisik lebar luas

-sisik berwarna coklat gelap, pipih bentuk pola mosaic dengan kemerahan minimal atau tidak ada. Terdapat cekungan kulit hamper seluruh tubuh

-sering tanpa bulu mata yang parah yang menyebabkan terjadi konjungtivitis dan keratitis.

Iktiosis yang didapat biasanya akan berkembang di usia dewasa. Iktiosis didapat, biasanya muncul untuk pertama kalinya di masa dewasa, adalah kondisi non-ketu runan yang terkait dengan penyakit internal. Iktiosis yang didapat jarang terjadi dan harus dilihat sebagai penanda penyakit sistemik, termasuk keganasan. Kasus telah dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan tertentu. Ichthyosis vulgaris adalah jenis ichthyosis yang paling umum.

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu kulit gatal pada orang tua atau Pruritus Senilis ?

Pruritus atau gatal adalah sensasi tidak menyenangkan yang berhubungan dengan keinginan untuk menggaruk dan menurunkan kualitas hidup, 78 % pada lanjut usia.

Tipe Pruritus :

  • Neurogenik dan Sistemik
    • Terjadi gangguan organ diluar kulit.
    • Transmisis system saraf pusat.
    • Pada penyakit sistemik yaituL gagal ginjal kronik, gangguan pada hepar.
  • Psikogenik
    • Terjadi gangguan psikologis dan psikiatrik.
  • Neuropatik
    • Terjadi kerusakan seuron sensorik sentral/perifir.
    • Disertai paraestesi dan hipestesi.
  • Pruritoseptif
    • Terjadi kerusakan kulit/peradangan.
    • perubahan strutur kulit terkait usia.
    • Ada allergen.

Klasifikasi

  • Pruritus Akut
    • Terdapat kelainan kulit akut misalnya : scabies, urtikaria, insect bite/gigitan binatang.
  • Pruritus Kronik
    • Pruritus pada kulit dengan radang.
    • Pruritus pada kulit normal.
    • Pruritus dengan kulit garukan.
  • Pruritus pada Lansia
    • Pruritus kronis pada pasien dengan usia lebih 65 tahun, pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki.

Perbedaan struktur kulit

Terjadiya  pruritus pada lansia

  • Disfungsi sawar kulit
    • Pada penuaan terjadi xerosis/kulit kering.
    • Fungsi proteksi kulit terganggu.
  • Reaksi Imunologik
    • Imunosenescence , terjadi gangguan system imun, reaksi alergi meningkat.
    • Imbalance system imun.
  • Neuropati sentral dan perifir
    • Polineuropati pada kencing manis, kompresi saraf.
  • Gangguan Dermatologik
    • Xerosis kutis/kulit kering dan pecah-pecah.
    • Dermatitis kontak, dermatitis seboroik.
  • Kelainan sistemik
    • Gagal ginjal kronis.
    • Penyakit hati kronis, terjadi peningkatan bilirubin.
    • Gangguan hematologi, polisitemia vera, anemia.
    • Limfoma Hodgkin.
  • Gangguan Psikogenik
    • Depresi, cemas berlebihan.

Gambar Pruritus Senilis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Penyakit Lepuh atau Dermatosis Vesikobulosa Kronik ?

Penyakit Lepuh/Dermatosis Vesikobulosa kronik yaitu Penyakit kronik pada kulit yang manifestasi kliniknya ditandai terutama oleh vesikel dan bula (lepuh). Termasuk golongan ini

1. Pemfigus

2. Pemfigoid herpetiformis

3. Dermatitis herpetiformis

4. Chronic Bullous Disease of Childhood

5. Pemfigoid Sikatrisial

6. Herpes gestations

7. Epidermollisis bulosa (Kongenital).

Berlanjut di ilmiah selanjutnya …

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu HIPERHIDROSIS ?

Berkeringat adalah proses fisiologis normal yang membantu tubuh untuk mengatur suhu. Saat kita kepanasan atau berolahraga, keringat langsung menguap dari kulit dan memiliki efek mendinginkan. Kita juga mungkin berkeringat ketika cemas atau berada dalam situasi yang membuat kita gugup. Namun, untuk sekitar 3% orang yang menderita hiperhidrosis, berkeringat bisa terjadi terus menerus, keluarnya keringat jauh melebihi batas norma

Area tubuh yang paling umum terkena hiperhidrosis adalah tangan, kaki, ketiak, wajah, dan kepala. Bahkan, beberapa penderita hiperhidrosis bisa berkeringat di seluruh tubuh, bukan hanya di beberapa bagian tubuh. Orang dengan hiperhidrosis sering berkeringat dalam situasi di mana orang lain tidak berkeringat, ketika cuaca dingin misalnya. misalnya ketika cuaca dingin. Kulit pada orang dengan hiperhidrosis juga lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu, akibat terus menerus basah oleh keringat. Selain itu, seseorang yang menderita hiperhidrosis akan lebih sering mengalami infeksi kulit pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Meski penyebab pasti hiperhidrosis belum diketahui, kondisi ini dipercaya terjadi akibat kelenjar-kelenjar keringat bekerja terlalu aktif. Meski begitu, tidak semua orang yang memiliki masalah keringat berlebih bisa dikatakan menderita hiperhidrosis. Pada faktanya, hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis ini.

Penderita hiperhidrosis bisa memproduksi hingga lima kali lebih banyak keringat dibandingkan jumlah yang diperlukan tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami keringat berlebih pada sekujur tubuh sebagai akibat kondisi medis atau jenis obat tertentu. Kondisi ini disebut hiperhidrosis sekunder. Di sisi lain, ada pula yang disebut sebagai kondisi hiperhidrosis primer.

Penyebab Hiperhidrosis/Keringat Berlebih

Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer adalah kondisi keringat berlebih yang umumnya muncul di ketiak, tangan, kaki, dan dahi. Kondisi ini tidak disebabkan oleh penyakit tertentu. Sebagian besar penderita hiperhidrosis primer sudah mendapatkan masalah keringat berlebih sejak usia anak-anak atau remaja. Penyebab hiperhidrosis primer adalah sistem saraf yang mendorong kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Tetapi kemungkinan besarnya terjadi karena peningkatan aktivitas saraf simpatis atau bisa juga karena penyebaran kelenjar ekrin dalam tubuh yang tidak normal.

Jenis ini terjadi pada area tubuh yang sangat spesifik dan biasanya lebih merata, baik bagian tubuh di sebelah kiri dan sebelah kanan sama-sama terdampak. Area yang sering berkeringat adalah tangan, kaki, ketiak, serta wajah atau kepala.

Hiperhidrosis primer kerap dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja, kebanyakan diawali dengan keluarnya keringat berlebih pada telapak tangan dan kaki.

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami keringat berlebih sedikitnya satu kali seminggu. Namun, gejalanya jarang terjadi ketika mereka tidur di malam hari.

Penderita hiperhidrosis primer akan berkeringat meskipun cuaca tidak panas dan tidak melakukan aktivitas apapun. Atau dengan kata lain, penderita hiperhidrosis primer memang telah memiliki masalah keringat berlebih sebagai bawaan kondisi tubuh.

Hiperhidrosis Sekunder

Selain hiperhidrosis primer, penyebab keringat berlebih lainnya adalah hiperhidrosis sekunder. Jika hiperhidrosis primer terjadi tanpa adanya latar belakang kondisi medis, hiperhidrosis sekunder justru muncul sebagai akibat dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hiperhidrosis sekunder misalnya diabetes, gagal jantung, gangguan tiroid, dan obesitas. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat psikiatri, tekanan darah, antibiotik, dan suplemen tertentu juga dapat menjadi faktor penyebab hiperhidrosis sekunder. Untuk mengatasi keringat berlebih akibat hiperhidrosis sekunder, penderitanya harus mencari tahu lebih dulu kondisi medis yang menyebabkan ia mengalami keringat berlebih ini.

Pada jenis sekunder, keringat yang keluar berlebihan disebabkan oleh kondisi lain yang dimiliki para penderitanya. Jenis ini terbagi lagi atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Hipohidrosis emosional, dipicu oleh perasaan takut dan cemas. Umumnya menyerang ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Hipohidrosis lokal, disebabkan oleh kerusakan saraf simpatis yang terjadi karena cedera dari kecelakaan atau bawaan lahir.
  • Hiperhidrosis general, muncul karena gangguan saraf otonom (saraf tepi) atau adanya penyakit lain seperti diabetes insipidus, penyakit jantung, Parkinson, efek menopause dan efek obat-obatan.

Selain penyebab, yang membedakan jenis sekunder dan jenis primer adalah waktu kemuncul annya. Mereka yang mengalami jenis sekunder sering berkeringat malam hari saat tidur. Keja diannya juga baru dimulai pada saat seseorang telah dewasa

Apakah hyperhidrosis berbahaya

Pada dasarnya hiperhidrosis tidak mengancam jiwa seseorang dan tidak menyebabkan kompli kasi lainnya. Akan tetapi, individu yang mengalami hiperhidrosis sering kali merasa cemas dan tidak nyaman akan kondisinya sehingga mereka lebih menghindari kontak dengan orang lain maupun mengendalikan kondisinya meskipun dapat dikendalikan.Hal tersebut mengakibatkan orang-orang dengan kondisi ini akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka jarang ber partisipasi dalam kegiatan sosial terutama yang menyangkut aktivitas fisik seperti olahraga karena takut akan berkeringat.

Gejala Hiperhidrosis

Berbagai gejala hiperhidrosis, antara lain:

  • Keringat terlihat jelas.
  • Keluar keringat saat udara tidak panas.
  • Keluar keringat bukan sehabis berolahraga berat.
  • Sulit membuka pintu atau memegang pena karena tangan basah oleh keringat.
  • Kulit menjadi lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu akibat terus menerus basah oleh keringat
  • Infeksi pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Komplikasi Hiperhidrosis

Berbagai komplikasi hiperhidrosis, antara lain:

  • Infeksi akibat kulit sering mengeluarkan banyak keringat.
  • Perasaan malu, karena baju atau tangan yang basah, sehingga mengganggu aktivitas.

Bau badan yang dapat memengaruhi aktivitas sosial dan performa saat bekerja.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Keputihan atau Fluor Albus Akibat Infeksi Bakterial Vaginosis

Bakterial vaginosis atau disingkat BV merupakan penyakit keradangan vagina (vaginitis atau vulvovaginitis).Penyakit lain termasuk dalam katagori vaginitis adalah trichomoniasis, candidiasis. Infeksi yang terjadi ketika terlalu banyak bakteri tertentu yang mengubah keseimbangan pH dan populasi bakteri di vagina.

BV tidak ditularkan secara seksual namun dikatagorikan sebagai IMS (Infeksi Menular Seksual) karena dapat meningkatkan penularan IMS yang lain, seperti gonorrhea, sifilis, HIV dll. BV juga berkaitan dengan kelahiran bayi premature dan berat badan lahir rendah jika BV terjadi pada saat kehamilan.

Vaginosis bakterial (VB) adalah suatu penyakit dengan gejala keputihan yang paling sering ditemukan pada wanita di usia reproduksi. Angka kejadian VB di dunia sangat bervariasi yaitu diantara 11.1-60.8%. Di wilayah Asia termasuk Indonesia, angka kejadian VB ditemukan 7.5-22%. Data nasional dari CDC menunjukkan bahwa prevalensi bakterial vaginosis adalah 29%, atau sekitar 21 juta, pada wanita usia produktif (14-49 tahun). Angka ini mewakili 1/3 dari seluruh wanita dewasa di Amerika Serikat.

VB lebih sering disebut vaginosis daripada vaginitis karena hanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan flora normal vagina daripada suatu infeksi spesifik. Pada VB terjadi perubahan komposisi ekosistem vagina sehingga terjadi gangguan keseimbangan flora normal pada vagina. Pada VB organisme komensal (bakteri jahat) meningkat jumlahnya dan menekan jumlah bakteri baik pada vagina sehingga tidak mampu melawan infeksi.

VB bukanlah suatu infeksi dengan penyebab monobakteri yang spesifik, tetapi beberapa bakteri anaerob, mikroaerofilik dan organisme yang tergantung pada CO2 seperti Prevotella spp, Mobiluncus spp, Gardnella vaginalis dan Mycoplasma hominis yang menggantikan Lactobacillus spp. sebagai bakteri baik sehingga menyebabkan peningkatan pH vagina. Penyebab pasti terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam vagina belum diketahui secara pasti. Namun beberapa penelitian menemukan hubungan perilaku seksual seperti pasangan seksual yang banyak, wanita pekerja seksual, lesbian, tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dengan angka kejadian dan kekambuhan VB.  Faktor risiko lain yang juga dikatakan berhubungan antara lain penggunaan alat kontasepsi dalam Rahim (AKRD), etnis hispanik dan kulit hitam, penggunaan antibiotik jangka panjang, merokok, douching vagina, sosio-ekonomi rendah, diet, stress dan adanya riwayat infeksi menular seksual sebelumnya. Meskipun hubungan seksual mungkin memfasilitasi penularan, namun VB bukan termasuk penyakit menular seksual tetapi dikategorikan sebagai salah satu infeksi endogen saluran reproduksi wanita.

Tanda dan Gejala Klinis

Sekitar 50-70% pasien VB tidak menunjukan gejala dan keluhan atau disebut asimptomatik. Bila ada keluhan, umumnya berupa keputihan abnormal (terutama setelah melakukan hubungan seksual), berwarna putih keabuan, dan berbau yg khas yaitu bau amis. Keluhan lain yang sering ada yaitu  rasa gatal, perih, dan rasa terbakar walaupun relatif lebih ringan jika dibandingkan gejala vaginitis lain yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau Candidia albicans.  Sedangkan untuk keluhan nyeri abdomen, nyeri atau rasa tidak nyaman atau panas saat buang air kecil jarang terjadi. Selain keluhan subjektif yang ditemukan melalui wawancara terhadap pasien, pada pemeriksaan fisik oleh dokter akan ditemukan  keputihan berwarna putih keabu – abuan yang homogen, tipis, kekentalan rendah atau normal, berbau amis, jarang berbusa. Pemeriksaan cairan pH vagina berkisar antara 4,5 – 5,5. Pada VB tidak ditemukan gejala inflamasi pada vagina dan vulva, namun BV dapat timbul bersama infeksi saluran reproduksi yang lain seperti trikomoniasis dan servitis sehingga gejala yang ditimbulkan tidak lagi spesifik.

Diagnosis VB dapat ditegakan melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan penunjang. Salah satu kriteria yang paling popular digunakan di berbagai fasilitas kesehatan dalam penegakan diagnosa VB adalah kriteria Amsel. Kriteria ini umum digunakan karena sederhana, mudah, murah, cepat, dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Kriteria Amsel tersebut antara lain terdapat keputihan vagina yang homogen, tipis, berwarna putih keabuan, melekat pada dinding vagina dan abnormal; terdapat clue cells pada sediaan basah (>20% total epitel vagina yang tampak pada pemeriksaan mikroskopis dengan cairan fisiologis dan pembesaran 100 kali); tes amin yang positif yaitu, timbul bau amis pada keputihan yang ditetesi larutan KOH 10% (Whiff test); dan pH vagina > 4,5 dengan menggunakan kertas lakmus.

Komplikasi Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Tetapi jika dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi serius, yaitu:

-Kelahiran prematur
Wanita hamil yang menderita vaginosis bakterialis memiliki risiko melahirkan prematur dan infeksi setelah proses persalinan.

-Penyakit radang panggul
Radang Panggul (PID) merupakan jenis penyakit peradangan pada rahim dan saluran indung telur yang dapat menurunkan tingkat kesuburan.

-Infeksi menular seksual
Vaginosis bakterialis meningkatkan risiko wanita terkena penyakit menular seksual, seperti virus herpes simplex, chlamydia, dan HIV.

-Infeksi setelah operasi
Vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko wanita mengalami infeksi pascaoperasi daerah panggul, seperti histerektomi atau operasi caesar.

Pencegahan Vaginosis Bakterialis

Langkah utama untuk mencegah vaginosis bakterialis adalah menjaga keseimbangan bakteri di dalam vagina. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan bakteri tersebut antara lain:

Tidak membersihkan vagina dengan semprotan air

Menyiram atau membersihkan vagina dengan semprotan air dapat menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi. Jika bakteri ini hilang, risiko terkena vaginosis bakterialis akan meningkat.

Menurunkan risiko iritasi pada vagina

Risiko iritasi pada vagina dapat diturunkan dengan cara:

  • Hindari penggunaan sabun dengan kandungan pewangi untuk membersihkan bagian luar vagina.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun, dan jangan mencuci celana dalam menggunakan sabun cuci dengan kandungan kimia keras.
  • Gunakan pembalut tanpa kandungan pewangi.

Mencegah infeksi menular seksual

Penting untuk selalu melakukan hubungan seksual secara aman, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan, atau dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Virus Moluskum Kontagiosum pada kulit ?

Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang umum terjadi pada anak-anak. Infeksi kulit ini berupa papul (benjolan licin dan sewarna kulit), tidak nyeri, dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu setahun.

Penyakit ini mudah menular, namun hanya menyerang kulit dan tidak menyerang organ-organ dalam tubuh. Cara penularan yang biasa terjadi adalah lewat kontak langsung maupun kontak dengan benda lain yang terkontaminasi.

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh pox virus. Kondisi ini menimbulkan tanda berupa tonjolan berwarna putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit infeksi menular seksual (IMS), terjadinya melalui hubungan seksual.

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genital. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Tanda benjolan ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Terkadang, bintik ini bisa memerah dan meradang, ditambah dengan rasa gatal. Sebainya  tidak boleh menggaruk bintil karena nantinya dapat pecah dan membuat virus menyebar ke area kulit di sekitarnya.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.Dapat ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian paling tinggi di negara tropis. Walaupun biasanya terjadi pada anak-anak, penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya menyerang kulit di wajah, punggung, kaki, dan tangan, sedangkan pada orang dewasa juga dapat menyerang daerah genital (kemaluan). Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang padat, kurang higienis, dan kurang mampu.

Bila papul digaruk, virus ini dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Daerah lipatan kulit yang lembab, seperti ketiak, dapat mempercepat penyebaran virus.

Gejala tanda-tanda berikut ini:

  • Munculnya papul, yaitu benjolan licin dan sewarna kulit
  • Ukuran papul umumnya kecil, namun cukup bervariasi –biasanya antara 2–6 milimeter
  • Tidak gatal
  • Papul mudah menyebar ke area kulit lainnya
  • Bila pecah, akan keluar cairan putih kekuningan dari dalam papul
  • Karakteristiknya memiliki lekukan kecil (umbilikasi) atau titik di bagian atas dekat pusat.
  • Bisa menjadi merah dan mengalami peradangan.
  • Jika digarukan atau digosokan, yang mana ini dapat menyebarkan virus ke kulit di dekatnya.
  • Biasanya muncul di wajah, leher, ketiak, lengah, dan bagian atas tangan pada anak-anak.
  • Mungkin juga muncul di kelamin, perut bagian bawah, dan bagian dalam paha pada orang dewasa bila infeksi ditularkan secara seksual.

Faktor Resiko

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus yang juga dapat menyebabkan kutil.Virus dapat menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian, mainan atau benda lain. Juga peralatan olah raga yang telah disentuh kulit telanjang yang sudah terinfeksi virus.Visus tetap berada diperalatan termasuk barang tikar, sarung tangan bisbol, helm. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang  pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, virus ini dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuhnya.

Kelompok yang lebih mungkin untuk terinfeksi.

  • Anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perawatan kanker atau transplantasi organ.
  • Orang yang berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti gulat atau sepak bola, yang sering melakukan kontak dari kulit ke kulit.
  • Orang dengan dermatitis atopik, merupakan bentuk umum eksem yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Prurigo Nodularis ?

Prurigo adalah benjolan atau bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong. Benjolan ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal, terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal. Prurigo istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi gatal yang sulit hilang. Biasanya, kondisi ini dimulai dengan munculnya rasa gatal yang sangat mengganggu di permukaan kulit. Hal ini memicu keinginan untuk menggaruk terus-menerus dan berujung pada munculnya luka lecet pada kulit hingga infeksi.

Apa penyebab prurigo?

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit. Saat Anda menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Infeksi luka jadi makin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Penyebab prurigo dapat diawali dengan:

1. Gigitan serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Ia tidak sadar saat menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan infeksi yang parah.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Menurut British Association of Dermatology, sekitar 80 persen orang yang terkena prurigo ternyata juga menderita asma, demam, eksim atau gangguan kesehatan lainnya.

4.Penyakit lain memiliki resiko tinggi menjadi prurigo nodularis yaitu :
– dermatitis atopic
– dermatitis kontak
– Diabetes tipe 2
– Hepatitis C
– End stage kidney
– HIV yang tidak diobati
– Limfoma, Hodgkins
– Kecemasan , psikosis dan depresi

Prurigo Nodularis sering pada :

a.umur 50 tahun biasanya antara 51 – 65 tahun
b.Pada kulit hitam jika mempunyai dermatitis atopic
c.Menderita penyakit yang lama sembuh
d. 30 % kasus disebabkan defisiensi nutrisi, gangguan liver dan gangguan ginjal
e.Bisa juga disebabkan pada penyakit tiroid, penyakit neurologis, hiperkalsemia.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

 

Recent Comments by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

    No comments by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...