PRP ( Platelet Rich Plasma ) merupakan metode pengobatan mutakhir yang memanfaatkan plasma darah yang kaya akan faktor pertumbuhan (“growth factors”) dari darah kita sendiri untuk penyembuhan berbagai masalah pada tubuh. PRP ditemukan pertama kali pada tahun 1970-an dan digunakan pertama kali pada pembedahan jantung pada tahun 1987. Sejak saat itu PRP telah berkembang dan dipakai untuk mengobati berbagai cedera akibat olahraga. Atlet terkenal seperti Tiger Woods, Donovan Bailey (pemenang olimpiade), Alex Rodriguez, Tracy McGrady, Cliff Lee dan Fred Couples telah menggunakan pengobatan dengan metode ini.
Penggunaan PRP kini telah makin meluas di bidang kedokteran lainnya, misalnya untuk terapi pada kebotakan (alopesia androgenetik), peremajaan kulit, penyembuhan luka, perbaikan lubang-lubang bekas jerawat serta menghaluskan stretch marks (garis-garis pada kulit akibat kehamilan, atau peningkatan berat badan).
Data klinis dan riset yang ada menunjukkan bahwa penggunaan terapi ini sangat aman, memiliki resiko minimal akan terjadinya efek samping, alergi, maupun reaksi penolakan karena diambil dari darah pasien sendiri (autologus). Proses tindakan tergolong hampir tidak menyakitkan, tidak membutuhkan “down time”, dan efektif untuk perbaikan jangka panjang.
Platelet-rich plasma merupakan volume plasma dengan konsentrasi trombosit yang lebih tinggi dari rata-rata dalam darah perifer. Banyak studi dan eksperimen praklinis hingga klinis yang telah melaporkan efektivitas PRP untuk memperbaiki penyakit musculoskeletal, salah satunya osteoarthritis dan luka kronis seperti ulkus diabetikum.
Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah terapi yang menggunakan platelet yang secara fisio logis dapat mengobati luka untuk penatalaksanaan pada sendi yang terserang osteo artritis (OA). PRP bekerja dengan cara mempengaruhi sitokin-sitokin di dalam sendi sehingga dapat mencapai kondisi homeostasis pada sendi, merangsang proses remodelling, meningkatkan kapasitas sintetik kondrosit dan produksi matriks, menghambat apoptosis kondrosit dan menurunkan inflamasi.
Beberapa manfaat PRP di bidang anti-aging dan kosmetik :
1. Mengurangi Kerontokan Rambut dan Kebotakan
Kerontokan dan kebotakan yang dipengaruhi faktor hormonal seringkali membutuhkan terapi dengan obat-obatan oral maupun topikal. Namun perlu diwaspadai kemungkinan adanya efek samping akibat penggunaan obat jangka panjang. Oleh karena itu PRP merupakan pilihan terapi yang lebih aman, minimal efek samping dan memberikan hasil jangka panjang. Setelah melakukan tindakan prp ini, maka folikel rambut akan lebih kuat, sirkulasi kulit kepala lebih baik sehingga petumbuhan rambut akan lebih baik.
2. Penyembuhan Luka
Luka yang berat seperti luka bakar, atau ulkus diabetes merupakan jenis luka yang cukup sulit disembuhkan dan biasanya memberikan hasil yang kurang memuaskan. Dengan PRP sel-sel akan dipacu oleh faktor pertumbuhan untuk diperbaiki lebih cepat sehingga hasilnya akan lebih memuaskan.
3. Peremajaan Kulit
Kulit yang telah mulai berkerut, atau kendur membutuhkan stimulasi perbaikan sel dan perangsangan kolagen serta elastin. Terapi PRP akan mengembalikan kehalusan, kekenyalan kulit dan mengencangkan kulit. Untuk sebagian daerah yang mulai cekung, prp juga dapat dipakai sebagai “natural filler” untuk mengisi kekosongan volume setempat.
4. Perbaikan Skar dan Stretch Marks
Skar atau lubang-lubang bekas jerawat serta stretch marks memerlukan tindakan khusus untuk diperbaiki. Dengan adanya terapi PRP maka perbaikan yang dicapai akan lebih optimal dengan resiko efek samping yang minimal.
5. Therapi osteoarthritis, cedera otot dan tendon
Gambar
Acne Scar













Stretch Mark



Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Lokasi Praktek
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan
























































































