BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

Category Archives: Diabetes

Nasi Beras Hitam Sayur Gambas dan Daun Insulin untuk Kencing Manis

Nasi Beras Hitam Sayur Gambas dan Daun Insulin untuk Kencing Manis

Kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

Keluhan klasik kencing manis polyuria/sering kencing, polydipsia/rasa haus terus menerus, polifagia/ rasa lapar yang terus meningkat dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain badan lemah, kesemut an, gatal, mata kabur, gangguan ereksi pada pria serta pruritus/ rasa  gatal pada vagina wanita.

Tipe kencing manis ada tipe 1, tipe 2, tipe lain dan kencing manis pada saat kehamilan. Penentuan klasifikasi sangat penting untuk menentukan pengobatan.

Tujuan penatalaksanaan secara umum untuk meningkatkan kwalitas hidup pasien. Dalam jangka pendek menghilangkan keluhan pasien, memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi resiko komplikasi. Dalam jangka Panjang tujuannya mencegah dan menghambat progresivitas penyulit mikroangiopati dan makroangiopati. Tujuan akhirnya menurunkan morbiditas dan mortalitas kencing manis. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melaksanakan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan, profil lipid melalui pengelolaan pasien secara komprehensif.

Manajemen gaya hidup sehat. terapi farmakologis untuk menurunkan glukosa darah dan penyakit kardiovaskular serta ginjal.

Evaluasi Laboratorium

  1. pemeriksaan gula darah puasa,
  2. 2 jam setelah makan dan HbA1c.

 

Pemeriksaan yang diperlukan mencegah komplikasi :

a.Profil lipid dalam keadaan puasa : kolesterol puasa, kolesterol LDL, HDL dan Trigliserida

b.Tes fungsi hati : albumin, globulin, SGOT, SGPT

c.Tes fungsi ginjal :serum ureum, kreatinin, laju filtrasi glomelurus (LFG)

d.Tes Urin : urinalisis rutin, albumin urin kwantitatif, ratio albumin kreatinin

e.Elektrokardiografi (E K G)

f.Foto Thoraks

Perilaku sehat bagi pasien kencing manis adalah memenuhi mengikuti pola makan sehat, meningkatkan kegiatan fisik, menggunakan obat kencing manis, dan obat keadaan khusus secara aman dan teratur, melakukan pemantauan glukosa darah mandiri, melakukan perawatan kaki secara berkala.

 

Edukasi perawatan Kaki :

a.Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan air

b.Periksa kaki setiap hari, dan laporkan ke dokter apabila kulit terkelupas, kemerahan atau luka

c.Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya

d.Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah dan mengoleskan krim pelembab pada kulit kaki yang kering

e.Potong kuku secara teratur

f.Keringkan kaki, sela jari secara teratur setelah dari kamar mandi

g.Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung jari kaki

h.Jika ada kalus/ mata ikan perlu dirawat

i.Jika sudah ada kelainan kaki gunakan alas kaki khusus

j.Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar. Jangan gunakan hak tinggi

k.Jangan gunakan botol berisi air panas/ batu untuk kaki

Perawatan Kaki Diabetes dengan  Team (Spesialis Kulit, Interna, Ahli Gizi, Orthopedi, Bedah Vaskular dengan  Hiperbaric dan Low Level Laser, Therapi sel).  Hub 085338180688. www.dragungcitraspkk.id.   dr Citra Sp. DVE. FINSDV. SH. Suksme.

 

Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah adalah:

  • Beras hitam, merah
  • Roti gandum
  • Buah-buahan, seperti apel, pisang, jeruk, pir, salak
  • Sayuran, seperti bayam, kangkung, brokoli, kale, sawi, selada, kol, wortel
  • Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang mede, kacang arab, kacang merah

 

Bahan Makanan yang dianjurkan :

a.Sumber karbohidrat : nasi beras hitam, kentang, singkong, beras jagung

b.Sumber protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, kacang2an

c.Sumber lemak dalam jumlah terbatas. Makanan diolah dengan mengukus, panggang, rebus, di bakar

 

Makanan yang tidak dianjurkan :

a.Gula pasir, sirop, jam, jeli, buah yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol, ice cream

b.Makanan yang mengandung lemak : cake, makanan siap saji, goreng-gorengan

c.Makanan banyak natrium : ikan asin, telor asin, makanan diawetkan

 

Daun Insulin

   Tumbuhan insulin yang digunakan daunnya. Daun insulin mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin,tannin dan polifenol. Daunnya digunakan untuk antidiabetes, anti virus, anti malaria dan radang tenggorokan.

Daun Pandan Wangi

Yang digunakan adalah daunnya. Mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, polifenol dan zat warna. Aktifitasnya antioksidan dan antidiabetik.

 Obat alami lainnya

  1. Kayu manis

Salah satu obat diabetes alami yang dapat dengan mudah ditemukan adalah kayu manis. Obat alami ini diduga memiliki efek seperti insulin dalam tubuh yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

  1. Ginseng

Tanaman ginseng, khususnya ginseng Amerika (Panax quinquefolius), merupakan salah satu jenis ginseng yang diduga dapat menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil.

  1. Lidah buaya

Obat diabetes alami selanjutnya adalah lidah buaya. Meski umumnya lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti luka bakar ringan, tetapi lidah buaya juga diketahui dapat mengontrol kadar gula darah. fitosterol yang diduga dapat mengurangi kadar gula dengan menurunkan penyerapan gula di saluran cerna setelah makan.

  1. Jahe

Berdasarkan beberapa penelitian, jahe diduga dapat menurunkan kadar gula darah  yang tinggi dan menjaganya tetap stabil..

  1. Cengkeh

Penelitian menunjukan bahwa cengkeh bisa menjadi salah satu pilihan obat diabetes alami. Ini berkat kandungan senyawa pada cengkeh yang diduga dapat meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula darah.

  1. Gymnema

Obat diabetes alami ini disebut dapat meningkatkan produksi hormon insulin dan efektivitasnya dalam mengontrol kadar gula darah.

 

Jika mengalami gejala diatas.Silahkan konsul ke no wa 085338180688 (booking).

 

READ MORE

Kelainan Kulit pada Penyakit Diabetes

Penyakit Diabetes Melitus merupakan salah satu penyebab morbiditas dan moralitas di Ind. Federasi Diabetes Internasional (IDF) mencatat sekitar 463 juta orang dewasa (20-79 tahun) menyandang diabetes pada 2020 dan sebelumnya jumlahnya akan meningkat menjadi 700 juta pada tahun 2045. Menurut Schachtel dan Kalus, pada usis 40 tahun, diperkirakan penurunan harapan hidup pria 12   tahun dan wania 14 tahun.

Diabetes ditandai keadaan kekuranga insulin relative maupun komplit yang menyebabkan terganggunya metabolism glukosa, lemak dan protein. Diabetes ada 2 macam, Diabetes tipe 1 juga dikenal sebagai diabetes yang bergantung pada insulin, terjadi ketika pankreas menghasilkan sedikit atau tidak ada insulin, yaitu hormon yang dibutuhkan untuk memungkinkan gula (glukosa) memasuki sel untuk menghasilkan energi. Dan  Diabetes tipe 2, seseorang masih memproduksi insulin, tetapi tubuh tidak menggunakannya secara efisien. Ini disebut resistensi insulin. Kelebihan berat badan atau obesitas, dan menyimpan lemak di perut diketahui meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Peneliti University of Glasgow mengatakan Pria, terutama pada usia 35-54, lebih mungkin menderita  Diabetes tipe 2 daripada wani ta. Kelebihan berat badan atau obesitas, dan menyimpan lemak di perut  diketahui meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Wanita dengan diabetes menghadapi konseku ensi yang lebih serius. Secara global, diabetes membunuh lebih banyak wanita dari pada pria. Ini terutama karena wanita dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan pria.Biasanya, wanita dengan diabetes lebih cenderung memiliki kontrol glukosa darah yang buruk, obesitas, dan tekanan darah tinggi serta kadar kolesterol yang tidak sehat dibandingkan pria dengan penyakit tersebut.

Diagnosa Diabetes jika kadar glukosa darah puasa melebihi 126 mg/dL, kadar glukosa darah sewaktu melebihi 200 mg/dL dan kadar HbA1c melebihi 6,5%. Ab normalitas insulin dan peningkatan glukosa darah menyebabkan gangguan metabolism, vascular, neuropatik dan imunologik. Organ yang terkena meliputi sistem kar diovaskular, ginjal, sistem syaraf, mata dan kulit (komplikasi makro mikro vascu lar lainnya, retinopati, nefropati).

Akibat hiperglikemia dan ketoasidosis pada Diabetes menyebabkan kemampuan sel darah putih dalam kemotaksis, fagositosis dan kemampuan bakterisidal menurun sehingga terjadi perubahan mekanisme imunoregulatori.

Dibawah ini dijelaskan tentang manifestasi kulit pada penderita DM.

1.Akantosis Nigrikans

Akantosis Nigrikans berupa bercak gelap di kulit belakang leher, ketiak, selang kangan atau daerah tubuh lainnya terasa seperti beludru jika disentuh.

 

2.Penebalan kulit Diabetik (Diabetic Thick Skin)

 

3.Digital Sclerosis

 

  1. Bullosis Diabeticorum

 

  1. Limited Joint Mobility dan Scleroderma like sydrome

Keterbatasan menyatukan kedua telapak tangan

 

  1. Dermopati Diabetik

Kondisi kulit menyerupai bitnik atau garis pada tulang kering.

 

7.Erupsi Xanthoma (Eruptive Xanthomas)

Terlihat seperti jeeawat berwarna kekuningan, dapat muncul di area tubuh manapun, tekstur lembut dan menyebabkan rasa gatal.

 

8.Infeksi Kulit

Infeksi Bakteri                                 Infeksi Jamur

-invasive group B Streptococcus                              – Candida

-invasive group A Streptococcus                              – Dermatofita

-Malignant external Otitis                                         – Rhinocerebral mucormycosis

-Necrotizing fasciitis

 

  1. Ulcus Diabetic

 

10.Nekrobiosis Lipoidika

Berupa plak orange tunggal dengan atrofi dan telangiectasis, mengkilat bagian tengah berwarna orange pada tungkai bawah .Menyebabkan gatal dan nyeri.Sering dikeluhkan pasien wanita

 

  1. Granuloma Anulare

Granuloma Annulare membentuk ruam merah atau coklat kemerahan dengan formasi cincin atau lengkungan pada jari, tangan, kaki dan telinga. Menyebabkan gatal.

 

12.Xantelasma

Xantelasma berupa bercak kekuningan bersisik di sekitar kelopak mata yang menjadi tanda penumpukan lemak berlebihan.

 

  1. Skin Tag (Acrochordon)

Benjolan seperti kutil berwarna coklat kemerahan di kulit kelopak mata, leher, ketiak atau selangkangan.

 

  1. Vitiligo

Vitiligo sering pada pasien Diabetes tipe 1, yaitu hilangnya pigmen kulit sehingga timbul bercak putih, kadang terasa gatal atau sakit.

 

15.Lichen Planus

Lichen planus merupakan ruam berupa benjolan ungu dengan pola renda putih yang gatal pada kulit pergelangan kaki dan tangan hingga mulut.

 

  1. Acquired Reactive Perforating Collagenosis

Ruam berupa benjolan merah gatal. Selain Diabetes, ruam bisa juga pada penyakit ginjal.

 

17.Dermopati Diabetik (Diabetic Dermopathy)

Kelainannya berupa kulit atrofi mengkilat pada ekstremitas bawah.

 

  1. Masalah Kulit lainnya pada Diabetes :

*.Reaksi alergi

*.Infeksi bakteri di kulit

*.Kuit kering dan gatal

*.Infeksi Jamur

Gejala Diabetes tipe 1 bisa muncul lebih cepat dalam hitungan minggu. Gejala Diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan.

jika mengalami gejala seperti di atas , silahkan berkonsultasi ke wa 085338180688 (khusus booking)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

READ MORE

Kelainan Kulit Pada Penderita Kencing Manis ( Diabetes Mellitus )

Perubahan kulit pada pasien Diabetes Mellitus atau di singkat DM  dapat terjadi sebelum diagnosis DM ditegak kan dan relevan dengan penyakit DM. Ataupun manifestasi kulit yang terjadi da lam perjalanan penyakit DM yang berhubungan dengan komplikasi DM atau oleh karena efek samping dari terapi anti di abetes. Beberapa kondisi kulit pada pasien DM adalah akibat langsung perubah an metabolik se perti hiperglikemia dan hiper lipidemia. Kerusakan pro gresif vaskular, neurologis, atau sistem kekebalan tubuh juga berkontri busi secara signifikan terhadap manifestasi kulit.

Klasifikasikannya sebagai berikut:

I. Manifestasi dermatologis yang berhubungan dengan DM tetapi tidak spesifik pada DM yaitu :

  • Necrobiosis lipoidica, dermopati diabetik, acanthosis nigricans dan bula diabetik, skleredema diabetikorum.

II. Lesi kulit yang berhubungan dengan komplikasi diabetes:

  • diabetic foot, infeksi kulit yang berhubungan dengan diabetes, xantomatosis dan xantelasma.

III. Kondisi kulit yang berhungan dengan pengobatan diabetes.

IV. Kondisi lain yang sering terjadi pada DM yaitu vitiligo, liken planus, Disseminated Granuloma Annulare.

I. Manifestasi dermatologis

1. Necrobiosis Lipoidica (NL)

Secara klinis ditandai dengan makula atau plak berwarna kuning kecoklatan di re gio pretibial anterior, berbatas tegas dan tidak nyeri, dengan atrofi epidermal dan bagian tepi lesi ada peninggian dan eritema. Lesi NL yang fase awal berupa papul atau nodul yang menyerupai sarkoid atau granuloma anulare.

Pada fase lanjut, lesi papul atau nodul menjadi datar dan bagian tengan berwarna kuning serta atrofi dan terlihat ada telangiektasis. Selain tulang kering, lokasi predileksi lain termasuk per gelangan kaki, betis, paha, dan kaki. Sebagian besar lesi NL asimtomatik, dengan perjalanan penyakit yang lambat, dan 20% dari kasus akan mengalami remisi spontan. Akan tetapi Sebanyak 13%-35% dapat mengalami komplikasi ulserasi.

2. Dermopati diabetes

Secara klinis ditandai dengan lesi atropi atau scar-like macula berwarna merah ke coklatan dengan ukuran < 1 cm di area pretibial, dan asimtomatis. Lesi akan mem baik dalam 1-2 tahun dengan masih meninggalkan atropi dan hipopigmentasi. Ti dak ada terapi yang efektif untuk dermopati diabetes. DM yang terkontrol dan der mopati diabetes tidak berkorelasi.

3. Acanthosis nigricans

Acanthosis nigricans (AN) merupakan manifestasi dermatologis pada DM yang paling mudah dikenal dan kebanyakan kasus berhubungan dengan obesitas dan resisten insulin tipe A dan pada beberapa kasus berhubungan dengan peningkat an produksi androgen. Prevalensi Acanthosis nigricans bervariasi pada berbagai ras, lebih tinggi pada ras Afrika-Amerika yaitu 13% dan Hispanik 5%.

4. Bula Diabetik

Bula diabetik atau bulosis diabetikorum adalah manifestasi kulit yang jarang pada DM, hanya terjadi sekitar 0,2%-0,5% dari pasien. Bula yang muncul secara spon tan di area ekstremitas bawah dan tidak ada riwayat trauma atau infeksi sebelum nya. Bula diabetik berdinding tegang dengan ukuran 0,5-3 cm tanpa inflamasi di kulit sekitarnya yang terjadi secara akut dan tidak nyeri. Bula diabetic mempunyai karakteristik rekuren yang terutama terjadi pada DM usia lanjut.

5. Skleredema diabetikorum

Sklerederma diabetikorum (SD) mengenai 2,5%-14% pasien DM, yang sebagian besar adalalah DM tipe 2. Kasus SD belum pernah dilaporkan pada anak-anak. Se cara klinis ditandai dengan ditandai dengan penebalan dan kekakuan dari jaringan subkutan, terdapat indurasi simetris yang diawali di area punggung atas dan leher tanpa nyeri.

Lesi bisa meluas ke wajah, bahu, dada dan perut. Kulit tampak seperti kayu dengan gambaran seperti kulit jeruk (peau d’orange). Pada daerah lesi terjadi penurunan sensasi terhadap nyeri dan sentuhan halus dan terdapat keterbatasan dari pergerakan ekstremitas atas dan leher.

II. Lesi kulit yang berhubungan dengan komplikasi diabetes

1. Diabetic foot 

Pada DM dapat terjadi komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang, de ngan risiko terjadinya ulkus diabetes 15-25%. Diagnosis awal adanya resiko tinggi diabetic foot dan ketepatan penanganan akan mencegah terjadinya ulkus dan me ningkatkan kwalitas hidup pasien. Diabetic foot adalah lesi pada kaki yang patolo gis sebagai dampak langsung dari DM atau merupakan komplikasi dari DM.

Terjadinya masalah kaki dipengaruhi oleh “diabetic triad” yaitu neuropati, vaskulopati (iskemia) dan imunopati (infeksi).

2. Eruptive Xanthomas

Manifestasi klinis dari xantomatosis berupa papul-papul merah kekuningan yang berukuran 1 sampai 4 mm berlokasi pada bokong atau permukaan ekstensor pada ektremitas. Lesi ini sering berkelompok dan membentuk plak.

3. Infeksi kulit yang berhubungan dengan diabetes

Infeksi kulit terjadi pada 20-50% pasien DM dan prevalensinya lebih tinggi pada pasien DM yang tidak terkontrol dan DM tipe 2. Gula darah yang tidak terkontrol.

3.1. Infeksi jamur

Infeksi kandida bisa sebagai indikator awal dari DM yang belum terdiagnosis. In feksi Mukokutaneus oleh karena spesies Candida seperti thrush, ceilitis angular, ba lanopostitis kandida, vulvovaginitis dan paronikia begitu juga kandidiasis intertri ginosa merupakan infeksi jamur yang sering terjadi pada pasien DM.6 Infeksi der matofita yaitu tinea pedis dan onikomikosis merupakan salah satu infeksi yang signifikan terjadi pada DM.

3.2. Infeksi bakteri 

Pada pasien-pasien DM infeksi kulit sering terjadi dengan keadaan yang lebih berat dan risiko komplikasi yang lebih besar. Staphylococcus aureus dan Streptococcus hemolyticus group A sebagai bakteri yang paling sering sebagai penyebab infeksi kulit pada pasien DM. Impetigo, folikulitis, furunkulosis, karbunkel, ektima, selu litis dan erisipelas adalah diagnosis pioderma yang umum pada pasien DM. Isolat Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

III. Kondisi kulit yang berhungan dengan pengobatan diabetes 

Reaksi kulit yang terjadi akibat obat anti diabetik (OAD) termasuk makula eritema, urtikaria dan eritema multiforme. Pasien yang mengkonsumsi tolbutamid dan klor propamid dapat terjadi fotosensitivitas.

IV. Kondisi lain yang sering terjadi pada DM

1. Granuloma Annulare diseminata

Merupakan salah satu penyakit kulit yang jarang, ditandai dengan papul berukuran 1-2 mm atau nodul. Papulae dapat bergabung membentuk plak anular dengan central clearing dan bagian tepi yang meninggi.

2. Vitiligo

Merupakan salah satu penyakit autoimun ditandai dengan makula depigmentasi, terjadi hingga 10 kali lebih sering pada pasien DM daripada populasi normal.

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Komplikasi yang terjadi akibat diabetes / kencing manis

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tinggi nya kadar gula (glukosa) darah. Akibatnya beberapa organ tubuh terpengaruhi karena kadar gula yang tinggi sehigga terjadi komplikasi, Komplikasinya dapat berupa :

READ MORE

Apa itu Diabetes atau Kencing Manis ?

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tinggi nya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

READ MORE
Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...