Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tinggi nya kadar gula (glukosa) darah. Akibatnya beberapa organ tubuh terpengaruhi karena kadar gula yang tinggi sehigga terjadi komplikasi, Komplikasinya dapat berupa :
1. Kaki Diabetik

Kaki diabetik adalah bentuk infeksi, ulserasi dan atau destruksi jaringan ikat yang berhubungan dengan neuropati dan penyakit pembuluh darah tepi di tungkai bawah. Kondisi ini sering diawali dengan adanya lesi atau luka yang membentuk ulkus. Ulkus sendiri merupakan luka terbuka pada kulit yang disertai dengan adanya sebagian jaringan yang mati. Ulkus dia betik yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah, yaitu sepsis.
Berdasarkan klasifikasi Wagner, terdapat 6 derajat dalam menentukan tingkat keparahan suatu ulkus diabetik :
- Derajat 0: tidak ada luka terbuka pada kulit tetapi dapat ditemukan adanya kelainan pada tulang-tulang jari, kondisi kulit yang kering dan terbentuk kalus.
- Derajat 1: adanya lesi terbuka pada kulit superficial.
- Derajat 2: lesi kulit sudah membentuk ulkus yang meluas ke daerah tendon, tulang maupun sendi.
- Derajat 3: ulkus dalam disertai dengan adanya abses (kumpulan nanah) dan atau terjadinya osteomyelitis (infeksi pada tulang).
- Derajat 4: sudah terbentuknya gangren pada satu jari atau lebih. Gangren adalah kematian jaringan tubuh akibat tidak mendapatkan aliran darah atau akibat dari suatu infeksi
- Derajat 5: gangren terjadi di seluruh kaki.
Pengobatan kaki diabetik pada penderita diabetes tentunya berdasarkan derajat keparahannya. Apabila masih derajat ringan, umumnya akan dila kukan tindakan bedah minor seperti debridement, nekrotomi dan terapi obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah infeksi lanjutan. Sedangkan tindakan mayor seperti amputasi dilakukan apabila infeksi sudah menyebar luas dan kondisi kaki tidak dapat diselamatkan dengan pengobatan.
2. Gagal Ginjal Kronik
Gagal ginjal kronik merupakan salah satu komplikasi paling sering yang terjadi pada pasien diabetes. Berdasarkan data dari Indonesia Renal Re gistry (IRR), pada tahun 2007-2008 didapatkan penyebab tersering kedua pada gagal ginjal kronis adalah diabetes mellitus.
Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible (tidak dapat kembali normal) dimana tubuh gagal memper tahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada pen derita diabetes melitus keadaan nefropati diabetik menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya protein dalam urine, disertai dengan peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan rusaknya organ penyaringan ginjal.
Kondisi nefropati diabetik ini terjadi karena tingginya kadar gula darah yang menyebabkan terjadinya penumpukan glikoprotein di kapiler-kapiler glome rulus ginjal yang menyebabkan aliran darah ke ginjal menjadi terganggu.
Penderita gagal ginjal biasanya menunjukkan tanda dan gejala seperti ada nya infeksi pada saluran kemih, tekanan darah tinggi, dan apabila pada ta hap lanjut dapat menunjukkan kondisi sindrom uremia dimana penderita a kan merasakan mual muntah, lemah, gatal-gatal, kejang, hingga penurun an kesadaran.
3. Stroke dan Penyakit Jantung serta Pembuluh Darah
Komplikasi tersering dari diabetes berikutnya adalah stroke dan penyakit jantung. Pada penderita diabetes, pembuluh darah yang dimiliki rentan un tuk mengalami aterosklerosis (penyempitan dan pembuluh darah menge ras). Akibat dari proses aterosklerosis inilah yang memengaruhi tekanan darah dan suplai oksigen ke seluruh organ tubuh.
Apabila tekanan darah tinggi, pembuluh darah sewaktu-waktu dapat pecah dan dapat menyebabkan stroke dan terjadi perdarahan. Sedangkan stroke penyumbatan dapat terjadi apabila plak pada aterosklerosis lepas dan me nyumbat ke pembuluh darah otak. Serangan jantung juga dapat terjadi aki bat adanya penyempitan pembuluh darah ke organ jantung, yang mengaki batkan berkurangnya suplai oksigen.
4. Gangguan Tidur
Gangguan tidur juga menjadi komplikasi lanjutan dari penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu kualitas tidur akibat se ring buang air kecil di malam hari. Selain itu juga terkadang muncul rasa haus yang berlebihan. Gangguan tidur yang terjadi dapat berupa tidak bisa memulai tidur, sering terbangun pada malam hari atau tidak mampu Kem bali tertidur setelah terbangun.
Obstructive sleep apnea (OSA) juga merupakan bentuk gangguan tidur yang sering dialami penderita diabetes. Pada keadaan OSA, ditandai de ngan adanya periode henti napas pada saat tidur. Akibat dari gangguan tidur ini, umumnya orang akan mengeluhkan rasa ngantuk pada siang hari, lelah dan sulit untuk konsentrasi.
Retinopati diabetika
Kecurigaan akan diagnosis DM terkadang berawal dan gejala berkurangnya keta jaman penglihatan atau gangguan lain pada mata yang dapat mengarah pada ke butaan. Retinopati diabetes dibagi dalam 2 kelompok, yaitu Retinopati non prolI feratif dan Proliferatif. Retinopati non proliferatif merupkan stadium awal dengan ditandai adanya mikroaneurisma, sedangkan retino proliferatif, ditandai dengan adanya pertumbuhan pembuluh darah kapiler, jaringan ikat dan adanya hipoksia retina. Pada stadium awal retinopati dapat diperbaiki dengan kontrol gula darah yang baik, sedangkan pada kelainan sudah lanjut hampir tidak dapat diperbaiki hanya dengan kontrol gula darah, malahan akan menjadi lebih buruk apabila dila kukan penurunan kadar gula darah yang terlalu singkat.
Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke
WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )
Lokasi Praktek
Apotek Kita Ubung
Jl. Cokroaminoto No.309
Ubung Denpasar
Jadwal
Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00
Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan


