BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

Category Archives: Penyakit Kulit Umum

Kelainan Kulit Kepala dan Rambut pada Manusia

Pasien mungkin datang dengan masalah kulit yang mereka yakini terbatas pada kulit kepala.

Gejala kulit kepala yang paling umum adalah:

  • Gatal
  • Nyeri
  • Sisik
  • Pustula atau nanah

Gatal mungkin terkait dengan sebagian besar kondisi kulit di kulit kepala. Nyeri lebih jarang terjadi.

Pattern balding

Male pattern balding

Female pattern balding

Severe female pattern balding

Erosive pustular dermatosis

Dissecting cellulitis

Folliculitis decalvans

Folliculitis keloidalis nuchae

Scalp folliculitis

Head lice/Kutu

Discoid lupus erythematosus of scalp

Atopic dermatitis of scalp

Seborrhoeic dermatitis of scalp

Scalp psoriasis

Tinea capitis

Pityriasis amiantacea

Tufted folliculitis due to folliculitis decalvans

Woolly hair naevus

Uncombable spun glass hair

Loose anagen hair syndrome

Trichorrhexis nodosa

Beaded hair or monilethrix

Traction alopecia

Frizzy hair of unknown cause

Scarring alopecia

Traumatic forms of alopecia

 

Telogen effluvium

Alopecia areata

Anagen hair loss

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu IKTIOSIS ?

Iktiosis adalah sekelompok kelainan kulit genetic disebabkan kelainan korni fikasi yang secara klinis dan etiologi heterogen. Dapat timbul sejak lahir atau se telah lahir, dapat terbatas hanya pada kulit atau merupakan bagian dari kelainan multi sistem. Iktiosis diklasifikasikan berdasar disertai atau tidaknya sindrom.

Beberapa jenis iktiosis Dengan mutasi genetik adalah :

1. Iktiosis Vulgaris

-tidak dijumpai saat lahir, biasanya timbul dalam tahun pertama kehidupan

-sisik putih keabuan yang luas terutama bagian luar lengan dan kaki juga tubuh

-sisik melekat di bagian tengah

-sering dengan keratosis folikularis

2. X-linked Ichthyosis

Gambaran klinis

-merupakan iktiosis ke 2 terbanyak

-saat lahir sisik halus, mulai usia 2-6 bulan tampak tebal, warna coklat gelap sampai kuning kecoklatan menutupi badan, leher, anggota gerak

-jarang terjadi kelainan mata

3. Congenital Ichthyosiform Erythroderma

Gambaran klinis

-Ichthyosiform erythroderma (CIE) kongenital dapat muncul pada periode baru la hir sebagai bayi collodion (lebih ringan dibandingkan dengan ichthyosis lamellar) dengan ektropion dan eklabium. Saat membran collodion terlepas, pasien menga lami eritema difus dan sisik halus seperti tepung dan terkadang penebalan telapak tangan dan telapak kaki. Eritema cenderung membaik seiring bertambah nya usia. Hipohidrosis dan intoleransi panas mungkin ekstrim. Pemeriksaan fisik menunjuk kan eritema difus dengan sisik putih halus, meskipun kaki ekstensor mungkin me miliki sisik coklat besar seperti piring. Ada variabel palmoplantar keratoderma, scarring alopecia, kontraktur jari, dan ektropion. Perawakan pendek terjadi dalam bentuk yang parah.

4. iktiosis Harlequein

Gambaran klinis

Iktiosis Harlequin (IH) merupakan kelompok iktiosis kongenital autosomal resesif yang sangat jarang terjadi, dengan prevalensi 1 kasus setiap 300.000 orang. IH me miliki manifestasi klinis tipikal, dilahirkan dengan hiperkeratosis masif yang dise babkan pewarisan gen autosomal resesif mutasi gen adenosine triphosphate (ATP) – binding cassette sub-family A member 12 (ABCA12) yang terlibat dalam sekresi granula lamelar, serta transport seramid dan lipid epidermal. Kemungkinan hidup pasien IH meningkat seiring perbaikan fasilitas perawatan neonatus dan terapi. Prin sip utama perawatan pasien IH adalah mengupayakan deskuamasi, terapi suportif, dan penanganan kecacatan fisik yang mengancam vitalitas organ. Konseling gene tik dan pemeriksaan diagnostik prenatal perlu untuk deteksi dini pada keluarga yang memiliki riwayat IH. Bayi IH sering dilahirkan prematur (rata usia kehamilan 35 minggu) atau bahkan lahir mati, dan risiko kematian sangat tinggi di usia bebe rapa hari hingga minggu awal kehidupan akibat gagal napas atau sepsis.

5. Epidermolitik hyperkeratosis

Gambaran klinis

-sejak lahir tedapat erosi kulit, kulit terkelupas luas dan kemerahan

-kemudian lepuh berkurang dan tampak hyperkeratosis berat

-terdapat kelainan batang rambut dan rambut rontok

-bisa terjadi sepsis dan ketidak seimbangan cairan dan elektrolit

6. Iktiosis lamellar

Gambaran klinis

-sebagian besar bayi saat lahir terbungkus membrane kolodion denga kemerahan yang kemudian menjadu sisik lebar luas

-sisik berwarna coklat gelap, pipih bentuk pola mosaic dengan kemerahan minimal atau tidak ada. Terdapat cekungan kulit hamper seluruh tubuh

-sering tanpa bulu mata yang parah yang menyebabkan terjadi konjungtivitis dan keratitis.

Iktiosis yang didapat biasanya akan berkembang di usia dewasa. Iktiosis didapat, biasanya muncul untuk pertama kalinya di masa dewasa, adalah kondisi non-ketu runan yang terkait dengan penyakit internal. Iktiosis yang didapat jarang terjadi dan harus dilihat sebagai penanda penyakit sistemik, termasuk keganasan. Kasus telah dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan tertentu. Ichthyosis vulgaris adalah jenis ichthyosis yang paling umum.

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu kulit gatal pada orang tua atau Pruritus Senilis ?

Pruritus atau gatal adalah sensasi tidak menyenangkan yang berhubungan dengan keinginan untuk menggaruk dan menurunkan kualitas hidup, 78 % pada lanjut usia.

Tipe Pruritus :

  • Neurogenik dan Sistemik
    • Terjadi gangguan organ diluar kulit.
    • Transmisis system saraf pusat.
    • Pada penyakit sistemik yaituL gagal ginjal kronik, gangguan pada hepar.
  • Psikogenik
    • Terjadi gangguan psikologis dan psikiatrik.
  • Neuropatik
    • Terjadi kerusakan seuron sensorik sentral/perifir.
    • Disertai paraestesi dan hipestesi.
  • Pruritoseptif
    • Terjadi kerusakan kulit/peradangan.
    • perubahan strutur kulit terkait usia.
    • Ada allergen.

Klasifikasi

  • Pruritus Akut
    • Terdapat kelainan kulit akut misalnya : scabies, urtikaria, insect bite/gigitan binatang.
  • Pruritus Kronik
    • Pruritus pada kulit dengan radang.
    • Pruritus pada kulit normal.
    • Pruritus dengan kulit garukan.
  • Pruritus pada Lansia
    • Pruritus kronis pada pasien dengan usia lebih 65 tahun, pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki.

Perbedaan struktur kulit

Terjadiya  pruritus pada lansia

  • Disfungsi sawar kulit
    • Pada penuaan terjadi xerosis/kulit kering.
    • Fungsi proteksi kulit terganggu.
  • Reaksi Imunologik
    • Imunosenescence , terjadi gangguan system imun, reaksi alergi meningkat.
    • Imbalance system imun.
  • Neuropati sentral dan perifir
    • Polineuropati pada kencing manis, kompresi saraf.
  • Gangguan Dermatologik
    • Xerosis kutis/kulit kering dan pecah-pecah.
    • Dermatitis kontak, dermatitis seboroik.
  • Kelainan sistemik
    • Gagal ginjal kronis.
    • Penyakit hati kronis, terjadi peningkatan bilirubin.
    • Gangguan hematologi, polisitemia vera, anemia.
    • Limfoma Hodgkin.
  • Gangguan Psikogenik
    • Depresi, cemas berlebihan.

Gambar Pruritus Senilis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Penyakit Lepuh atau Dermatosis Vesikobulosa Kronik ?

Penyakit Lepuh/Dermatosis Vesikobulosa kronik yaitu Penyakit kronik pada kulit yang manifestasi kliniknya ditandai terutama oleh vesikel dan bula (lepuh). Termasuk golongan ini

1. Pemfigus

2. Pemfigoid herpetiformis

3. Dermatitis herpetiformis

4. Chronic Bullous Disease of Childhood

5. Pemfigoid Sikatrisial

6. Herpes gestations

7. Epidermollisis bulosa (Kongenital).

Berlanjut di ilmiah selanjutnya …

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu HIPERHIDROSIS ?

Berkeringat adalah proses fisiologis normal yang membantu tubuh untuk mengatur suhu. Saat kita kepanasan atau berolahraga, keringat langsung menguap dari kulit dan memiliki efek mendinginkan. Kita juga mungkin berkeringat ketika cemas atau berada dalam situasi yang membuat kita gugup. Namun, untuk sekitar 3% orang yang menderita hiperhidrosis, berkeringat bisa terjadi terus menerus, keluarnya keringat jauh melebihi batas norma

Area tubuh yang paling umum terkena hiperhidrosis adalah tangan, kaki, ketiak, wajah, dan kepala. Bahkan, beberapa penderita hiperhidrosis bisa berkeringat di seluruh tubuh, bukan hanya di beberapa bagian tubuh. Orang dengan hiperhidrosis sering berkeringat dalam situasi di mana orang lain tidak berkeringat, ketika cuaca dingin misalnya. misalnya ketika cuaca dingin. Kulit pada orang dengan hiperhidrosis juga lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu, akibat terus menerus basah oleh keringat. Selain itu, seseorang yang menderita hiperhidrosis akan lebih sering mengalami infeksi kulit pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Meski penyebab pasti hiperhidrosis belum diketahui, kondisi ini dipercaya terjadi akibat kelenjar-kelenjar keringat bekerja terlalu aktif. Meski begitu, tidak semua orang yang memiliki masalah keringat berlebih bisa dikatakan menderita hiperhidrosis. Pada faktanya, hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis ini.

Penderita hiperhidrosis bisa memproduksi hingga lima kali lebih banyak keringat dibandingkan jumlah yang diperlukan tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami keringat berlebih pada sekujur tubuh sebagai akibat kondisi medis atau jenis obat tertentu. Kondisi ini disebut hiperhidrosis sekunder. Di sisi lain, ada pula yang disebut sebagai kondisi hiperhidrosis primer.

Penyebab Hiperhidrosis/Keringat Berlebih

Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer adalah kondisi keringat berlebih yang umumnya muncul di ketiak, tangan, kaki, dan dahi. Kondisi ini tidak disebabkan oleh penyakit tertentu. Sebagian besar penderita hiperhidrosis primer sudah mendapatkan masalah keringat berlebih sejak usia anak-anak atau remaja. Penyebab hiperhidrosis primer adalah sistem saraf yang mendorong kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Tetapi kemungkinan besarnya terjadi karena peningkatan aktivitas saraf simpatis atau bisa juga karena penyebaran kelenjar ekrin dalam tubuh yang tidak normal.

Jenis ini terjadi pada area tubuh yang sangat spesifik dan biasanya lebih merata, baik bagian tubuh di sebelah kiri dan sebelah kanan sama-sama terdampak. Area yang sering berkeringat adalah tangan, kaki, ketiak, serta wajah atau kepala.

Hiperhidrosis primer kerap dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja, kebanyakan diawali dengan keluarnya keringat berlebih pada telapak tangan dan kaki.

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya mengalami keringat berlebih sedikitnya satu kali seminggu. Namun, gejalanya jarang terjadi ketika mereka tidur di malam hari.

Penderita hiperhidrosis primer akan berkeringat meskipun cuaca tidak panas dan tidak melakukan aktivitas apapun. Atau dengan kata lain, penderita hiperhidrosis primer memang telah memiliki masalah keringat berlebih sebagai bawaan kondisi tubuh.

Hiperhidrosis Sekunder

Selain hiperhidrosis primer, penyebab keringat berlebih lainnya adalah hiperhidrosis sekunder. Jika hiperhidrosis primer terjadi tanpa adanya latar belakang kondisi medis, hiperhidrosis sekunder justru muncul sebagai akibat dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hiperhidrosis sekunder misalnya diabetes, gagal jantung, gangguan tiroid, dan obesitas. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat psikiatri, tekanan darah, antibiotik, dan suplemen tertentu juga dapat menjadi faktor penyebab hiperhidrosis sekunder. Untuk mengatasi keringat berlebih akibat hiperhidrosis sekunder, penderitanya harus mencari tahu lebih dulu kondisi medis yang menyebabkan ia mengalami keringat berlebih ini.

Pada jenis sekunder, keringat yang keluar berlebihan disebabkan oleh kondisi lain yang dimiliki para penderitanya. Jenis ini terbagi lagi atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Hipohidrosis emosional, dipicu oleh perasaan takut dan cemas. Umumnya menyerang ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Hipohidrosis lokal, disebabkan oleh kerusakan saraf simpatis yang terjadi karena cedera dari kecelakaan atau bawaan lahir.
  • Hiperhidrosis general, muncul karena gangguan saraf otonom (saraf tepi) atau adanya penyakit lain seperti diabetes insipidus, penyakit jantung, Parkinson, efek menopause dan efek obat-obatan.

Selain penyebab, yang membedakan jenis sekunder dan jenis primer adalah waktu kemuncul annya. Mereka yang mengalami jenis sekunder sering berkeringat malam hari saat tidur. Keja diannya juga baru dimulai pada saat seseorang telah dewasa

Apakah hyperhidrosis berbahaya

Pada dasarnya hiperhidrosis tidak mengancam jiwa seseorang dan tidak menyebabkan kompli kasi lainnya. Akan tetapi, individu yang mengalami hiperhidrosis sering kali merasa cemas dan tidak nyaman akan kondisinya sehingga mereka lebih menghindari kontak dengan orang lain maupun mengendalikan kondisinya meskipun dapat dikendalikan.Hal tersebut mengakibatkan orang-orang dengan kondisi ini akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka jarang ber partisipasi dalam kegiatan sosial terutama yang menyangkut aktivitas fisik seperti olahraga karena takut akan berkeringat.

Gejala Hiperhidrosis

Berbagai gejala hiperhidrosis, antara lain:

  • Keringat terlihat jelas.
  • Keluar keringat saat udara tidak panas.
  • Keluar keringat bukan sehabis berolahraga berat.
  • Sulit membuka pintu atau memegang pena karena tangan basah oleh keringat.
  • Kulit menjadi lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu akibat terus menerus basah oleh keringat
  • Infeksi pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Komplikasi Hiperhidrosis

Berbagai komplikasi hiperhidrosis, antara lain:

  • Infeksi akibat kulit sering mengeluarkan banyak keringat.
  • Perasaan malu, karena baju atau tangan yang basah, sehingga mengganggu aktivitas.

Bau badan yang dapat memengaruhi aktivitas sosial dan performa saat bekerja.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Virus Moluskum Kontagiosum pada kulit ?

Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang umum terjadi pada anak-anak. Infeksi kulit ini berupa papul (benjolan licin dan sewarna kulit), tidak nyeri, dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu setahun.

Penyakit ini mudah menular, namun hanya menyerang kulit dan tidak menyerang organ-organ dalam tubuh. Cara penularan yang biasa terjadi adalah lewat kontak langsung maupun kontak dengan benda lain yang terkontaminasi.

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh pox virus. Kondisi ini menimbulkan tanda berupa tonjolan berwarna putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit infeksi menular seksual (IMS), terjadinya melalui hubungan seksual.

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genital. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Tanda benjolan ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Terkadang, bintik ini bisa memerah dan meradang, ditambah dengan rasa gatal. Sebainya  tidak boleh menggaruk bintil karena nantinya dapat pecah dan membuat virus menyebar ke area kulit di sekitarnya.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.Dapat ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian paling tinggi di negara tropis. Walaupun biasanya terjadi pada anak-anak, penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya menyerang kulit di wajah, punggung, kaki, dan tangan, sedangkan pada orang dewasa juga dapat menyerang daerah genital (kemaluan). Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang padat, kurang higienis, dan kurang mampu.

Bila papul digaruk, virus ini dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Daerah lipatan kulit yang lembab, seperti ketiak, dapat mempercepat penyebaran virus.

Gejala tanda-tanda berikut ini:

  • Munculnya papul, yaitu benjolan licin dan sewarna kulit
  • Ukuran papul umumnya kecil, namun cukup bervariasi –biasanya antara 2–6 milimeter
  • Tidak gatal
  • Papul mudah menyebar ke area kulit lainnya
  • Bila pecah, akan keluar cairan putih kekuningan dari dalam papul
  • Karakteristiknya memiliki lekukan kecil (umbilikasi) atau titik di bagian atas dekat pusat.
  • Bisa menjadi merah dan mengalami peradangan.
  • Jika digarukan atau digosokan, yang mana ini dapat menyebarkan virus ke kulit di dekatnya.
  • Biasanya muncul di wajah, leher, ketiak, lengah, dan bagian atas tangan pada anak-anak.
  • Mungkin juga muncul di kelamin, perut bagian bawah, dan bagian dalam paha pada orang dewasa bila infeksi ditularkan secara seksual.

Faktor Resiko

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus yang juga dapat menyebabkan kutil.Virus dapat menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian, mainan atau benda lain. Juga peralatan olah raga yang telah disentuh kulit telanjang yang sudah terinfeksi virus.Visus tetap berada diperalatan termasuk barang tikar, sarung tangan bisbol, helm. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang  pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, virus ini dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuhnya.

Kelompok yang lebih mungkin untuk terinfeksi.

  • Anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perawatan kanker atau transplantasi organ.
  • Orang yang berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti gulat atau sepak bola, yang sering melakukan kontak dari kulit ke kulit.
  • Orang dengan dermatitis atopik, merupakan bentuk umum eksem yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Prurigo Nodularis ?

Prurigo adalah benjolan atau bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong. Benjolan ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal, terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal. Prurigo istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi gatal yang sulit hilang. Biasanya, kondisi ini dimulai dengan munculnya rasa gatal yang sangat mengganggu di permukaan kulit. Hal ini memicu keinginan untuk menggaruk terus-menerus dan berujung pada munculnya luka lecet pada kulit hingga infeksi.

Apa penyebab prurigo?

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit. Saat Anda menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Infeksi luka jadi makin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Penyebab prurigo dapat diawali dengan:

1. Gigitan serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Ia tidak sadar saat menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan infeksi yang parah.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Menurut British Association of Dermatology, sekitar 80 persen orang yang terkena prurigo ternyata juga menderita asma, demam, eksim atau gangguan kesehatan lainnya.

4.Penyakit lain memiliki resiko tinggi menjadi prurigo nodularis yaitu :
– dermatitis atopic
– dermatitis kontak
– Diabetes tipe 2
– Hepatitis C
– End stage kidney
– HIV yang tidak diobati
– Limfoma, Hodgkins
– Kecemasan , psikosis dan depresi

Prurigo Nodularis sering pada :

a.umur 50 tahun biasanya antara 51 – 65 tahun
b.Pada kulit hitam jika mempunyai dermatitis atopic
c.Menderita penyakit yang lama sembuh
d. 30 % kasus disebabkan defisiensi nutrisi, gangguan liver dan gangguan ginjal
e.Bisa juga disebabkan pada penyakit tiroid, penyakit neurologis, hiperkalsemia.

GAMBAR

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease / HFMD

Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan berbagai jenis virus. Penyakit ini kerap terjadi pada anak-anak usia 5–10 tahun. Walaupun lebih sering menyerang anak-anak, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.Dengan gejala berupa sakit pada mulut serta bercak merah  di tangan dan kaki. Penyakit ini tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Namun, dalam kasus langka, flu Singapura pada anak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis dan bahkan kematian.

Penyakit tangan, kaki, mulut (HMFD) ini paling sering terjadi pada bayi dan balita. Namun, anak yang lebih dewasa dan bahkan orang dewasa juga masih bisa terinfeksi.

Gejala flu Singapura yang mungkin muncul pada anak, antara lain:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Lesi yang menyakitkan, merah, seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
  • Nyeri perut
  • Batuk
  • Bercak  merah, tanpa gatal tapi kadang disertai lepuh, pada telapak tangan, telapak kaki, dan pantat

Periode dari infeksi awal hingga masa inkubasi adalah tiga hingga enam hari. Demam sering kali merupakan gejala pertama flu singapura pada anak. Lalu, diikuti sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, atau rasa tidak enak badan.Satu hingga dua hari setelah muncul demam, mulai akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan.Bercak merah pada tangan dan kaki, atau bokong dapat terjadi dalam satu atau dua hari. Flu Singapura bisa dikenali dari urutan kemunculan gejalanya. Biasanya, gejala pertama yang muncul adalah demam dan sakit tenggorokan, lalu 1–2 hari setelahnya akan muncul sariawan, ruam, dan lepuh.

Penyebab paling umum flu Singapura pada orang dewasa maupun anak adalah virus coxsackievirus A16.Terkadang, Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lainnya juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.Virus ini bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh di dalam hidung dan tenggorokan.

Lalu, perlu diketahui apabila virus bisa menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menyentuh cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.Flu Singapura menular melalui:

  • Air liur
  • Cairan dari lepuhan
  • Tetesan pernapasan disemprotkan ke udara setelah batuk atau bersin.

Hand, foot, and mouth disease ini paling umum terjadi pada anak-anak karena seringnya pergantian popok dan toilet training.Pada masa ini, anak sering kali meletakkan tangan mereka di mulut sehingga tidak higienis.Flu Singapura pada anak paling menular pada minggu pertama. Meski begitu, virus bisa tetap berada di tubuh selama berminggu-minggu setelah tanda dan gejala hilang.Artinya, ada kemungkinan anak Anda masih bisa menu larkan penyakit ini ke orang lain.Beberapa orang, khususnya orang dewasa, dapat terkena virus ini tanpa menunjukkan tanda dan gejala penyakit.Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu Singapura tidak berhubungan dengan foot and mouth disease, yang merupakan penyakit virus menular dari hewan ternak.Anda tidak akan tertular flu Singapura dari hewan peliharaan atau hewan lain, begitu juga sebaliknya.

Virus penyebab flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Oleh sebab itu, kontak dengan cairan atau tinja penderita dapat menyebabkan seseorang tertular flu Singapura, seperti:

  • Berbagi alat makan atau minum dengan penderita
  • Tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi)
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu

Flu Singapura dapat menyerang siapa saja, namun lebih banyak dialami oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun, terutama anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak.

Terdapat beberapa faktor yang membuat Anda berisiko terserang flu Singapura, yaitu:

  • Usia. Balita lebih rentan terhadap kondisi ini.
  • Kebersihan diri yang buruk. Ini akan memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.
  • Sering berada di tempat umum.

Flu Singapura adalah penyakit menular, sehingga jika Anda kontak dengan banyak orang dalam waktu yang lama, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi.Meski begitu, tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang penyakit ini.

Komplikasi paling umum dari flu Singapura baik pada orang dewasa maupun anak adalah  dehidrasi.Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan luka pada mulut dan tenggorokan, sehingga membuat anak dan pasien lainnya susah dan sakit saat menelan.Pastikan anak Anda mendapat asupan cairan yang cukup selama terserang flu Singapura. Jika dehidrasi parah, cairan intravena (IV) atau infus mungkin diperlukan.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu penyakit lupus ?

Penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi secara berlebih. Pada keadaan normal, antibodi berfungsi unuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing yang dapat menyebabkan penyakit. Pada orang yang mengalami penyakit lupus (Odapus), antibodi yang dimilikinya justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Sehingga, odapus mudah mengalami penyakit infeksi dan peradangan – akibat sel sehat diserang oleh antibodi.

Apa saja tipe penyakit lupus ?

Ada beberapa jenis penyakit lupus yang ada, yaitu:

  • Systemic lupus erthematosus (SLE), merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis penyakit ini menyerang berbagai jaringan seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
  • Discoid lupus erthematosus, adalah jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menyebabkan ruam-ruam.
  • Neonatal lupus adalah penyakit lupus yang menyerang bayi baru lahir. Penyakit ini dialami oleh bayi yang dilahirkan ibu yang memiliki kelainan antibodi.
  • Lupus akibat obat-obatan, gangguan ini biasanya hanya dialami dalam waktu yang singkat saja. Jadi beberapa obat-obatan mungkin saja menimbulkan efek samping yang gejalanya mirip lupus. Kondisi pasien akan membaik kalau penggunaan obat dihentikan.
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, merupakan lupus yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

Penyakit lupus termasuk peyakit yang jarang terjadi. Meski belum diketahui angka yang pasti, namun di Indonesia sendiri, orang yang mengalami penyakit ini ada sekitar 12.700 jiwa pada tahun 2012. Kejadian penyakit ini kemudian meningkat menjadi 13.300 pada tahun 2013. Sebagian besar orang yang memiliki penyakit lupus adalah wanita. Dilaporkan bahwa sebanyak 90% kasus penyakit lupus yang terjadi dialami oleh wanita. Kebanyakan kasus lupus terdeteksi pada pasien yang berusia 15-45 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Gejala penyakit lupus

Lupus adalah penyakit yang dikenal sebagai ‘penyakit 1000 wajah’. Sebutan ini muncul akibat penyakit kronis ini menimbulkan gejala dan tanda yang hampir mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga, penyakit ini cenderung sulit untuk dideteksi dini. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang biasanya dialami oleh odapus, menurut American College of Rheumatology:

  • Nyeri sendi
  • Sendi bengkak
  • Mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh berhari-hari hingga berbulan-bulan.
  • Di dalam urin terdapat darah atau bahkan protein (protein uria)
  • Terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit
  • Rambut rontok
  • Demam
  • Kejang-kejang
  • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru

Bila Anda mengalami setidaknya 4 gejala dan tanda tersebut, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit kronis yang diakibatkan oleh gangguan di dalam tubuh, sehingga sudah pasti bukan virus atau bakteri penyebab utamanya. Faktanya, para ahli belum mengetahui dengan pasti apa penyebab lupus. Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan hal ini. Namun, beberapa teori menyatakan bahwa penyakit lupus disebabkan karena adanya interaksi gen, hormon, dan lingkungan.

1.Faktor Genetik

Para peneliti dari John Hopkins Center, pertama kali tertarik oleh faktor penyebab penyakit lupus, dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Nyatanya, keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga, dapat meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain. Selain itu, anggota keluarga penderita lupus, ketika melakukan tes medis, cenderung positif hasilnya.
Lalu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti juga orang tersebut dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti yakin kalau penyebab penyakit lupus ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk. Tapi sayangnya, mereka masih belum bisa menentukan faktor mana yang paling kuat menyebabkan seseorang menderita lupus.

2.Hormonal

Nyatanya, wanita 9 kali lebih berisiko terkena lupus dibandingkan pria. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki, di mana keduanya jelas berbeda. Tubuh wanita menghasilkan dan menggunakan hormon estrogen yang lebih banyak, sementara tubuh laki-laki bergantung pada hormon yang disebut androgen.
Estrogen dikenal sebagai hormon “immuno-enhancing“, yang berarti bahwa wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat daripada pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, dan mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

3.Lingkungan

Selain itu, beberapa faktor lingkungan telah dikaitkan menjadi penyebab penyakit lupus. Para peneliti telah menghubungkan antara lupus dan berbagai racun lingkungan, contohnya seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri. Herpes zoster Virus (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus.

Komplikasi Penyakit Lupus

  • Lupus adalah penyakit yang mengganggu sistem kekebalan, sehingga banyak sistem atau jaringan tubuh lain yang mengalami gangguan. Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada odapus, yaitu:
  • Gangguan pada darah, seperti anemia
  • Gangguan ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah
  • Gangguan ingatan
  • Mengalami perubahan perilaku, seperti sering berhalusinasi
  • Kejang
  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Masalah pada paru-paru, contohnya peradangan pada selaput paru-paru dan pneumonia
  • Mudah terserang berbagai penyakit infeksi
  • Kanker

Gambaran Penyakit Lupus

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu Skrofuloderma ?

Skrofuloderma adalah penyakit tuberkulosis pada kulit. Penyakit ini disebut juga dengan nama tuberculosis colliquativa cutis.

READ MORE
Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...