BBook Now
Menu
Telfon WA : 085 338 180 688
Email : dragungcitraspkk@gmail.com

Lokasi :
Untuk saat ini untuk konsultasi dan prakteknya
bisa di WA terlebih dahulu.

Skip to Content

About:

Recent Posts by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

Keputihan atau Flour Albus akibat Trichomonas Vaginalis

Trikomoniasis atau trichomoniasis adalah penyakit menular seksual (IMS) yang menimbulkan gejala tidak nyaman berupa rasa gatal , perih dan keluar cairan berbau  amis dari vagina.Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria kebanyakan yang terkena penyakit ini biasanya tidak akan mengalami gejala apa pun.

Infeksi ini biasanya tidak bersifat fatal. Namun, trikomoniasis berisiko memicu beberapa komplikasi, seperti ketidak suburan pada wanita dan tersumbatnya uretra pada pria.Selain itu, penyakit ini juga berpotensi mengakibatkan komplikasi pada ibu hamil.

Gejala trikomoniasis

Mendeteksi tanda dan gejala trikomoniasis kadang cukup sulit. Ini karena sekitar 70% orang dengan penyakit ini tidak mengalami gejala sama sekali.Jika gejala muncul, artinya penyakit ini sudah mengakibatkan iritasi dan peradangan yang tergolong sedang hingga parah.

Gejala trichomoniasis juga bisa datang dan pergi sewaktu-waktu.

Pada wanita, trikomoniasis dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • keputihan yang sangat banyak berbau amis
  • Bau tidak sedap pada vagina.
  • Cairan vagina berwarna hijau atau kekuningan dan memiliki tekstur berbuih.
  • Rasa gatal, bengkak, atau panas pada vagina.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sakit saat buang air kecil.

Sementara itu, dibandingkan dengan wanita, pria dengan penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, ketika terjadi, gejala trikomoniasis pada pria meliputi:

  • iritasi di dalam penis
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Rasa sakit atau panas terbakar saat ejakulasi.
  • Rasa gatal atau iritasi di penis.
  • Keluar cairan dari penis.

Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dengan nama Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat ditemukan di mana saja dan sifatnya sangat mudah menular. Parasit Trichomonas vaginalis sering kali ditularkan selama berhubungan seksual dari orang yang terinfeksi ke orang lain yang sehat. Pada wanita, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis adalah:

  • Vulva
  • Vagina
  • Serviks (leher rahim)
  • Uretra (saluran kencing)

Sementara pada pria, parasit paling sering menginfeksi bagian dalam penis atau uretra. Selama berhubungan seksual, parasit bisa menyebar ketika penis bersentuhan dengan vagina. Selain alat reproduksi, trikomoniasis juga berisiko menginfeksi bagian tubuh lain, seperti tangan, mulut, atau anus. Namun penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui bersentuhan, berpelukan, atau berciuman. Masa inkubasi atau perkembangan penyakit sejak parasit masuk ke dalam tubuh sampai gejala muncul belum dapat ditetapkan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 5-28 hari.

Faktor risiko trikomoniasis

Seperti dijelaskan sebelumnya, trikomoniasis bisa menginfeksi baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa faktor yang berperan dalam penularan penyakit ini. Berikut adalah berbagai faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami trikomoniasis:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Pernah terkena trikomoniasis sebelumnya.
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya.
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti  terbebas dari penyakit ini. Faktor tersebut yang paling umum terjadi, tetapi  sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk informasi selengkapnya.

Komplikasi trikomoniasis

Meski penyakit ini bisa diatasi dengan pengobatan, tidak menutup kemungkinan trikomoniasis dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain yang lebih serius. Berikut adalah beberapa komplikasi kesehatan yang bisa terjadi akibat infeksi parasit Trichomonas vaginalis yang tidak ditangani dengan tepat:

1.Komplikasi kehamilan

Wanita hamil yang terkena trikomoniasis mungkin akan mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Melahirkan sebelum waktunya atau prematur.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Menularkan infeksi tersebut pada bayi saat melahirkan.
  • Trikomoniasis juga membuat wanita lebih rentan terkena HIV.

2.Colpitis macularis

Colpitis macularis atau yang juga diketahui dengan nama strawberry cervix adalah kondisi saat terjadi peradangan dan muncul bintik-bintik merah di dalam leher rahim.Kondisi ini ditemukan pada hampir 50% pasien wanita yang terkena trikomoniasis.

3.Epididimitis

Komplikasi lain dari penyakit ini adalah epididimitis, yaitu peradangan pada saluran epididimis. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma pada pria.

4.HIV/AIDS

Trikomoniasis juga menyebabkan Anda 2-3 kali lebih rentan untuk terkena penyakit menular seksual lainnya, terutama HIV/AIDS.

Gambaran Trichomonas  Vaginalis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease / HFMD

Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan berbagai jenis virus. Penyakit ini kerap terjadi pada anak-anak usia 5–10 tahun. Walaupun lebih sering menyerang anak-anak, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.Dengan gejala berupa sakit pada mulut serta bercak merah  di tangan dan kaki. Penyakit ini tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Namun, dalam kasus langka, flu Singapura pada anak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis dan bahkan kematian.

Penyakit tangan, kaki, mulut (HMFD) ini paling sering terjadi pada bayi dan balita. Namun, anak yang lebih dewasa dan bahkan orang dewasa juga masih bisa terinfeksi.

Gejala flu Singapura yang mungkin muncul pada anak, antara lain:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa tidak enak badan
  • Lesi yang menyakitkan, merah, seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
  • Nyeri perut
  • Batuk
  • Bercak  merah, tanpa gatal tapi kadang disertai lepuh, pada telapak tangan, telapak kaki, dan pantat

Periode dari infeksi awal hingga masa inkubasi adalah tiga hingga enam hari. Demam sering kali merupakan gejala pertama flu singapura pada anak. Lalu, diikuti sakit tenggorokan, tidak nafsu makan, atau rasa tidak enak badan.Satu hingga dua hari setelah muncul demam, mulai akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan.Bercak merah pada tangan dan kaki, atau bokong dapat terjadi dalam satu atau dua hari. Flu Singapura bisa dikenali dari urutan kemunculan gejalanya. Biasanya, gejala pertama yang muncul adalah demam dan sakit tenggorokan, lalu 1–2 hari setelahnya akan muncul sariawan, ruam, dan lepuh.

Penyebab paling umum flu Singapura pada orang dewasa maupun anak adalah virus coxsackievirus A16.Terkadang, Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lainnya juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.Virus ini bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh di dalam hidung dan tenggorokan.

Lalu, perlu diketahui apabila virus bisa menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menyentuh cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.Flu Singapura menular melalui:

  • Air liur
  • Cairan dari lepuhan
  • Tetesan pernapasan disemprotkan ke udara setelah batuk atau bersin.

Hand, foot, and mouth disease ini paling umum terjadi pada anak-anak karena seringnya pergantian popok dan toilet training.Pada masa ini, anak sering kali meletakkan tangan mereka di mulut sehingga tidak higienis.Flu Singapura pada anak paling menular pada minggu pertama. Meski begitu, virus bisa tetap berada di tubuh selama berminggu-minggu setelah tanda dan gejala hilang.Artinya, ada kemungkinan anak Anda masih bisa menu larkan penyakit ini ke orang lain.Beberapa orang, khususnya orang dewasa, dapat terkena virus ini tanpa menunjukkan tanda dan gejala penyakit.Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu Singapura tidak berhubungan dengan foot and mouth disease, yang merupakan penyakit virus menular dari hewan ternak.Anda tidak akan tertular flu Singapura dari hewan peliharaan atau hewan lain, begitu juga sebaliknya.

Virus penyebab flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Oleh sebab itu, kontak dengan cairan atau tinja penderita dapat menyebabkan seseorang tertular flu Singapura, seperti:

  • Berbagi alat makan atau minum dengan penderita
  • Tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi)
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu

Flu Singapura dapat menyerang siapa saja, namun lebih banyak dialami oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun, terutama anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak.

Terdapat beberapa faktor yang membuat Anda berisiko terserang flu Singapura, yaitu:

  • Usia. Balita lebih rentan terhadap kondisi ini.
  • Kebersihan diri yang buruk. Ini akan memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.
  • Sering berada di tempat umum.

Flu Singapura adalah penyakit menular, sehingga jika Anda kontak dengan banyak orang dalam waktu yang lama, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi.Meski begitu, tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang penyakit ini.

Komplikasi paling umum dari flu Singapura baik pada orang dewasa maupun anak adalah  dehidrasi.Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan luka pada mulut dan tenggorokan, sehingga membuat anak dan pasien lainnya susah dan sakit saat menelan.Pastikan anak Anda mendapat asupan cairan yang cukup selama terserang flu Singapura. Jika dehidrasi parah, cairan intravena (IV) atau infus mungkin diperlukan.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Keputihan atau Fluor Albus akibat Infeksi Candida Albicans/Jamur

Keputihan (leukorea/fluor albus/vaginal discharge) adalah semua pengeluaran cairan dari alat genitalia yang tidak berupa darah. Keputihan bukanlah penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. Penyebab utama keputihan harus dicari dengan anamnesa, pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan laboratorium.

Klasifikasi keputihan dibagi atas :
a. Keputihan fisiologis Berupa cairan jernih, tidak berbau dan tidak gatal, mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang.
b. Keputihan patologis Cairan eksudat yang berwarna, mengandung banyak leukosit, jumlahnya berlebihan, berbau tidak sedap, terasa gatal atau panas, sehingga seringkali menyebabkan luka akibat garukan di daerah mulut vagina.

Keputihan patologis terjadi disebabkan oleh:

Infeksi Tubuh akan memberikan reaksi terhadap mikroorganisme yang masuk ini dengan serangkaian reaksi radang. Penyebab infeksi yakni: 1) Jamur Candida albicans adalah jamur paling sering menyebabkan keputihan. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan infeksi jamur Candida sp. seperti pemakaian obat antibiotika atau kortikosteroid yang lama, kehamilan, kontrasepsi hormonal, penyakit diabetes mellitus, penurunan kekebalan tubuh karena penyakit kronis, selalu memakai pakaian dalam ketat dan dari bahan yang sukar menyerap keringat.

Kandidiasis vulvovaginalis

Definisi Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) adalah infeksi primer atau sekunder yang bersifat lokal pada area vagina oleh genus Candida, terutama Candida albicans (C. albicans). Manifestasi klinisnya sangat bervariasi dari akut, subakut dan kronis ke episodik. Proses patologis yang timbul juga bervariasi dari iritasi dan inflamasi sampai supurasi akut, kronis atau reaksi granulomatosis. Karena C. albicans merupakan spesies endogen, maka penyakitnya merupakan infeksi oportunistik.Ini merupakan mikosis sistemik yang umum, di mana Candida sp membentuk koloni di permukaan mukosa vagina semua perempuan selama atau segera setelah lahir, sehingga risiko infeksi endogen senantiasa ada. KVV adalah kondisi sangat umum yang mengenai hingga 75% wanita, setidaknya satu kali selama hidup mereka.

Perkembangan penyakit karena spesies Candida bergantung pada interaksi kompleks antara organisme yang patogen dengan mekanisme pertahanan tubuh pejamu. Infeksi kandida merupakan infeksi oportunistik yang dimungkinkan karena menurunnya pertahanan tubuh pejamu.Faktor-faktor predisposisi yang dihubungkan dengan meningkatnya insidens kolonisasi dan infeksi kandida pada vagina adalah:

a. Faktor mekanis: trauma (luka bakar, abrasi), oklusi lokal, lembab dan/atau maserasi, bebat tertutup atau pakaian, kegemukan.

b. Faktor nutrisi: avitaminosis, defisiensi besi, defisiensi folat, vitamin B12, malnutrisi generalis.

c. Perubahan fisiologis: umur ekstrim (sangat muda/sangat tua), kehamilan (terutama trimester terakhir), menstruasi, kontrasepsi hormonal (estrogen).

d. Penyakit sistemik: penyakit endokrin (diabetes melitus, penyakit cushing, hipoadrenalisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme), uremia, keganasan terutama hematologi (leukimia akut, agranulositosis), timoma, imunodefisiensi (sindroma AID).

e. Penyebab iatrogenik: pemasangan kateter, dan pemberian IV, radiasi sinar-X (xerostomia), obat-obatan (oral, parenteral, topikal, aerosol), antara lain: kortikosteroid, antibiotik spetrum luas, metronidazol, trankuilaiser, kolkhisin, fenilbutason, histamine 2-blocker. Faktor penting lainya adalah perbedaan virulensi di antara spesies Candida yang menentukan kemampuan untuk menginvasi epitel. Mekanisme invasi masih tidak jelas, tetapi mungkin menyangkut kerja enzim keratolitik, fosfolipase atau enzim proteolitik galur spesifik. Pseudohifa dapat menembus intraselular ke dalam korneosit. Terlihat ruang terang di sekitar Candida, menandakan suatu proses lisis jaringan kulit epitel yang sedang berlangsung. Bentuk hifa maupun ragi (yeast) keduanya dapat menembus jaringan pejamu dan menunjukkan virulensi yang potensial serta berperan pada infeksi manusia. Bentuk hifa mempercepat kemampuan Candida invasi jaringan.

Gejala Keluhan

a. sangat gatal atau pedih disertai keluar cairan yang putih mirip krim susu/keju, kuning tebal, tetapi dapat cair seperti air atau tebal homogen. Lesi bervariasi, dari reaksi eksema ringan dengan eritema minimal sampai proses berat dengan pustul, eksoriasi dan ulkus, serta dapat meluas mengenai perineum, vulva, dan pada wanita tidak hamil biasanya keluhan dimulai seminggu sebelum menstruasi. Gatal sering lebih berat bila tidur atau sesudah mandi air hangat. Umumnya didapati disuria dan dispareunia superfisial. Discharge keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur, seperti Candida sp., adalah cairan berwarn putih berbusa, dengan pH – Kandidiasis vulvovaginalis tidak sering atau sporadis, atau – Kandidiasis vulvovaginalis ringan sampai sedang, atau – Disebabkan oleh C. albicans, atau – Perempuan non imunokompromais/imunokompeten
b. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) sulit (complicated) – Kandidiasis vaginali rekurens, yaitu pasien yang terkena gejala simptomatik kandidiasis vulvovaginalis 4 kali atau lebih dalam setahun oleh karena berbagai faktor predisposisi, atau – Kandidiasis vulvovaginalis berat (eritema luas, edema, eksoriasi dan terbentuk fisura), atau – Kandidiasis non-albicans, atau – Perempuan dengan diabetes tidak terkontrol atau keadaan imunosupresif (mendapat kortikosteroid jangka lama, pasien HIV/AIDS) atau yang hamil.

c. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) kronis Relatif sering terjadi dengan khas rasa gatal, sering dengan eksaserbasi siklus premenstrual. Nyeri vulva terutama dispareunia dapat yang utama pada sindroma ini. Anamnesis yang tepat paling penting dalam mendiagnosis KVV kronis. Berhubungan dengan serangan berulang kandidiasis akut, menjadi semakin sering sebelum gejala berat dan kronis. Serangan biasanya didahului dengan pemberian antibiotika, tetapi dapat juga udara panas, perjalanan jauh, senggama, dan memakai baju ketat serta pasien yang mendapat terapi sulih hormon estrogen. Begitu menjadi kronis, biasanya dirasakan gatal dan pedih. Kambuh pada 7 hari sebelum menstruasi dan membaik pada permulaan menstruasi. Pemeriksaan khas tampak sangat eritema dan meradang pada vulva termasuk labia minor, siklus interlabia, introitus dan vagina. Sering tidak selalu ada keputihan yang seperti krim, juga dapat tampak normal atau agak meradang.

Gambar

Normal

Candida

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

 

READ MORE

Apa itu penyakit lupus ?

Penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi secara berlebih. Pada keadaan normal, antibodi berfungsi unuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing yang dapat menyebabkan penyakit. Pada orang yang mengalami penyakit lupus (Odapus), antibodi yang dimilikinya justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Sehingga, odapus mudah mengalami penyakit infeksi dan peradangan – akibat sel sehat diserang oleh antibodi.

Apa saja tipe penyakit lupus ?

Ada beberapa jenis penyakit lupus yang ada, yaitu:

  • Systemic lupus erthematosus (SLE), merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Jenis penyakit ini menyerang berbagai jaringan seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
  • Discoid lupus erthematosus, adalah jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menyebabkan ruam-ruam.
  • Neonatal lupus adalah penyakit lupus yang menyerang bayi baru lahir. Penyakit ini dialami oleh bayi yang dilahirkan ibu yang memiliki kelainan antibodi.
  • Lupus akibat obat-obatan, gangguan ini biasanya hanya dialami dalam waktu yang singkat saja. Jadi beberapa obat-obatan mungkin saja menimbulkan efek samping yang gejalanya mirip lupus. Kondisi pasien akan membaik kalau penggunaan obat dihentikan.
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, merupakan lupus yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

Penyakit lupus termasuk peyakit yang jarang terjadi. Meski belum diketahui angka yang pasti, namun di Indonesia sendiri, orang yang mengalami penyakit ini ada sekitar 12.700 jiwa pada tahun 2012. Kejadian penyakit ini kemudian meningkat menjadi 13.300 pada tahun 2013. Sebagian besar orang yang memiliki penyakit lupus adalah wanita. Dilaporkan bahwa sebanyak 90% kasus penyakit lupus yang terjadi dialami oleh wanita. Kebanyakan kasus lupus terdeteksi pada pasien yang berusia 15-45 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Gejala penyakit lupus

Lupus adalah penyakit yang dikenal sebagai ‘penyakit 1000 wajah’. Sebutan ini muncul akibat penyakit kronis ini menimbulkan gejala dan tanda yang hampir mirip dengan penyakit lainnya. Sehingga, penyakit ini cenderung sulit untuk dideteksi dini. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang biasanya dialami oleh odapus, menurut American College of Rheumatology:

  • Nyeri sendi
  • Sendi bengkak
  • Mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh berhari-hari hingga berbulan-bulan.
  • Di dalam urin terdapat darah atau bahkan protein (protein uria)
  • Terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit
  • Rambut rontok
  • Demam
  • Kejang-kejang
  • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru

Bila Anda mengalami setidaknya 4 gejala dan tanda tersebut, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit kronis yang diakibatkan oleh gangguan di dalam tubuh, sehingga sudah pasti bukan virus atau bakteri penyebab utamanya. Faktanya, para ahli belum mengetahui dengan pasti apa penyebab lupus. Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan hal ini. Namun, beberapa teori menyatakan bahwa penyakit lupus disebabkan karena adanya interaksi gen, hormon, dan lingkungan.

1.Faktor Genetik

Para peneliti dari John Hopkins Center, pertama kali tertarik oleh faktor penyebab penyakit lupus, dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Nyatanya, keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga, dapat meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain. Selain itu, anggota keluarga penderita lupus, ketika melakukan tes medis, cenderung positif hasilnya.
Lalu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti juga orang tersebut dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti yakin kalau penyebab penyakit lupus ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk. Tapi sayangnya, mereka masih belum bisa menentukan faktor mana yang paling kuat menyebabkan seseorang menderita lupus.

2.Hormonal

Nyatanya, wanita 9 kali lebih berisiko terkena lupus dibandingkan pria. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki, di mana keduanya jelas berbeda. Tubuh wanita menghasilkan dan menggunakan hormon estrogen yang lebih banyak, sementara tubuh laki-laki bergantung pada hormon yang disebut androgen.
Estrogen dikenal sebagai hormon “immuno-enhancing“, yang berarti bahwa wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat daripada pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, dan mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

3.Lingkungan

Selain itu, beberapa faktor lingkungan telah dikaitkan menjadi penyebab penyakit lupus. Para peneliti telah menghubungkan antara lupus dan berbagai racun lingkungan, contohnya seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri. Herpes zoster Virus (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus.

Komplikasi Penyakit Lupus

  • Lupus adalah penyakit yang mengganggu sistem kekebalan, sehingga banyak sistem atau jaringan tubuh lain yang mengalami gangguan. Ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada odapus, yaitu:
  • Gangguan pada darah, seperti anemia
  • Gangguan ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah
  • Gangguan ingatan
  • Mengalami perubahan perilaku, seperti sering berhalusinasi
  • Kejang
  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Masalah pada paru-paru, contohnya peradangan pada selaput paru-paru dan pneumonia
  • Mudah terserang berbagai penyakit infeksi
  • Kanker

Gambaran Penyakit Lupus

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Apa itu Kondiloma Lata akibat Penyakit Sifilis ?

Kondilomata lata, juga dikenal sebagai kondiloma latum, mengacu pada manifestasi kulit yang jinak dan tanpa rasa sakit dari sifilis sekunder. Mereka adalah pertumbuhan berwarna kulit atau hipopigmentasi yang ditandai dengan lesi abu-abu hingga putih, biasanya terletak di area genital atau di sekitar mulut. Kondiloma lata dilaporkan pada sekitar 9% hingga 44% individu yang menderita sifilis.

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum yang disebabkan oleh bakteri spirochete, Treponema pallidum. Ini dapat menyebabkan beberapa lesi kulit, termasuk lesi datar dan terangkat (yaitu, erupsi makula dan papular, masing-masing) pada tubuh, telapak tangan, atau mulut. Selama sifilis primer, yang biasanya terjadi dalam waktu tiga minggu setelah terpapar Treponema pallidum, lesi kulit pertama akan muncul sebagian besar sebagai papula tanpa rasa sakit (yaitu, benjolan yang menonjol dengan diameter hingga 1 cm). Mereka biasanya muncul di tempat di mana bakteri awalnya masuk ke dalam tubuh dan, kemudian, menghasilkan chancre klasik (yaitu, ulkus tanpa rasa sakit 1-2 cm). Sifilis sekunder, yang biasanya dimulai dua hingga delapan minggu setelah lesi pertama, ditandai dengan munculnya ruam. Gejala umum lain dari sifilis sekunder, selain kondilomata lata, adalah tidak adanya rambut dari area tubuh (yaitu, alopecia). Ini dapat terjadi bercak, luas, di banyak bagian tubuh, termasuk alis, janggut, dan kulit kepala. Paling umum, individu dengan sifilis sekunder dengan hanya rambut rontok dan tidak ada tanda-tanda kondiloma lata.

Sifilis sekunder diketahui telah memberikan manifestasi kulit yang bervariasi dari ruam di selaput lender dan perubahan pada rambut/kuku.Manifestasi umum sifilis sekunder berupa ruam (75-100 %), limfadenopati (50-80 %), dan lesi mucocutaneous seperti mucous patch dan kondiloma lata (40-50 %).

Kondisi seperti kondilomata lata termasuk kutil kelamin dari infeksi human papillomavirus (HPV) serta karsinoma sel skuamosa. Presentasi klinisnya mungkin menyerupai manifestasi kulit sifilis sekunder.

Seperti apa bentuk kondiloma lata ?

Kondiloma lata biasanya merupakan pertumbuhan kulit yang halus, lembut, dan rata yang dapat bervariasi dalam bentuk dan ukuran. Warnanya bisa berkisar dari merah muda hingga abu-abu. Mereka biasanya berkembang di daerah yang hangat dan lembab, seperti alat kelamin (misalnya, penis, labia), anus, atau mulut. Biasanya, mereka ditemukan di daerah yang dekat dengan chancre primer, seperti kelompok di sekitar anus, terutama setelah seseorang melakukan hubungan seks anal. Ini mungkin mencerminkan penyebaran langsung organisme dari ulkus primer ke jaringan terdekat. Lebih jarang, mereka juga dapat berkembang di ketiak, telapak tangan, wajah, umbilikus, dan di antara jari-jari kaki. Pada individu dengan sistem kekebalan yang terganggu (misalnya, orang dengan HIV/AIDS, transplantasi organ, yang menjalani kemoterapi), kondiloma lata dapat berkembang biak menjadi kelompok besar.

Apa penyebab kondiloma lata ?

Kondiloma lata merupakan ciri sifilis sekunder. Sifilis sekunder mengacu pada periode dua hingga delapan minggu setelah munculnya lesi sifilis primer. Selama fase sekunder, infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh, dan individu yang terinfeksi sangat menular.

Bagaimana kondiloma lata didiagnosis dan diobati ?

Awalnya, untuk mendiagnosis kondiloma lata, profesional kesehatan mungkin bertanya tentang riwayat seksual individu dan episode penyakit menular seksual sebelumnya. Pada kebanyakan kasus, kondiloma lata dapat dengan mudah diidentifikasi dan didiagnosis melalui pemeriksaan fisik pada area genital. Pemeriksaan lesi dengan pembesaran (yaitu, kolposkop: digunakan untuk memeriksa lesi serviks, vagina, atau vulva) mungkin juga diperlukan untuk evaluasi yang lebih rinci.

Seringkali, diagnosis dapat dikonfirmasi dengan tes diagnostik tambahan, termasuk tes serologis (yaitu, tes darah yang mendeteksi adanya antibodi terhadap Treponema pallidum). Biopsi diperlukan untuk membedakan kondiloma sifilis dari lesi yang diinduksi HPV (misalnya kutil kelamin). Visualisasi banyak spirochetes dengan immunostaining (yaitu, proses selektif mengidentifikasi protein dalam sel) juga dapat mengkonfirmasi diagnosis condylomata lata.

Apa fakta terpenting yang perlu diketahui tentang kondiloma lata?

Kondiloma lata mengacu pada lesi jinak, tidak nyeri, seperti kutil yang berhubungan dengan sifilis sekunder. Mereka sebagian besar adalah pertumbuhan berwarna kulit yang berkembang di daerah yang hangat dan lembab, seperti mulut, alat kelamin, atau anus. Biasanya, kondiloma lata halus, lunak, rata, dan dapat bervariasi dalam bentuk dan ukuran. Diagnosis dapat dicapai melalui tinjauan riwayat medis dan pemeriksaan fisik pada area genital. Bila perlu, pengujian serologis lebih lanjut atau bahkan biopsi dapat dilakukan.

Keluhan yang tiba-tiba menghilang pada sifilis bukan merupakan tanda sembuh melainkan tanda penyakit memasuki masa laten yang bisa berlangsung bertahun-tahun yang saat kambuh kembali menjadi stadium 3 yang mengenai berbagai organ mulai dari mata, gigi, kulit, jantung, ginjal, sampai otak.

Gambaran Kondiloma Lata

\

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

 

READ MORE

Ulcus Durum Akibat Penyakit Sifilis

Stadium dini T. pallidum masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi atau selaput lendir, biasanya melalui senggama. Kuman tersebut membiak, jaringan bereaksi dengan membentuk infiltrat yang terdiri atas sel-sel limfosit dan sel- sel plasma, terutama di perivaskular, pembuluh-pembuluh darah kecil berproliferasi di kelilingi oleh T. pallidum dan sel-sel radang. Treponema tersebut terletak di antara endotelium kapiler dan jaringan perivaskular di sekitarnya. Enarteritis pembuluh darah kecil menyebabkan perubahan hipertrofik endotelium yang menimbulkan obliterasi lumen (enarteritis obliterans).

Kehilangan pendarahan akan menyebabkan erosi, pada pemeriksaan klinis tampak sebagai S1. Sebelum S1 terlihat, kuman telah mencapai kelenjar getah bening regional secara limfogen dan membiak. Pada saat itu terjadi pula penjalaran hematogen dan menyebar ke semua jaringan di badan, tetapi manifestasinya akan tampak kemudian. Multiplikasi ini diikuti oleh reaksi jaringan sebagai SII, yang terjadi enam sampai delapan minggu sesudah S1. S1 akan sembuh perlahan-lahan karena kuman di tempat tersebut jumlahnya berkurang, kemudian terbentuklah fibroblas-fibroblas dan akhirnya sembuh berupa sikatriks. SII juga mengalami regresi perlahan-lahan dan lalu menghilang.

Pada tahap primer, luka yang tidak menimbulkan rasa sakit akan muncul di tempat saat pertama kali bakteri masuk ke dalam tubuh.Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu sejak awal bakteri masuk dengan jangka waktu berkisar antara 10-90 hari.Jika berada di tahap primer ini, Anda dapat dengan mudah menularkan bakteri penyebab penyakit sifilis kepada orang lain.

Berikut gejala yang ditimbulkan akibat sifilis (sipilis) tahap primer:

  • Pada pria, luka ini sering muncul di daerah kelamin, biasanya (tapi tidak selalu) pada penis. Luka ini sering menimbulkan rasa sakit.
  • Pada wanita, luka dapat berkembang pada bagian luar alat kelamin atau di bagian dalam vagina, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit (chancre).
  • Perkembangan  kelenjar getah bening dapat terjadi di daerah sekitar luka.
  • Luka dapat terjadi di bagian tubuh lain selain kelamin.
  • Luka biasanya satu  tetapi bisa lebih dari satu.
  • Benruk luka bulat atau lonjong, ukuran beberpa mm sampai 2 cm, tepi ulkus teratur, batas tegas dengan tanpa radang, permukaan ulkus bersih, berwarna merah, isi ulkus berupa cairan serous, tidak nyeri tekan.

Luka biasanya berlangsung selama 3-6 minggu dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Akan tetapi, luka mungkin akan meninggalkan bekas tipis.Meskipun luka telah sembuh, bukan berarti sipilis juga menghilang. Anda masih bisa menularkan sipilis pada orang lain selama ada di kondisi ini.

Gambaran Ulkus Durum akibat penyakit Sifilis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Sifilis Kongenital ?

Definisi
Sifilis kongenital adalah penyakit sifilis yang diderita bayi dengan manifestasi klinis sifilis kongenital; atau ditemukannya Treponema pallidum pada lesi, plasenta, tali pusat atau otopsi jaringan; atau bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita sifilis yang belum mendapat pengobatan atau telah mendapat pengobatan namun tidak adekuat sebelum atau selama kehamilan, atau ibu yang telah mendapat terapi penisilin tetapi tidak menunjukkan respons serologi; atau ditemukannya salah satu dari hal berikut, yaitu pemeriksaan radiologi tulang panjang dan/atau cairan serebrospinal yang sesuai gambaran sifilis kongenital.

Epidemiologi
Sejak tahun 1980, di Amerika Serikat terdapat peningkatan yang pesat jumlah kasus sifilis primer dan sekunder dan mencapai puncaknya pada tahun 1990 yaitu 20,3 kasus per 100 000 populasi. Namun kemudian terjadi penurunan jumlah kasus sifilis primer dan sekunder mencapai 3,2 kasus per 100.000 populasi pada tahun 1997. Faktor risiko yang berhubungan dengan sifilis maternal adalah usia muda, sosial ekonomi rendah, kurangnya pemeriksaan selama kehamilan yang adekuat, pernah menderita penyakit menular seksual, perilaku seksual tinggi, dan pemakai obat narkotika. Transmisi transplasental lebih sering terjadi pada ibu hamil yang menderita sifillis primer atau sekunder dibandingkan dengan yang menderita sifilis laten.

Etiologi
Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum. Treponema berasal dari bahasa Yunani yang berarti benang yang terpuntir. Panjang mikro-organisme ini 5-20 mm dan diameternya 0,092-0,5 mm.

Manifestasi Klinis
Plasenta dari bayi yang menderita sifilis kongenital dapat mengalami plasentomegali yang didefinisikan oleh Hoddick dkk sebagai penebalan plasenta yang melebihi + 2 SD ( deviasi standar) disesuaikan dengan usia kehamilan.12 Kematian janin atau perinatal terjadi pada 40% bayi yang terinfeksi.8 Persalinan preterm dan pertumbuhan janin terhambat juga telah dilaporkan.6 Pada bayi yang tetap hidup, manifestasi klinis dibagi dalam stadium dini dan stadium lanjut.

Stadium dini terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan, sedangkan stadium lanjut terjadi setelah usia dua tahun. Kurang lebih dua pertiga bayi tidak menunjukkan gejala klinis saat dilahirkan, tetapi jika tidak diobati gejala akan muncul dalam beberapa minggu atau bulan. Manifestasi klinis bervariasi dan dapat mengenai beberapa organ. Organ yang sering terkena adalah hati dan limpa berupa pem besaran (hepatosplenomegali), ikterik yang menetap dan peningkatan enzim hati.Limfadenopati bersifat difus dan sembuh dengan sendirinya. Kelainan kulit dapat berupa eritematosa makulopapular atau lesi bula diikuti oleh deskuamasi pada telapak tangan dan kaki. Dapat pula ditemukan lesi kondiloma yang khas pada membran mukosa dan rinitis.

Bila terdapat osteokondritis, akan terasa nyeri yang dapat menyebabkan bayi menjadi sensitif dan tidak mau menggerakkan tungkainya (pseudoparalisis Parrot). Kelainan susunan saraf pusat, gagal tumbuh, korioretinits, nefritis, dan sindrom nefrotik dapat juga ditemukan. Manifestasi klinis yang mengenai ginjal dapat berupa hipertensi, hematuria, proteinuria, hipoproteinemia dan hiperkolesterolemia. Hal ini diakibatkan oleh deposit kompleks imun di glomerulus. Gambaran klinis yang jarang dapat berupa gastroenteritis, peritonitis, pankreatitis, pneumonia, kelainan mata (glaukoma dan korioretinitis), hidrops, dan masa pada testis. Manifestasi lanjut merupakan akibat inflamasi kronis pada tulang, gigi, dan susunan saraf pusat.

Perubahan tulang akibat periostitis yang menetap atau berulang dan berhubungan dengan penebalan tulang dapat berupa frontal boosing, penebalan sternoklavikula yang unilateral atau bilateral, bagian tengah tibia yang melengkung ke depan (Saber shins), dan ska pula skapoid. Kelainan hidung berupa saddle nose akibat rinitis yang menghancurkan tulang seki tarnya. Manifestasi stadium lanjut dapat berupa keratitis interstitialis yang unilateral atau bilateral dengan gejala fotofobi dan lakrimasi, diikuti opaksifikasi kornea yang mengakibatkan kebutaan pada beberapa minggu sampai dengan beberapa bulan.

Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit sifilis adalah neurosifilis. Neurosifilis terjadi pada kurang lebih 60% bayi yang menderita sifilis kongenital. Hal ini ditandai dengan uji VDRL dari bahan CSS (+), pleositosis, dan peningkatan protein.

Gambar

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu penyakit SIFILIS ?

Definisi Sifilis adalah penyakit infeksi yang dapat digolongkan Penyakit Menular Seksual (PMS), yang disebabkan oleh Treponema palidium, yang bersifat kronis dan bekerja secara sistemik.

Epidemiologi

Asal penyakit tidak jelas. Sebelumnya belum dikenal di Eropa. Pada tahun 1494 terjadi epidemi di Napoli. Pada abad ke-18 baru diketahui bahwa penularan sifilis melelui hubungan seksual. Pada abad ke-15 terjadi wabah di Eropa. Sesudah tahun 1860, morbilitas sifilis menurun cepat. Selama perang dunia II, kejadian sifilis meningkat dan puncaknya pada tahun 1946, kemudian menurun setelah itu. Pada tahun 2011, sejumlah 360 kasus untuk sifilis  kongenital yaitu anak atau bayi yang mendapatkan sifilis dari ibunya. Sifilis diderita oleh waria 25%, pekerja seks langsung 10%, pria yang berhubungan seks sesama pria 10%, pekerja seks tidak langsung 3%, dan narapidana 3%. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia).

Penyebab  Sifilis 

Treponema Pallidum .Bentuk spiral; panjang mikron dan lebar 0,1- 0,2 mikron.Gerakan berotasi undulasi sisi ke sisi. Mati pada kekeringan, panas, antiseptik ringan, hidup beberapa lama di luar tubuh. Sifilis  dapat menular melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis dan kontak kulit dengan lesi yang mengandung T. Pallidum.

Tahapan penyakit sifilis

1. Sifilis primer

Seseorang dengan sifilis primer umumnya mengalami luka di tempat infeksi awal.Luka ini biasanya terdapat di sekitar alat kelamin, sekitar anus, atau mu lut.Luka ini biasanya berbentuk bulat dan dinamakan chancre. Gejala sifilis akan  muncul 2-4 hari setelah infeksi terjadi, termasuk chancre, yaitu saat bakteri masuk ke dalam tubuh.Sifilis jenis ini sering terasa pada alat kelamin, tetapi juga bisa dili hat di mulut atau rektum jika kedua bagian tersebut terlibat dalam aktivitas seksu al.Umumnya, gejala sifilis akan muncul  dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-5 minggu.

2. Sifilis sekunder

Dalam beberapa minggu setelah penyembuhan chancre yang asli, Anda mung kin akan mengalami ruam yang di sekujur tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.Ruam ini biasanya tidak gatal dan dapat disertai dengan munculnya  kutil di mulut atau area kelamin Anda.Beberapa orang dengan sifilis sekunder juga me ngalami rambut rontok, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, hingga pembengkak an kelenjar getah bening.Seperti tahap pertama (primer), gejala-gejala di atas dapat hilang dengan sendiri nya.Namun,  Mayo Clinic menyebut tanda dan gejala ini da pat datang berkali-kali dan hilang selama satu tahun.Beberapa penderita yang su dah berada pada stadium dua atau tiga mungkin tidak menunjukkan adanya gejala penyakit sifilis.

3. Sifilis laten

Sifilis laten terjadi di antara tahap kedua (sekunder) dan tahap ketiga (tersier). Pada tahap  laten, Anda tidak mengalami gejala apa pun dari penyakit sifilis ini.Tahap laten ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.Tanda dan gejala mungkin tidak akan pernah kembali lagi atau justru berkembang menjadi tahap keempat, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis tersier

Sekitar 15-30% orang yang terinfeksi sifilis tetapi tidak diobati kemungkinan berisiko mengalami komplikasi yang dikenal dengan nama sifilis tersier.Tahap ke-4 dari gejala sifilis muncul 10-40 tahun setelah infeksi awal.Dalam tahap ini, sifilis akan merusak otak, saraf, mata, jantung, aliran darah, hati, tulang, dan otot.

Komplikasi sifilis

Jika tidak diobati, sifilis bisa merusak kesehatan tubuh Anda, bahkan dapat me ningkatkan risiko terinfeksi HIV.Sementara itu, bagi para perempuan, sifilis bisa menyebabkan komplikasi  kehamilan.Pengobatan sifilis bisa membantu mencegah kerusakan pada tubuh di kemudian hari.Namun, pengobatan penyakit sifilis terse but tidak dapat memperbaiki atau mengembalikan kerusakan yang telah terjadi.

Komplikasi yang mungkin terjadi pada orang dengan sifilis adalah sebagai berikut:

1. Benjolan kecil atau tumor

Benjolan kecil atau tumor yang disebut gumma dapat berkembang pada kulit, tu lang, hati, atau organ lain pada tahap akhir sifilis. Gumma biasanya hilang setelah perawatan dengan obat.

2. Masalah saraf

Sipilis dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf Anda, termasuk:

  •  Sakit kepala
  •  Stroke
  •  Meningitis
  • Kehilangan pendengaran
  • Masalah kelihatan, termasuk kebutaan
  • Demensia
  • Disfungsi seksual pada pria (impotensi)
  • Inkontinensia kandung kemih

3. Masalah kardiovaskular

Masalah akibat sipilis ini mungkin termasuk penonjolan (aneurisma) dan radang aorta.Aorta adalah arteri utama pada tubuh. Sifilis juga dapat merusak katup jantung.

4. Infeksi HIV

Orang dewasa dengan sipilis yang ditularkan secara seksual diperkirakan memiliki 2-5 kali lipat risiko tertular HIV.Luka sifilis dapat berdarah dengan mudah sehingga memungkinkan virus HIV masuk ke dalam aliran darah Anda selama melakukan aktivitas seksual.Jika seseorang dengan HIV juga memiliki sifilis, penyebaran virus akan meningkat, sekalipun mereka minum obat HIV.

5. Komplikasi kehamilan dan kelahiran bayi

Jika sedang hamil, Anda mungkin akan menurunkan sifilis pada bayi Anda yang belum lahir.Sifilis bawaan meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, atau kematian bayi setelah beberapa hari setelah lahir.

Tes pada pasangan seksual Anda, seperti:

  • Sifilis primer: pasangan sejak tiga bulan lalu.
  • Sifilis sekunder: pasangan sejak enam bulan lalu.
  • Sifilis laten: pasangan sejak tahun lalu (karena mungkin ada chancre yang tidak terdeteksi sebelumnya).

Gambar  gejala Sifilis

Fase Primer

Fase Sekunder

Fase Laten/asimtomatik

Jika pengobatan masih belum tuntas atau tidak dilakukan sama sekali, maka akan masuk ke dalam tahap laten ini. Ini adalah tahapan setelah seseorang terinfeksi dan ruam pada tahap se kunder hilang. Pengidap tidak akan merasakan gejala apa pun dalam beberapa waktu (tahap laten). Bisa saja gejala bertahan hingga satu tahun atau bahkan 5-20 tahun gejala sifilis hi lang. Hal ini terjadi sekitar 1 tahun setelah timbul sifilis sekunder. Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama se kali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun.

Fase Tersier

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

Apa itu Skrofuloderma ?

Skrofuloderma adalah penyakit tuberkulosis pada kulit. Penyakit ini disebut juga dengan nama tuberculosis colliquativa cutis.

READ MORE

Apa itu TBC Kulit atau TBC Kutis ?

TBC kulit ialah infeksi di kulit oleh kuman mikobakteria. Penyakit ini cenderung meningkat pada pasien AIDS, Adanya M.tuberculosis yang resisten, peningkatan terapi imunosupresif dan peningkatan human migration.

Jenis TBC Kutis :

1.Eksogen, manifestasi klinis :

  • TB Chancre
  • TB Kutis Verukosa
  • Lupus Vulgaris

2. Endogen, manifestasi Klinis :

  • TB Orifisialis
  • Skrofuloderma
  • TB Kutis Gumosa
  • TB Kutis Miliaris

Epidemiologis

Di Negara Barat yang sering ditemukan Lupus vulgaris, sedang di daerah tropis (Indonesia) sering ditemukan Skrofuloderma dan Tuberkulosis kutis verukosa.

Gambaran Klinis TBC Kutis

Tuberkulosis Chancre

Skrofuloderma

Tuberkulosis Kutis Verukosa

Tuberkulosis Kutis Gumosa

Tuberkulosis Kutis Orifisialis

Lupus  Vulgaris

Tuberkulosis Papulo Nekrotika

Liken  Sklofulosorum

Eritema  Nodosum

Eritema  Induratum  Bazin

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan

READ MORE

 

Recent Comments by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

    No comments by dr. A. A. A. Md Citrarasmi, Sp.DVE.FINSDV, SH.

Open chat
Halo

Terima kasih sudah mengunjungi website kami silahkan chat apabila ada pertanyaan ...