Trikomoniasis atau trichomoniasis adalah penyakit menular seksual (IMS) yang menimbulkan gejala tidak nyaman berupa rasa gatal , perih dan keluar cairan berbau  amis dari vagina.Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria kebanyakan yang terkena penyakit ini biasanya tidak akan mengalami gejala apa pun.

Infeksi ini biasanya tidak bersifat fatal. Namun, trikomoniasis berisiko memicu beberapa komplikasi, seperti ketidak suburan pada wanita dan tersumbatnya uretra pada pria.Selain itu, penyakit ini juga berpotensi mengakibatkan komplikasi pada ibu hamil.

Gejala trikomoniasis

Mendeteksi tanda dan gejala trikomoniasis kadang cukup sulit. Ini karena sekitar 70% orang dengan penyakit ini tidak mengalami gejala sama sekali.Jika gejala muncul, artinya penyakit ini sudah mengakibatkan iritasi dan peradangan yang tergolong sedang hingga parah.

Gejala trichomoniasis juga bisa datang dan pergi sewaktu-waktu.

Pada wanita, trikomoniasis dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • keputihan yang sangat banyak berbau amis
  • Bau tidak sedap pada vagina.
  • Cairan vagina berwarna hijau atau kekuningan dan memiliki tekstur berbuih.
  • Rasa gatal, bengkak, atau panas pada vagina.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sakit saat buang air kecil.

Sementara itu, dibandingkan dengan wanita, pria dengan penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun, ketika terjadi, gejala trikomoniasis pada pria meliputi:

  • iritasi di dalam penis
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Rasa sakit atau panas terbakar saat ejakulasi.
  • Rasa gatal atau iritasi di penis.
  • Keluar cairan dari penis.

Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dengan nama Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat ditemukan di mana saja dan sifatnya sangat mudah menular. Parasit Trichomonas vaginalis sering kali ditularkan selama berhubungan seksual dari orang yang terinfeksi ke orang lain yang sehat. Pada wanita, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis adalah:

  • Vulva
  • Vagina
  • Serviks (leher rahim)
  • Uretra (saluran kencing)

Sementara pada pria, parasit paling sering menginfeksi bagian dalam penis atau uretra. Selama berhubungan seksual, parasit bisa menyebar ketika penis bersentuhan dengan vagina. Selain alat reproduksi, trikomoniasis juga berisiko menginfeksi bagian tubuh lain, seperti tangan, mulut, atau anus. Namun penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui bersentuhan, berpelukan, atau berciuman. Masa inkubasi atau perkembangan penyakit sejak parasit masuk ke dalam tubuh sampai gejala muncul belum dapat ditetapkan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 5-28 hari.

Faktor risiko trikomoniasis

Seperti dijelaskan sebelumnya, trikomoniasis bisa menginfeksi baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa faktor yang berperan dalam penularan penyakit ini. Berikut adalah berbagai faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami trikomoniasis:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Pernah terkena trikomoniasis sebelumnya.
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya.
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti  terbebas dari penyakit ini. Faktor tersebut yang paling umum terjadi, tetapi  sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk informasi selengkapnya.

Komplikasi trikomoniasis

Meski penyakit ini bisa diatasi dengan pengobatan, tidak menutup kemungkinan trikomoniasis dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain yang lebih serius. Berikut adalah beberapa komplikasi kesehatan yang bisa terjadi akibat infeksi parasit Trichomonas vaginalis yang tidak ditangani dengan tepat:

1.Komplikasi kehamilan

Wanita hamil yang terkena trikomoniasis mungkin akan mengalami komplikasi sebagai berikut:

  • Melahirkan sebelum waktunya atau prematur.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Menularkan infeksi tersebut pada bayi saat melahirkan.
  • Trikomoniasis juga membuat wanita lebih rentan terkena HIV.

2.Colpitis macularis

Colpitis macularis atau yang juga diketahui dengan nama strawberry cervix adalah kondisi saat terjadi peradangan dan muncul bintik-bintik merah di dalam leher rahim.Kondisi ini ditemukan pada hampir 50% pasien wanita yang terkena trikomoniasis.

3.Epididimitis

Komplikasi lain dari penyakit ini adalah epididimitis, yaitu peradangan pada saluran epididimis. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma pada pria.

4.HIV/AIDS

Trikomoniasis juga menyebabkan Anda 2-3 kali lebih rentan untuk terkena penyakit menular seksual lainnya, terutama HIV/AIDS.

Gambaran Trichomonas  Vaginalis

Jika mengalami gejala seperti diatas, silahkan berkonsultasi ke

WA : 085 338 180 688 ( Khusus Booking )

Lokasi Praktek

Apotek Kita Ubung

Jl. Cokroaminoto No.309

Ubung Denpasar

Jadwal

Praktek Dokter Spesialis
Senin s/d Sabtu – 11.00 s/d 21.00

Praktek Dokter Umum
Senin s/d Jumat – 17.00 s/d 22.00

Kerja sama dengan