
Rosacea adalah penyakit kulit kronis dan rekuren, yang muncul pada area wajah sentral, yaitu hidung, dagu, pipi, dahi dan kening. Karakteristik lesi yang utama adalah flushing, eritema, pustul, papul, dan telangiektasis. Selain menyerang kulit, pada 50-75% kasus rosacea juga dapat menyerang bagian mata. Gejala pada mata meliputi mata kering, kemerahan, berair, sensasi terbakar atau gatal, sensasi benda asing, sensitif terhadap cahaya, dan pandangan kabur. Rosacea dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif, kemerahan, dan bahkan muncul benjolan kecil yang menyerupai jerawat.
Rosacea paling sering menyerang orang dewasa dengan kisaran usia 30-50 tahun. Rosacea dilaporkan lebih banyak pada wanita dibandingkan laki-kaki, dengan tipe kulit yang berwarna cerah atau pada tipe kulit fototipe I dan II. Namun, masih belum jelas apakah prevalensi pada tipe kulit fototipe I dan II memang lebih tinggi, atau apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh disparitas diagnostik. Pigmentasi kulit pada pasien dengan kulit berpigmen sedang hingga tinggi, seperti pada banyak pasien di Indonesia, dapat menutupi beberapa manifestasi rosacea yang paling khas, sehingga membuat diagnosis menjadi lebih sulit dan terlewatkan
Apa penyebab rosacea?
Patogenesis rosacea dianggap multifaktorial dan meliputi:
- Kerentanan genetik
o Keterkaitan dengan polimorfisme nukleotida tunggal yang berhubungan dengan kompleks histokompatibilitas utama kelas II.
- Perubahan mikrobioma kulit dan usus
o Pertumbuhan bakteri berlebihan di usus kecil, infeksi Helicobacter pylori, dan peningkatan kepadatan Demodex folliculorum dan Staphylococcus epidermidis pada kulit dapat berperan dalam peradangan kulit.
o Disregulasi respons imun dapat menyebabkan peradangan berlebihan, vasodilatasi, dilatasi limfatik, dan angiogenesis.
a.Imunitas bawaan
Hasilnya adalah reaksi imun bawaan yang berlebihan terhadap pemicu awal.
b.Imunitas adaptif
Pemicu lingkungan yang paling signifikan adalah radiasi UV; kulit yang terkena lebih sensitif terhadap paparan. Radiasi UV dapat merusak dermis dan meningkatkan peradangan kulit.
- Mekanisme neurokutaneus
o Pemicunya meliputi radiasi ultraviolet (UV), perubahan suhu, olahraga, makanan pedas, alkohol, stres psikologis, polusi udara, dan merokok tembakau. Peptida terkait gen kalsitonin (CGRP) dapat berperan dalam kemerahan dan eritema.
- Gangguan fungsi sawar kulit
o Kulit yang terkena menunjukkan ciri-ciri yang mengindikasikan gangguan fungsi sawar kulit, sehingga memungkinkan kolonisasi bakteri dan peradangan.
Ciri-ciri kulit meliputi:
- Eritema berulang sementara, yaitu kemerahan
- Eritema wajah yang menetap
- Telangiektasia
o Kulit wajah selain di daerah alar hidung
o Telangiektasia tepi kelopak mata
o Secara bersama-sama sering disebut rosacea eritematotelangiektatik
- Papula dan pustula inflamasi (papulopustular)
- Perubahan fimatosa
o Penebalan kulit karena hiperplasia/fibrosis kelenjar sebaceous wajah
o Area yang paling umum terkena adalah hidung (disebut rhinophyma)
o Lebih sering terjadi pada pria.
Kadang-kadang rosacea menyebabkan limfedema wajah (penyakit Morbihan), yang menghasilkan kemerahan dan pembengkakan pada wajah dan kelopak mata.
Nyeri tekan dan rasa terbakar pada wajah disertai kemerahan dan rasa panas (rosacea neurogenik) adalah varian rosacea yang jarang terjadi.
Gejala okular non-kulit (mempengaruhi lebih dari 50% pasien dengan rosacea):
- Kekeringan
- Sensasi benda asing
- Fotofobia
- Konjungtivitis
- Blefaritis
- Keratitis — dapat menyebabkan gangguan penglihatan jangka panjang.
Komplikasi rosacea meliputi:
- Rosacea fimatosa
- Komplikasi mata inflamasi, misalnya, blefaro kerato konjungtivitis, sklero keratitis
- Ketidak nyamanan fisik, misalnya, akibat gejala okular
- Efek psikososial negatif seperti peningkatan kecemasan, depresi, rendah diri, dan isolasi sosial
- Penghindaran pemicu yang menyebabkan keterbatasan gaya hidup.
Tindakan Umum
Semua pasien dengan rosacea harus menerima edukasi tentang perawatan kulit umum dan tindakan gaya hidup.
a.Saran Gaya Hidup
- Dorong pasien untuk mencatat gejala dalam buku harian untuk membantu mengidentifikasi pemicu:
b.Pemicu umum meliputi makanan pedas, suhu panas/dingin (mandi air panas), olahraga, paparan sinar matahari, produk kosmetik, obat-obatan (yang menyebabkan vasodilatasi), alkohol, buah-buahan dan sayuran, produk susu, produk daging yang diasinkan.Hindari pemicu yang telah diidentifikasi.
c.Saran perawatan kulit umum
- Seringlah melembabkan kulit
- Gunakan pembersih yang lembut dan dijual bebas
- Gunakan tabir surya fisik (misalnya, seng oksida/titanium oksida) dengan SPF ≥ 30
o Memberikan perlindungan spektrum luas terhadap radiasi UV dan cahaya tampak
o Mungkin lebih mudah ditoleransi daripada tabir surya kimia
- Hindari eksfolian
- Hindari produk topikal berbahan dasar alkohol
- Hindari penggunaan steroid topikal karena dapat memperburuk kondisi
- Kosmetik dengan warna hijau bermanfaat untuk meminimalkan munculnya kemerahan.
d.Pertimbangan psikososial
- Nilai beban psikososial penyakit pasien dan pertimbangkan rujukan untuk dukungan psikologis jika diperlukan.
e.Langkah-langkah spesifik
Perawatan yang ada untuk rosacea bisa sangat efektif — namun, seringkali hanya menargetkan satu gejala. Ini berarti bahwa kombinasi terapi diperlukan jika pasien memiliki banyak gejala dan pada kasus rosacea yang parah.
Gambar Rocacea











